Ada banyak cara untuk melakukan aerasi pada air kolam renang selain dengan aerator kolam renang, termasuk dengan menggunakan fitur air kolam renang sendiri.
Jadi, membeli aerator atau tidak, itu tergantung pada anda. Ini karena ada beberapa pilihan lain untuk melakukan aerasi di air kolam renang.
Di artikel ini kita akan membahas bagaimana melakukan aerasi pada kolam renang. Selain aerator, ada beberapa cara lagi yang bisa dilakukan.
Baca Juga
Baca terus artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Daftar Isi
Apa Itu Aerasi Kolam Renang?
Aerasi kolam renang adalah proses pemberian oksigen ke dalam air kolam renang. Aerasi kolam renang bermanfaat bagi kolam renang yang terletak di mana saja.
Namun, anda akan merasakan lebih banyak manfaatnya jika sedang tinggal di iklim yang kering ketimbang iklim yang lembab.
Ada berbagai jenis aerasi yang bisa dilakukan untuk kolam renang, seperti memasang aerator atau cukup dengan fitur air seperti air mancur.
Pasang Aerator Kolam Renang Khusus
Aerator kolam renang dipasang di dek atau penutup kolam renang dan dipasang ke saluran balik (inlet fitting) atau pompa kolam renang.

Dengan katup khusus, anda dapat dengan mudah mengatur aliran air yang keluar dari aerator secara manual.
Jadi, jika anda memiliki penutup kolam renang dan perlu mematikannya atau mau menambah luas permukaan kolam renang, aerator bisa menjadi solusinya.
Gunakan Fitur Air yang Sudah Ada
Kolam renang anda mungkin sudah dilengkapi dengan fitur air yang terintegrasi, seperti air mancur, air terjun, atau jet dek. Dan fitur air seperti ini juga menyediakan aerasi.
Bagaiman dengan jacuzzi atau hot tub? Carilah fitur yang memungkinkan anda untuk mengatur katup agar airnya tumpah ke kolam.

Pastikan air dalam kolam jacuzzi atau hot tub belum dipanaskan jika berencana untuk menggunakan fitur spa overflow, salah satu aerasi yang bisa digunakan.
Sesuaikan Sudut Jet Inlet Fitting
Memiringkan inlet fitting memberikan cara cepat untuk melakukan aerasti kolam renang tanpa memerlukan pipa atau perangkat keras tambahan.
Sesuaikan pancaran balik sehingga air keluar dengan sudut sejauh mungkin ke permukaan kolam.

Jika inlet fitting memiliki fitting terpisah di belakangnya, anda harus melonggarkan cincin luar, menyudutkan kembali fitting bola, lalu mengencangkan cincin luar lagi.
Berhati-hatilah saat mengencangkannya. Di bawah torsi yang tinggi, bisa mudah patah.
Apakah Aerasi Kolam Renang Bisa Berlebihan?
Yang perlu anda sadari, ada yang namanya aerasi kolam renang berlebihan! Aerasi yang berlebihan dapat meningkatkan kadar pH melebihi kisaran yang disarankan.
Dan tingkat pH yang tinggi dapat merusak peralatan kolam renang.
Pastikan untuk menguji pH dan alkalinitas total Anda secara teratur. pH harus antara 7,4 dan 7,6 dan alkalinitas total harus antara 100 dan 150 ppm.
Untuk menguji efek aerasi pada air kolam renang, jalankan aerator atau fitur aerasi alami, seperti air mancur dan inlet fitting.
Kemudian lakukan pembacaan satu hari dan dua hari kemudian. Jika pH meningkat secara dramatis namun semua parameter kadar air lainnya tetap sama, anda mungkin melakukan aerasi secara berlebihan.
Manfaat Aerator Kolam Renang
Setelah mengetahui cara lakukan aerasi kolam renang sendiri, anda mungkin bertanya-tanya, sebenarnya apa sih manfaatnya?
Ada berbagai manfaat ketika anda melakukan aerasi pada sistem kolam. Berikut beberapa di antaranya:
- Meningkatkan pH dan Menurunkan Alkalinitas Secara Bersamaan
- Dinginkan Air Anda
- Meningkatkan Sirkulasi
- Keseimbangan Kimia yang Lebih Baik
- Pencegahan Alga <DP>











