Penjelasan Lengkap Tentang Kaporit Kolam Renang, Harus Dipahami!

Fakhri Adzhar

Kaporit kolam renang. Ini segala hal yang perlu anda tau.

Kaporit adalah obat kolam renang utama dalam perawatan kolam renang. Kaporit kolam renang adalah garda terdepan pencegahan pertumbuhan kotoran di kolam renang.

Kami akan jelaskan segala hal tentang chemical yang satu ini di sini. Ini akan berguna buat anda para pemilik kolam renang.

Di sini, anda akan mengetahui apa saja fungsi kaporit kolam renang dan mengapa chemical ini dipilih banyak pemilik kolam renang untuk perawatan.

Daftar Isi

Pengertian Kaporit

Kaporit adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai desinfektan dan penjernih air. Kaporit memiliki rumus kimia Ca(ClO)2 dan berbentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. 

Obat kolam renang ini mengandung klorin yang berfungsi sebagai oksidator dan disinfektan. Inilah yang membuat kaporit mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti ganggang hijau.

Fungsi Kaporit Kolam Renang

Kami sudah disebutkan di atas apa fungsi kaporit kolam renang. Namun, kami akan menjabarkan lebih lanjut dalam pembahasan ini.

1.Sifat Desinfektan yang Efektif

Kaporit adalah disinfektan ampuh yang dapat membunuh bakteri, mikroba, dan ganggang hijau dalam air kolam renang.

Senyawa ini mengandung konsentrasi tinggi klorin yang tersedia, biasanya antara 65%, 75% dan 90%, membuatnya lebih efektif melawan kontaminan.

Penggunaan secara teratur bisa membuat kolam renang tetap bersih dan bebas dari organisme berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan.

2. Dampak Minimal pada Kadar Air Kolam Renang

Kaporit memiliki dampak minimal pada keberadaan tingkat pH kolam renang dibandingkan dengan beberapa chemical lain. Ini juga berarti tidak akan mengubah kadar air.

Namun, kaporit bisa sedikit meningkatkan tingkat kesadahan kalsium, yang harus dipantau secara rutin untuk mencegah kerak.

Tapi memang pada dasarnya alkalinitas, kadar asam sianurat, dan kadar kimia air secara keseluruhan harus diuji secara teratur dan disesuaikan.

Kelebihan Menggunakan Kaporit

Anda sebenarnya bisa saja menggunakan chemical lain, misalnya garam, untuk melakukan desinfeksi atau membersihkan kolam renang.

Namun, pada kenyataannya, kaporit lah yang paling banyak digunakan. Bukan tanpa sebab, chemical ini punya kelebihan yang tidak dimiliki chemical lain. Berikut penjelasannya.

1. Efektif

Seperti kami jelaskan, kaporit adalah chemical paling efektif untuk membantu membunuh dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti ganggang hijau.

Dengan dosis lebih tinggi, kaporit bisa digunakan untuk dengan cepat menghilangkan penumpukan klorin gabungan dan kuman karena aktivitas kolam renang yang tinggi atau hujan.

2. Kemudahan Penggunaan

Meskipun berbentuk butiran, kaporit relatif mudah digunakan. Melarutkan butiran-butiran dalam ember berisi air kolam sebelum diaplikasikan memastikan distribusi yang merata tanpa merusak lapisan finishing kolam anda.

3. Mudah Disimpan

Bentuk Kaporit yang padat membuatnya mudah dibawa dan disimpan. Produk ini dapat dibeli dalam kantong kecil yang mudah dibawa dan digunakan oleh anda.

Untuk penyimpanannya, penting mengenakan kacamata pengaman, kemeja lengan panjang, dan sarung tangan untuk melindungi diri dari potensi bahaya.

4. Murah

Ini juga jadi salah satu alasan kenapa kaporit kolam renang jadi chemical yang paling banyak digunakan oleh para pemilik fasilitas ini.

Kaporit kolam renang tidak mahal, bekerja cepat, dan sangat kuat. Jika ditambahkan dengan benar, tidak akan merusak kolam atau peralatan.

5. Umur Simpan dan Stabilitas yang Panjang

Kaporit yang biasa digunakan adalah bentuk bubuk atau granular. Namun, ada jenis kaporit lain, yakni klorin cair dan tablet.

Jenis kaporit bubuk memiliki masa simpan yang lama dibandingkan dengan bentuk klorin lainnya.  Penyimpanannya juga lebih baik karena kehilangan keefektifannya dengan sangat lambat.

Kemudahan penanganan dan kontrol dosisnya juga mudah. Anda dapat dengan mudah mengukur dan menambahkan jumlah kaporit yang diperlukan.

Kemudahan penggunaan dan kontrol serta penyimpanan ini membuat proses perawatan kolam renang terjamin. Kolam renang anda akan selalu jernih.

Yang jelas, anda juga harus menyimpan bahan kimia ini dengan benar, yakni di tempat tertutup dan kondisi ruangan yang kering.

Kekurangan Kaporit Kolam Renang

Kaporit juga punya kekurangan. Layaknya bahan kimia perawatan kolam renang, terkadang ada saja “kelakuannya” yang tidak cocok sama kita. Berikut diantaranya:

1. Harus Dilarutkan dalam Air

Produk ini perlu dilarutkan terlebih dahulu untuk menghindari pemutihan di permukaan kolam renang. Tentu saja ini akan memakan waktu.

Namun, percayalah! Melarutkan kolam renang ke dalam seember air tidak akan menyita waktu anda terlalu banyak.

Sebaliknya, jika tidak dilakukan klorin akan mengendap di dasar kolam dan memuat noda bahkan karat. Tentunya ini akan lebih menyita waktu anda untuk melakukan perbaikan.

2. Harus Diaplikasikan Secara Manual

Produk ini diaplikasikan secara manual setiap hari, tidak seperti jenis klorin tablet yang dapat meneteskan kaporit secara perlahan ke dalam kolam renang.

Tapi lagi-lagi, anda hanya akan merasakan ribet di awal. Namun, kalau penggunaan dalam jumlah yang tepat, efeknya akan bertahan sekian lama.

3. Menyebabkan Keruh

Sudah banyak pelanggan Dimulti Pool yang mengeluh mengapa setelah menambahkan kaporit air kolam renang malah jadi keruh.

Kejadian ini biasanya karena menggunakan dalam jumlah besar. Meski begitu, air yang keruh akan jernih dengan sendirinya kecuali jika ada faktor lain yang berperan.

Konsentrasi dan Bentuk Kaporit Kolam Renang

Kaporit hadir dalam berbagai konesentrasi. Bahan kimia ini tersedia secara komersial dalam campuran kering yang mengandung hingga 80 persen kalsium hipoklorit. Senyawa ini yang nantinya bereaksi dengan air dan membentuk klorin.

Ada juga yang mengandung 65 hingga 75 persen kalsium hipoklorit. Selain itu, formulasi konsentrasi yang lebih rendah juga tersedia.

Lalu ada juga klorin cair. Berbeda dengan kaporit bubuk di mana klorin menempel pada serbuk kalsium, kaporit cair pada dasarnya adalah full klorin.

Karena itu, untuk memudahkan, kami akan menggunakan term klorin cair dalam pembahasan kaporit cair berikut ini.

Klorin cair adalah natrium hipoklorit, yang juga dikenal sebagai pemutih dan digunakan sebagai bahan desinfektan rumah tangga yang umum.

Ini adalah bentuk klorin yang tidakstabil, yang berarti tidak ada penstabil klorin, seperti asam sianurat, yang ditambahkan ke dalamnya.

Klorin cair biasanya memiliki kekuatan antara 10% hingga 12%. Anda juga dapat menggunakan pemutih yang dijual di toko-toko dengan kekuatan yang lebih rendah, yaitu 3% hingga 6%.

Anda dapat menemukannya dalam bentuk produk butiran, tablet, atau briket yang berlabel pestisida. Jenis ini bisa digunakan di kolam renang rumah hingga komersial (umum).

Menentukan Dosis dan Takaran Kaporit Kolam Renang yang Tepat

Metode berikut ini akan menguraikan cara menentukan dosis dan takaran kaporit kolam renang.

1. Langkah 1: Hitung Volume Air Kolam Renang

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menghitung berapa meter kubik air yang ada di kolam renang. Lakukan ini dengan mengalikan panjang dengan lebar dengan kedalaman rata-rata.

Lihat contoh pengerjaan di bawah ini:

Panjang (20m) X Lebar (10m) X Kedalaman Rata-rata (1,5m) = 300m3

2. Langkah 2: Tentukan Jumlah Kaporit yang Dibutuhkan

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menghitung berapa banyak kalsium hipoklorit/kaporit yang perlu anda tambahkan untuk meningkatkan pembacaan klorin bebas sebanyak 1mg/l atau 1 ppm.

Sebagai contoh, jika menggunakan butiran/granular kaporit berkekuatan klorin 65%, mulailah dengan membagi angka volume kolam (dari langkah 1.) dengan 0,65.

Alasan mengapa anda perlu membagi dengan 0,65 adalah karena kaporit biasanya hanya mengandung 65% klorin.

Beberapa produk mengandung 70% klorin. Dalam hal ini anda harus membaginya dengan 0,70 dan seterusnya. Lihat contoh pengerjaan di bawah ini.

300m3 / 0.65 = 462

Angka yang diperoleh adalah jumlah gram butiran kaporit yang perlu anda tambahkan ke kolam renang untuk meningkatkan pembacaan klorin bebas sebesar  1 ppm.

3. Langkah 3: Hitung Berapa Banyak Kaporit yang Diperlukan

Gunakan satu set timbangan dapur untuk mengukur 462 gram butiran kaporit ke dalam kendi plastik bening. Selanjutnya, tentukan berapa banyak anda perlu meningkatkan pembacaan klorin bebas.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki nol klorin bebas di kolam renang dan biasanya beroperasi pada 2,00 ppm, maka anda perlu menimbang sebanyak 462 x 2 = 924 gram kaporit. 

4. Takaran Kaporit pada Umumnya

Untuk lebih mudahnya, takaran kaporit kolam renang yang ideal adalah ½ kg sampai 1 kg sesuai dengan kubikasi dan ukuran kolam renang pribadi anda.

Cara Menggunakan Kaporit

Untuk mengetahui cara menggunakan kaporit, anda perlu mengetahui terlebih dahulu takarannya. Selain itu, selanjutnya kami akan jelaskan bagaimana langkah penggunaannya.

Langkah Pertama, kumpulkan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan perawatan kolam renang. Yang perlu disiapkan tentunya kaporitnya. Kemudian jangan lupa ember dan air.

Perlengkapan keselamatan juga jangan dilupakan, seperti sarung tangan, masker, dan lain nya. Ini selalu menjadi hal yang paling penting saat berurusan dengan bahan kimia kolam renang.

Langkah Kedua, anda harus menguji kadar air kolam renang terlebih dahulu. Uji kadar klorin kolam renang. Kadar idealnya adalah sekitar 1 hingga 1,5 ppm.

Langkah Ketiga, saatnya untuk menghitung jumlah kaporit yang perlu anda gunakan. Anda bisa menghitung sesuai dengan takaran yang kami jelaskan di atas.

Langkah Keempat, setelah mengukur jumlah takaran yang ideal, isi ember sekitar tiga perempat dari kapasitasnya menggunakan air hangat.

Selanjutnya, aduk pada setiap putaran pembuangan. Lanjutkan mengaduknya secara konsisten hingga benar-benar larut di dalam ember.

Langkah Kelima, pengaplikasiannya. Anda bisa berjalan mengelilingi kolam dan menuangkan campuran tersebut ke tepian di sekitarnya.

Sebarkan secara merata dan perlahan. Jika memiliki sisa residu di dalam ember, celupkan ke dalam air, aduk lagi, lalu lanjutkan berjalan dan menuangkannya.

Langkah Keenam, nyalakan sirkulasi kolam renang dan bersabar.

Disarankan untuk tidak menggunakan kolam renang setidaknya selama delapan jam setelah menambahkan kaporit.

Jika anda masuk terlalu cepat, bisa menimbulkan risiko kulit dan mata gatal atau kerusakan pada pakaian renang.

Serbuk, larutan, dan uap atau gas kaporit dapat menyebabkan iritasi dan korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.

Tertelan dan kontak dengan kulit dapat menyebabkan cedera pada jaringan yang terpapar. Paparan gas yang dilepaskan juga dapat menyebabkan mata, hidung, dan tenggorokan terasa terbakar.

Langkah Aman Bekerja dengan Kaporit

Memberikan kaporit kolam renang harus dilakukan dengan agar anda tetap sehat, kolam renang pun terawat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Ganti Pakaian Usai Bersentuhan dengan Kaporit

Jika pakaian telah terkontaminasi dengan kalsium hipoklorit atau kaporit, anda harus berganti dengan pakaian yang bersih.

Disarankan untuk membawa pakaian yang terkontaminasi langsung ke tempat cucian dan tidak mencampurnya dengan pakaian lain.

2. Siapkan Tempat Mencucui Mata

Sebaiknya Aada memiliki tempat pencuci mata atau sesuatu yang serupa di dekat anda saat mencampurkan kaporit dengan air sebelum dituangkan ke dalam kolam.

Dengan cara ini, anda dapat dengan cepat membilas kaporit yang terciprat ke mata saat melakukan perawatan kolam renang dengan chemical ini.

3. Bersihkan Setelah Menggunakan

Setelah menggunakan kaporit untuk kolam renang, anda harus segera menggunakan metode vakum basah untuk membersihkan area di sekitar kolam renang.

Selalu ada kemungkinan kecil bahwa jejak-jejak kecil kaporit akan tertinggal di tanah. Kalau terinjak, bisa menyebabkan iritasi.

4. Hindari Menghirup

Butiran kaporit bisa sangat berbahaya jika terhirup. Hal ini dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan dan menyebabkan sesak napas. 

Karena itu, disarankan mengenakan respirator atau minimal masker medis yang cukup baik ketika bekerja dengan kaporit.

Kapan Menggunakan Kaporit?

Kaporit memang digunakan saat anda melakukan perawatan rutin. Namun ada waktu-waktu lain di mana anda juga harus menambahkan obat kolam renang ini. Berikut penjelasannya:

1. Shocking Treatment Mingguan

Shocking Treatment kolam renang secara teratur sangat penting untuk mengurai akumulasi bahan organik, keringat, minyak, dan kontaminan lainnya.

Ini adalah metode di mana anda membutuhkan lebih banyak dosis kaporit kolam renang.

Bahan-bahan yang biasanya dibawa oleh perenang ke kolam tersebut dapat menyebabkan air keruh dan kolam renang yang tidak sedap dipandang.

Lakukan Shockig Treatment dengan kaporit kolam renang setiap minggu. Sebaiknya lakukan di malam hari ketika sinar UV matahari tidak terlalu kuat.

2. Membuka Kolam Renang

Ketika kolam renang dibuka kembali  setelah beberapa waktu tidak digunakan, sangat penting untuk menggunakan kaporit kolam renang.

Kaporit akan menghilangkan bakteri atau ganggang yang mungkin berkembang biak selama kolam tidak digunakan.

3. Setelah Penggunaan Berat atau Hujan

Setelah kolam renang sering atau rutin digunakan, seperti ada acara, disarankan untuk melakukan perawatan kolam renang dengan kaporit.

Hal ini untuk mengembalikan kadar klorin dan kejernihan air yang optimal. Selain itu, air hujan dapat mengencerkan kadar klorin, sehingga perlu dilakukan perawatan dengan chemical ini.

4. Setelah Menambahkan Air

Ada kalanya anda harus menguras sebagian air kolam renang dan mengisinya kembali dengan air baru. Nah setelah itu, anda harus menambahkan kaporit untuk membunuh mikroorganisme yang berasal dari tempat air sebelumnya.

Selain itu, air kolam renang juga akan bertambah ketika hujan tiba. Hujan juga akan mempengaruhi kadar klorin kolam renang. Karena itu, menambahkan kaporit setelah hujan juga sangat disarankan.

5. Untuk Membasmi Ganggang

Jika kolam renang tercemar oleh ganggang, kaporit dapat menjadi alat yang ampuh untuk membasmi mikroorganisme tersebut.

Ganggang dapat dengan cepat mengubah kolam yang jernih menjadi hijau. Menggunakan kaporit dengan dosis yang tepat dapat mengembalikan kejernihan air.

Selain itu, cirri kolam renang sudah terserang ganggang lainnya adalah permukaan dan dindingnya menjadi licin. Ini karena lumut yang mulai tumbuh.

Segera tambahkan kaporit untuk membasminya. Seperti kita tahu, lantai licin akan sangat berbahaya buat perenang, terutama anak kecil.

Harga Kaporit

Anda pasti penasaran juga bukan berapa harga kaporit kolam renang? tenang saja. Kami akan jelaskan juga di sini.

Selain kaporit, kami juga akan paparkan beberapa harga obat kolam renang lainnya. Anda bisa membelinya dengan memesan kepada kami.

Berikut harga obat kolam renang yang dijual di Dimulti Pool:

Nama ObatKemasanHarga/KgJumlah
Kaporit Powder 60%15 Kg/PAILRp 40.000Rp 600.000
Kaporit (TCCA) Granular 90%50 Kg/PAILRp 40.000Rp 2.000.000
Kaporit (TCCA) Tablet 90%50 Kg/PAILRp 45.000Rp 2.250.000
Terusi25 Kg/DRMRp 50.000Rp 1.250.000
PAC25 Kg/ZAKRp 20.000Rp 500.000
Soda Ash50 Kg/ZAKRp 15.000Rp 750.000
Harga Obat Kolam Renang per November 2024

Cara Menurunkan Kadar Klorin

Selain saat shocking treatment, anda benar-benar harus mengukur takaran kaporit kolam renang agar tidak berlebihan. Kelebihan kaporit sendiri bisa menyebabkan anda mengalami berbagai iritasi.

Dalam perawatan normal, biasanya akan lebih baik untuk menurunkan kadar klorin hanya dengan mengencerkan kolam renang dengan air tawar. Hal ini lebih aman.

Namun, jika anda perlu mengurangi klorin dengan cepat, bahan kimia yang digunakan adalah natrium tiosulfat.

Jenis bahan kimia ini memang agak jarang digunakan untuk perawatan kolam renang, namun mudah ditemukan di berbagai toko kimia.

Prinsip yang perlu diingat adalah bahwa dibutuhkan 5g natrium tiosulfat untuk menetralkan 1g klorin. Jadi, jika, misalnya, anda memiliki 10.00mg/l atau 10 ppm klorin dalam kolam renang 300m3, itu setara dengan 3000g klorin di kolam renang.

Perhitungan tersebut berasal dari setiap m3 akan mengandung 10g klorin di dalamnya, dan 300m3 X 10g = 3000g.

Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menghitung berapa banyak natrium tiosulfat yang anda perlukan untuk mengurangi tingkat klorin bebas sebesar 1,00 ppm.

Lihat contoh perhitungan berikut ini:

300g klorin X 5g natrium tiosulfat = 1500g

Jadi, dalam contoh kolam renang 300m3 ini, dibutuhkan 1500g natrium tiosulfat untuk mengurangi tingkat klorin bebas sebesar 1 ppm.

Sementara itu, untuk cara aplikasi natrium tiosulfat ke kolam renang ssama dengan cara menuangkan kaporit untuk meningkatkan kadar klorin.

Dampak Kolam Renang Kekurangan Kaporit

Kadar klorin dalam kaporit tidak boleh terlalu tinggi, namun juga jangan terlalu rendah.

Selain pertumbuhan alga atau ganggang hijau, kekuarangan kaporit juga membuat kolam renang jadi keruh dan berpotensi menyebabkan penyakit jika digunakan untuk berenang.

1. Pertumbuhan Alga dan Bakteri

Kaporit berfungsi untuk membunuh kuman dan mikroorganisme berbahaya. Tanpa cukup kaporit, bakteri dan alga dapat berkembang biak dengan cepat, mengakibatkan air kolam menjadi keruh, berbau tidak sedap, dan berisiko menyebabkan infeksi pada pengguna kolam.

2. Air Kolam Menjadi Keruh

Kaporit juga membantu menjaga kejernihan air dengan memecah kotoran organik. Tanpa kaporit yang cukup, partikel kotoran dan zat organik lainnya tidak dapat diurai dengan baik, menyebabkan air kolam menjadi keruh dan tidak sedap dipandang.

3. Risiko Penyakit

Air yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi tempat berkembang biaknya patogen seperti bakteri dan jamur. 

Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi kulit bagi perenang, seperti gatal-gatal atau iritasi pada kulit.

Air yang terkontaminasi bakteri atau virus juga dapat menyebabkan infeksi pernapasan, terutama jika perenang menelan air atau terpapar melalui hidung dan mulut.

Ini dapat menyebabkan kondisi seperti pilek, batuk, atau infeksi tenggorokan.

Penyebab Kolam Renang Kekurangan Kaporit

Anda juga perlu mengetahui apa saja penyebab kolam renang kekuarangan kaporit untuk menghindari dampak yang bisa ditimbulkan seperti yang kami sebutkan di atas.

Setidaknya ada enam penyebab kolam renang kekurangan kaporit, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Penggunaan Kolam Renang yang Banyak

Jika kolam renang anda telah digunakan secara berlebihan, permintaan klorin akan meningkat pesat.

Setiap perenang menggunakan/menghasilkan bahan organik seperti keringat, tabir surya, dan minyak tubuh yang langsung menghilangkan sisa klorin bebas.

2. Tingkat Kontaminan yang Tinggi

Lumpur, daun, dan kotoran lain yang terkumpul di dasar kolam menyerap klorin saat ia terus memecah kontaminan.

Dengan meningkatnya kontaminan di kolam renang, klorin harus bekerja lebih keras untuk memecahnya dan karenanya digunakan lebih cepat.

3. Paparan Sinar Matahari (Sinar UV)

Sinar ultraviolet dari matahari dapat memecah klorin bebas dengan sangat cepat.

Tanpa zat penstabil (seperti asam sianurat), klorin kurang efektif, dan kadarnya turun lebih cepat di kolam renang luar ruangan.

4. Tingkat pH yang Tidak Seimbang

Tingkat atau kadar pH yang tidak seimbang akan sangat memengaruhi kemampuan klorin untuk mensterilkan air.

Jika pH tidak seimbang, klorin tidak akan efektif. Itu berarti anda perlu menambahkan lebih banyak klorin (kaporit) untuk mendapatkan tingkat yang tepat.

5. Pertumbuhan Alga atau Ganggang Hijau

Kolam renang kekurangan kaporit bukan hanya menyebabkan pertumbuhan alga atau ganggang hijau, namun juga disebabkan karena hal serupa.

Ganggang hijau menyerap klorin saat mencoba melawan pertumbuhan alga, sehingga hanya menyisakan sedikit klorin untuk membersihkan kolam.

6. Perawatan Kolam Renang yang Tidak Benar

Jika anda lupa memeriksa dan menambahkan klorin, dan atau tidak menambahkan jumlah klorin yang tepat, yang menyebabkan kadarnya tidak konsisten.

Sangat penting untuk melakukannya secara rutin, sehingga berada dalam kisaran klorin yang optimal. Hal ini juga menunjukkan bahwa perawatan kolam renang secara rutin sangat penting untuk dilakukan.

Alternatif Kaporit Kolam Renang

Jangan khawatir, sejatinya ada alternatif kaporit kolam renang yang bisa anda gunakan untuk perawatan air kolam renang.

Jika anda tidak suka dengan bau khas kaporit yang menyengat tersebut, bahan-bahan ini bisa jadi sangat cocok buat anda.

1. Produk Berbasis Peroksida

Untuk menjaga kolam renang tetap bersih dan aman, klorin dan peroksida adalah dua pilihan yang populer digunakan.

Keduanya memiliki manfaat dan kekurangannya masing-masing. Pilihan di antara keduanya tergantung pada kebutuhan kolam renang anda.

Klorin adalah bahan kimia yang terkenal dan banyak digunakan untuk sanitasi kolam renang. Ini adalah disinfektan yang kuat yang membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang dapat mencemari air.

Klorin mudah digunakan, relatif murah, dan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seperti tablet, butiran, dan cairan. Penggunaannya juga bisa dengan menambahkan melalui dispenser atau feeder.

Produk berbasis peroksida adalah alternatif klorin kolam renang. Ini juga merupakan disinfektan kuat, tetapi tidak menghasilkan bau seperti klorin yang tidak disukai banyak orang.

Bahan kimia ini juga merupakan pengoksidasi yang kuat, yang dapat memecah bahan organik seperti keringat, tabir surya, dan kontaminan lainnya.

Dengan kelebihannya itu, poduk ini menjadi pilihan yang bagus untuk orang dengan kulit sensitif atau alergi. Namun, produk ini lebih mahal daripada klorin dan mungkin lebih sulit ditemukan.

2. Sinar UV

Filter sinar UV adalah alternatif yang bagus untuk sanitasi berbasis klorin. Sinar UV digunakan sebagai disinfektan dalam banyak situasi, tidak hanya kolam renang.

Sinar ini mampu membunuh bakteri dan patogen. Setelah mati, kontaminan kolam renang ini dengan mudah terperangkap di dalam filter.

Namun, anda perlu berhati-hati terutama jika kolam renang anda menggunakan lapisan finsihing liner karena sinar UV bisa membuat kerusakan pada lapisan tersebut.

Sinar UV, jika terpapar berlebihan, juga tidak baik pada tubuh. Jadi, pastikan penggunaannya berkonsultasi pada kontraktor kolam renang.

Anda juga perlu rutin melakukan vacuum dan menyikat kolam renang karena sinar UV tidak membuat kotoran jadi hilang.

3. PHMB

Jika biaya bukan masalah, anda dapat mencoba Polyhexamethylene biguanide (PHMB). Pembersih kolam renang ini menggunakan bakteri yang aman untuk membunuh patogen di dalam air.

Melalui proses biologis, PHMB dapat menjebak bakteri dan bahan organik dan membawanya ke filter kolam renang.

Namun, seperti dijelaskan, alternatif ini belum banyak digunakan karena harganya yang mahal dan sulit didapatkan.

4. Garam

Garam adalah pembersih kolam renang alami. Penggunaan jenis ini dapat mencegah bakteri dan bahan organik berkembang biak. Penggunaan garam juga lebih aman untuk kulit.

Jadi, jika anda memutuskan membuat kolam renang, pertimbangkan untuk menggunakan air garam sebagai alternatif dari air tawar yang mengandung klorin.

Namun, sejtinya anda tidak benar-benar menghilangkan kaporit jika menggunakan garamm. Untuk aktivasinya, anda membutuhkan sebuah alat yang disebut salt chlorinator.

Seperti namanya, alat ini akan mengubah garam menjadi senyawa klorin, sama seperti yang terdapat di dalam kaporit. Namun, klorin yang dihasilkan lebih lembut.

5. Ozon

Ozon adalah pengoksidasi yang efektif, sehingga dapat digunakan dalam sanitasi air.

Seperti menggunakan sinar UV, ozon hanya dapat membantu membersihkan air pada saat masuk, dan tidak menawarkan pembersihan residu.

Bisakah Perawatan Kolam Renang Tanpa Kaporit?

Jawabannya, tergantung. Seperti disebutkan, kandungan klorin dalam kaporit akan membunuh berbagai mikroorganisme yang membuat kolam renang kotor.

Ganggang dan jamur sendiri akan tumbuh cepat ketika berada pada lingkungan yang basah atau lembab, seperti juga di kolam renang.

Berbagai mikroorganisme tersebut terbukti menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Anda bisa mencarinya sendiri di banyak penelitian.

Kita bisa saja tidak menggunakan kaporit dalam perawatan kolam renang. Namun, harus diganti dengan jenis chemical lain untuk melakukan tugas sanitasi tersebut.

Anda juga benar-benar harus menjaga kebersihan kolam renang sebersih mungkin. Dengan kata lain, harus benar-benar menjaga semua kondisinya ideal.

Berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk perawatan kolam renang tanpa kaporit:

1. Membersihkan Kolam Renang

Membersihkan kolam renang dengan cara vakum dan menyaring kotoran di atasnya harus rutin dilakukan. Kalau tanpa kaporit, anda harus melakukannya setiap hari.

Kotoran seperti dedaunan dan ranting serta bebatuan jadi tempat ideal pertumbuhan ganggang. Kaporit bisa mencegah pertumbuhannya. Namnun, kalau anda tidak mau pakai, harus membuangnya.

2. Membersihkan Sistem Sirkulasi Kolam Renang

Anda juga harus rutin membersihkan sistem sirkulasi kolam renang.

Kalau kolam renang anda menggunakan skimmer, kotoran yang ada di mulut skimmer dan kerjanganya harus benar-benar dibersihkan. Jika pemakaian rutin, mungkin anda harus membersihkannya dua kali sehari.

Untuk sistem overflow ada banyak komponen yang harus anda perhatikan. Pertama adalah kondisi gutter kolam renang.

Kemudian anda juga harus memeriksa dan membersihkan balancing tank dengan perlakukan serupa pada penjelasan di nomor 1.

Terakhir, anda harus memeriksa semua komponen filter kolam renang. Dengan tanpa adanya kaporit, dipastikan filter akan cepat kotor. Dengan kata lain, perlu usaha dua kali lipat untuk membersihkannya.

3. Jangan Lupa Mandi Sebelum Berenang

Anda benar-benar tidak boleh lupa mandi sebelum masuk ke kolam renang. Sekali saja lupa, hanya butuh waktu hitungan menit untuk ganggang dan jamur tumbuh.

Kenapa hal tersebut terjadi, semau kotoran seperti keringat dan lotion yang menempel ditubuh membuat lingkungan yang nyaman buat pertumbuhan mikroorganisme.

Karena tidak ada kaporit di dalam kolam renang, anda benar-benar tidak boleh membawa zat-zat yang menempel di tubuh tersebut ke dalam kolam renang.

4. Rutin Kuras Kolam Renang

Anda juga harus rutin menguras kolam renang untuk memastikan airnya benar-benar bersih. Ini berarti ada puluhan ribu liter air yang harus anda ganti setidaknya dua minggu sekali.

Penutup

Itulah penjelasan tentang segala hal terkait kolam renang. dengan mengetahui fungsi, kelebihan, serta cara dan harganya, anda akan lebih memahami bagaimana melakukan perawatan kolam renang yang tepat.

Melakukan perawatan kolam renang sendiri memang harus sabar. Jika anda tak ada waktu melakukannya, bisa menggunakan jasa perawatan kolam renang dari Dimulti Pool.

Selain pembuatan, kami juga melayani pemasangan instalasi, renovasi serta perawatan kolam renang. Dengan teknisi yang berpengalaman elasan tahun, soal hasil, anda tak perlu meragukannya lagi.

Untuk menggunakan jasa kami, bisa hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

FAQ

Hal-hal yang sering ditanyakan terkait kaporit kolam renang

Apakah Kaporit Kolam Renang Aman?

Pada dasarnya, semua bahan kimia itu punya efek samping jika terkena bagian tubuh.

Karena itu, gunakan peralatan keselamatan seperti sarung tangan dan masker ketika menuangkannya ke kolam renang. Jangan lupa pastikan dosisnya sesuai takaran.

Apakah Kaporit Bisa Diganti Chemical Lain?

Banyak alternatif desinfektan selain kaporit, misalnya garam menggunakan salt chlorinator atau sistem ozon. Tapi, ini membutuhkan alat tambahan dan harganya cukup mahal.

Apakah Kaporit Bisa Kadaluarsa?

Bisa, karena setiap chemical demikian. Namun, jangka waktunya biasanya cukup panjang. Jadi, tidak masalah jika anda membeli dalam jumlah banyak dan menyimpannya.

Kenapa Kolam Renang Bau Kaporit?

Ini karena banyak kotoran yang ada di kolam renang. Reaksi kaporit dan mikoorganisme akan menghasilkan gas. Semakin banyak kotoran, maka gasnya makin banyak.

Masih Punya Pertanyaan?

Jika masih memiliki pertanyaan seputar kaporit kolam renang, silahkan tinggalkan komentar atau klik tombol di bawah ini untuk menghubungi kami.
Contact Us

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.