Mungkin anda punya pengalaman yang sama seperti penulis. Ketika masuk ke kolam renang indoor, langsung disambut dengan bau kaporit yang menyengat.
Pada awalnya pasti kita akan merasa risih, bahkan agak sesak napas. Tapi karena sudah terlanjur bayar, dikuat-kuatkan saja. Benar, bukan?
Padahal, kalau kolam renang indoor bau kaporit, bisa menyebabkan masalah kesehatan. Dan satu fakta lagi, kolam renang yang bau kaporit artinya kotor!
Baca Juga
Daftar Isi
Apakah Bau Kaporit Kolam Renang Berbahaya?
Tentu saja. Karena bau yang menyengat ini berasal dari bahan kimia. Sementara tubuh kita punya ambang batas terpapar kimia. Kalau kelebihan, bisa menyebabkan masalah.
Yang paling umum adalah sesak napas dan batuk. Chemical yang menempel di sistem pernapasan akan merangsang imun tubuh. Salah satu mekanismenya adalah batuk.
Tapi kalau dibiarkan, chemical bisa mengendap di paru-paru dan menimbulkan flek. Kondisi ini disebut dengan hipersensitivitas. Akibatnya, anda bisa batuk berhari-hari.
Penyebab Kolam Renang Indoor Bau Kaporit
Lantas apa penyebab kolam renang indoor bau kaporit yang bahkan lebih parah ketimbang kolam renang outdoor? Berikut penjelasannya.
1. Penguapan Klorin
Kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana bau kaporit ini terbentuk. Karena sebenarnya semua kolam renang yang menggunakan kaporit untuk sanitasi bisa mengalami hal ini.
Bau ini berasal dari reaksi klorin dalam kaporit dengan berbagai zat atau mikroorganisme di dalam air. Salah satu produk sampingannya adalah gas kloramin.
Gas ini kemudian menguap bersama air kolam. Tapi karena berada di indoor, biasanya akan tertahan di atap atau dinding area kolam renang.
Imbasnya, gas kloramin yang baunya seperti kaporit ini juga ikut tertahan. Ketika kita masuk dan menghirup udara, sudah pasti akan mencium gas ini.
2. Ventilasi Kurang Memadai
Ventilasi yang kurang memadai memperparah bau kaporit di kolam renang indoor ini. Kloramin jadi sulit menemukan jalan keluar untuk mengudara ke atmosfer bumi.
Selain itu, perputaran udara di dalam area kolam renang juga terbatas. Tidak ada dorongan agar kloramin mengarah keluar ruangan dengan cepat.
3. Kurang Memahami Takaran Kaporit
Semakin banyak kaporit, semakin besar kolam renang indoor anda akan bau kaporit. Celakanya, banyak pemilik kolam renang yang tidak memahami takaran kaporit untuk kolam renang indoor yang tepat.
Pada intinya, takaran kaporit kolam renang indoor lebih sedikit ketimbang outdoor. Kami akan jelaskan di poin selanjutnya.
Mengurangi Bau Kaporit di Kolam Renang Indoor
Dari penjelasan di atas sebenarnya kita bisa menyimpulkan bagaimana mengurangi masalah tersebut. Di poin ini, kami akan jelaskan lebih lanjut.
1. Ventilasi Diperbanyak dan Diperbesar
Pastikan semua sisi dinding area ruangan kolam renang indoor memiliki ventilasi. Dan kalau bisa, ukurannya besar.
Konsultasikan dengan arsitek bagaimana ukuran ventilasi yang tepat serta pemosisiannya. Yang jelas, ketika gas kloramin menguap, ketika bergerak ke sisi mana saja ia bisa keluar.
Sebagai alternatif, anda bisa pakai ventilasi turbo yang dipasang di atap seperti di gelanggang olahraga. Jenis ventilasi ini menghisap udara dari dalam. Jadi, otomatis kloramin juga akan ikut terhisap.
2. Takaran Kaporit yang Pas
Supaya mudah dipahami, takaran kaporit kolam renang indoor itu sekitar seperempat sampai setengah dari kolam outdoor.
Misalnya, jika dalam perawatan rutin kolam renang outdoor menggunakan 1 Kg kaporit, untuk kolam indoor hanya sekitar 0,25 sampai 0,5 kg.
Apakah ini efektif untuk membersihkan kolam renang? tentu saja. Ini karena kolam renang outdoor itu jauh lebih sering terpapar kotoran. Jadi wajar jika takaran kaporit harus lebih banyak.
3. Jaga Kebersihan Kolam Renang
Seperti dijelaskan, gas kloramin ini hasil reaksi klorin dengan kotoran. Dengan begitu, semakin banyak kotoran di kolam renang, semakin bau kaporit.
Jadi, jangan senang kalau kolam renang bau kaporit. Ini bisa jadi tanda kalau kolam renang anda kotor.
Lakukan perawatan rutin dengan menyikat dinding kolam, melakukan vacuum, membersihkan media pasir, serta memperhatikan kondisi kebersihan area kolam renang.
Satu lagi, selalu himbau pengguna agar jangan buang air kecil di kolam renang. Selain itu, pastikan mereka membilas tubuh sebelum masuk ke kolam renang.
Solusi Anti Bau Kaporit
Apakah kolam renang indoor benar-benar bisa bebas dari bau kaporit? Ya, bisa. Yang jelas, sistem sanitasinya harus diubah.
1. Salt Chlorinator
Gunakan sistem kolam renang garam. Sistem ini menggunakan salt chlorinator untuk mengubah garam menjadi klorin. Karena sejatinya, garam juga tersusun dari senyawa klorin.
Tapi, ini kan sama saja seperti kaporit? Betul. Namun kadarnya lebih terkontrol. Jadi, akan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pembersihan kolam renang.
2. Sistem Ozon
Satu sistem lagi yang saat ini mungkin masih jarang, yaitu ozon. Intinya sama seperti salt chlorinator, memanfaat senyawa kimia untuk membersihkan air. Dan di sistem ini yang digunakan adalah ozon.
Ozon sebenarnya hampir sama seperti oksigen, namun dengan jumlah ikatan oksida lebih banyak. Kalau oksigen punya 2 (O2), ozon ada 3 (O3).
Ozon ini lebih keras ketimbang oksigen. Apapun mikroorganisme yang bersentuhan dengannya bisa mati. Tapi apakah aman buat manusia? Sebenarnya ozon bahaya. Namun dengan pengaturan alat dan kadar yang tepat, alat ini malah lebih menguntungkan.











