Ada berbagai jenis klorin yang digunakan untuk menyeimbangkan kadar air kolam renang, seperti menjernihkan kolam renang. Pilih yang tepat sesuai kebutuhan kolam anda.
Yang umum digunakan di Indonesia adalah kalsium hipoklorit alis kaporit kolam renang. Anda mungkin sudah familiar dengan nama ini.
Namun, ternyata masih ada jenis klorin lain yang bisa digunakan untuk menjernihkan kolam renang. Baca artikel ini untuk mendapatkan referensi yang sesuai kebutuhan kolam anda.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Klorin?
Klorin merupakan zat kimia yang sering digunakan sebagai bahan disinfektan berlambang Cl. Klorin tersedia dalam bentuk padat, cair, maupun gas.
Dalam obat kolam renang, klorin biasanya terdapat pada kaporit. Jadi, jika anda menggunakan kaporit, sejatinya anda mengaktifkan klorin untuk mendesinfeksi mikroba di kolam renang.
Klorin dalam kaporit tersebut merupakan disinfektan ampuh yang dapat membunuh bakteri, mikroba, dan ganggang hijau dalam air kolam renang.
Jenis Klorin Kolam Renang
Berikut ini beberapa jenis klorin yang digunakan untuk perawatan kolam renang. Penggunaannya perlu menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan klorin di kolam renang.
1. Klorin Cair
Klorin cair atau pemutih juga menjadi salah satu jenis klorin yang paling umum dan tersedia secara luas di pasaran.
Jenis ini yang juga biasa dikenal dengan Kaporit cair ini bekerja dengan cepat untuk meningkatkan pH air kolam renang.
Kaporit cair juga biasa digunakan untuk pemutih pakaian. Tersedia luas dalam kemasan botol plastilk dan tentunya mudah ditemukan.

Penggunaan kaporit cair juga mudah. Tuangkan cairandan biarkan ia bersirkulasi ke seluruh kolam. Tapi, kadar penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran kolam.
Anda juga perlu memeriksa tingkat pH kolam renang karena klorin cair menyebabkan peningkatan pH yang cepat.
Konsultasikan dengan kontraktor kolam renang terpercaya seperti Dimulti Poor untuk penggunaan klorin jenis ini.
2. Klorin Tablet
Cara lain untuk menyeimbangkan kadar air kolam renang adalah dengan menggunakan tablet klorin. Tablet ini biasanya mengandung sekitar 90%.
Penggunaannya juga sangat mudah, cukup jatuhkan tablet ke dalam air, dan saat larut, tablet akan melepaskan zat pembersih kimiawi.

Tablet sangat bagus untuk menjaga kesehatan kolam renang jangka panjang. Metode ini juga jadi salah satu favorit banyak pemilik kolam renang.
Namun, tablet tidak dapat digunakan untuk shocking treatment karena reaksinya yang lambat. Klorin tablet paling baik digunakan ketika shocking treatment awal selesai.
Kalau kolam renang anda sudah punya stabilitas kadar air yang bagus, penggunaan tablet klorin untuk penjernihan ini adalah pilihan yang bagus.
3. Kalsium Hipoklorit atau Kaporit
Sepoerti disebutkan, Kalsium Hipoklorit,atau kaporit adalah bahan kimia perawatan kolam rennag yang paling banyak digunakan.
Larutan ini banyak dipilih karena memiliki masa simpan yang lama serta bekerja secara optimal di kolam air tawar.
Jenis klorin ini juga jadi solusi perawatan favorit karena kapasitas kejutnya (shocking) yang kuat dan kemudahan penggunaannya.

Kaporit biasanya tersedia dalam kemasan kantong atau bak. Bentuknya butiran, membuat proses pencampuran dan penggunaan lebih mudah daripada klorin cair.
Setelah aplikasi, kaporit bekerja dalam beberapa jam atau hari dan memberikan hasil sanitasi yang signifikan.
Namun perlu diingat, kolam renang dengan tingkat pH yang sudah tinggi atau air sadah dapat mengalami penumpukan kalsium yang berlebihan dari penggunaan kaporit.
4. Asam trikloroisosianurat (TCCA)
TCCA biasanya tersedia dalam bentuk tablet atau dalam bentuk butiran dalam ember.
Bahan kimia ini merupakan disinfektan dan pengoksidasi yang sangat efektif, yang membantu menghilangkan kontaminan dari air, mencegah pertumbuhan alga, dan menjaga tingkat pH yang tepat.

Jenis ini juga cocok digunakan untuk shocking treatment karena memiliki efektifitas dan kekuatan yang lebih baik dari klorin lain. Selain itu, juga cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Namun, Trichlor telah diketahui dapat menodai lapisan kolam renang dan menciptakan perubahan keseimbangan pH yang signifikan.
5. Dichloro-s-triazinetrione (Diklor)
Meskipun tidak sekuat TCCA dan tidak semurah klorin cair, Dichlor memiliki kemampuan menjaga kestabilan pH yang efektif.
Seperti Trichlor, Dichlor memiliki masa simpan yang lama karena kandungan klorin yang lebih rendah dan keberadaan penstabil yang lebih tinggi.

Diklor sendiri memiliki tingkat pH netral dan biasanya hadir dalam bentuk tablet atau butiran.
Jenis ini larut dengan cepat, bekerja dalam waktu lama, dan tidak secara signifikan mengubah tingkat pH kolam jika diberikan dengan benar.
Kadar Klorin Ideal
Seperti dijelaskan di awal, anda perlu menggunakan jenis klorin sesuai kebutuhan. Karena pada dasarnya, kadar klorin di kolam renang perlu disesuaikan ke tingkat yang ideal.
Tingkat ideal klorin dalam air kolam renang berada di kisaran hingga 3 ppm dengan jumlah yang direkomendasikan antara 1 hingga 1,5 ppm.
Jika kadar klorin terlalu tinggi bisa berbahaya buat perenang karena, seperti yang kami sebutkan di awal, ini merupakan zat yang berbahaya.
Namun, jika kadarnya berada di bawah kisaran tersebut, maka tidak akan efektif membunuh mikroorganisme di dalam air kolam renang.
Penutup
Itulan penjelasan tentang jenis klorin untuk perawatan kolam renang berikut berapa kadar ideal yang perlu anda perhatikan.
Karena itu, pastikan juga anda melakukan perawatan kolam renang secara rutin, termasuk pengujian tingkat atau kadar klorin yang ideal.
Jika anda mengalami kesulitan melakukannya, jangan ragu menggunakan jasa perawatan kolam renang dari Dimulti Pool.
Kami adalah kontraktor kolam renang profesional yang berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun. Jadi, soal kualitas dan hasil layanan, tidak perlu diragukan.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











