Renang gaya kupu-kupu sering dianggap sebagai salah satu gaya renang paling menantang dalam kompetisi renang serta paling susah dipelajari.
Teknik gaya renang kupu-kupu juga biasanya dipelajari paling akhir setelah menguasai gaya dada, bebas dan punggung.
Namun, karena gerakannya luwes dan alirannya yang ritmis membuatnya menjadi favorit di kalangan penggemar olahraga renang.
Baca Juga
Jadi kalau anda bertekad menguasainya, di sini kami akan menjelaskan langkah demi langkah menguasai teknik renang gaya kupu-kupu tersebut.
Daftar Isi
Apa Itu Renang Gaya Kupu-Kupu?
Renang gaya kupu-kupu adalah renang dengan gerakan kedua lengan secara bersamaan menyerupai kepakan sayap. Gerakan ini dipadukan dengan tendangan lumba-lumba yang bergelombang.
Gaya renang ini membutuhkan kekuatan tubuh bagian atas, stabilitas inti tubuh, dan koordinasi yang cukup besar agar dapat dilakukan secara efisien.
Panduan Mempelajari Teknik Renang Gaya Kupu-Kupu
Berikut ini adalah komponen teknik renang gaya kupu-kupu yang perlu anda pelajari. Baca perlahan supaya benar-benar memahami maksud penjelasannya.
1. Posisi Tubuh
Ubun-ubun harus berada di anatara permukaan air. Dalam artian kepala anda harus mengapung di air, sebagian berada di luar dan sebagiannya lagi berada di dalam air.
Selanjutnya pastikan tubuh anda lurus. Kepala, bahu dan panggul anda harus berada dalam garis lurus di air. Tubuh jangan terlalu dalam di air.
2. Gerakan dan Teknik Sapuan Tangan
Ini adalah teknik renang gaya kupu-kupu yang paling sulit dikuasai. Banyak orang yang akhirnya menyerah. Namun kalau anda mau bisa tentunya harus terus latihan.
Untuk mempermudah mempelajari teknik renang gaya kupu-kupu bagian tangan ini, kita akan membaginya menjadi tiga langkah:
Yang pertama adalah gerakan awalan. Rentangkan tangan anda ke depan di atas air. Namun pastikan sikut anda lebih tinggi sedikit. Posisi badan dan kaki tetap lurus.
Gerakan kedua adalah memasukkan tangan ke dalam air. Masukkan lengan dengan ibu jari terlebih dahulu. Saat mulai masuk dalam air, buka tangan hingga membentuk huruf Y. Selain itu pastikan juga siku anda tetap tinggi.
Fokuslah untuk mempertahankan posisi siku yang tinggi ini selama menarik tangan ke dalam air. Ini dilakukan supaya memaksimalkan daya dorong dan meminimalkan hambatan.
Gerakan ketiga dorong lengan anda ke samping tubuh lalu keluarkan dari dalam air dengan agresif. Ini akan membantu tubuh anda tetap berada di permukaan air.
Ketika tangan keluar dari air anda bisa merentangkan lengan lalu ulangi lagi dari gerakan pertama. Begitu seterusnya hingga garis finish.
3. Gerakan Kaki Lumba-Lumba
Gerakan kaki dalam teknik renang gaya kupu-kupu juga cukup sulit. Bahkan atlet yang profesional masih suka salah melakukannya dan akhirnya kehilangan waktu.
Sekali lagi, teori ini mungkin berguna untuk anda memvisualisasikan. Namun yang paling penting adalah terse berlatih.
Tendangan lumba-lumba ini dimulai dari pinggul dengan lutut sedikit ditekuk dan kaki memecahkan permukaan air. Intinya kekuatan utamanya ada di pinggul anda.
Poin penting selanjutnya adalah pergelangan kaki anda benar-benar harus rileks. Kaki juga harus selalu rapat.
Pastikan kedua kaki bergerak serempak dan tetap saling menempel untuk menjaga tekanan air secara efisien.
Poin penting terakhir adalah anda perlu melakukan gerakan lumba-lumba ini sebanyak dua kali dalam satu siklus putaran lengan atau tangan.
Rinciannya, anda melakukan gerakan tendangan ini saat tangan masuk ke dalam air. Selanjutnya lakukan lagi ketika tangan keluar untuk membantu gerakan renang lebih cepat.
Kedua tendangan dalam teknik renang gaya kupu-kupu gerakan kaki ini sebenarnya punya intensitas berbeda dengan fungsi masing-masing.
Tendangan awal disebut juga sebagai tendangan kecil. Saat lengan menghasilkan momentum ke depan, tendangan kecil membutuhkan tenaga yang lebih sedikit.
Tendangan berikutnya, yang disebut tendangan besar, terjadi saat lengan muncul dari air. Mengingat hilangnya momentum selama fase ini, tendangan yang lebih kuat diperlukan untuk mendorong tubuh ke depan.
Nah, kesalahan yang sering dilakukan oleh perenang pemula adalah tidak bisa mempertahankan pola tendangan tersebut. Dengan kata lain tidak bisa membedakan antara tendangan kecil dan besar.
4. Teknik Pernapasan
Sama seperti gaya renang lainnya, renang gaya kupu-kupu juga membutuhkan teknik pernapasan yang tepat supaya tidak mengganggu gerakan renang.
Namun kalau anda sudah bisa menguasai teknik pernapasan renang gaya gaya dada, melakukannya pada renang gaya kupu-kupu bisa dipelajari dengan lebih mudah karena mirip.
Gunakan bahu untuk mengangkat kepala secara alami seiring dengan gerakan tubuh anda yang bergelombang.
Selanjutnya dagu harus berada di depan dahi. Dengan kata lain anda harus memajukan tulang rahang anda ke depan saat melakukannya.
Selanjutnya tarik napas cepat lewat mulut. Turunkan kepala anda sebelum lengan masuk kembali ke dalam air. Terakhir, hembuskan napas di dalam air melalui hidung dan mulut.
Yang perlu anda tau adalah beberapa atlet renang lebih suka bernapas menyamping. Ini dilakukan dengan memutar leher alih-alih mengangkat kepala.
Gerakan seperti ini dapat membantu menjaga tubuh tetap rendah di dalam air. Namun beberapa orang merasa gerakan memutar leher tidak nyaman.
Kesimpulannya anda perlu melakukan teknik pernapasan renang gaya kupu-kupu ini dengan nyaman.











