Teknik pernapasan adalah salah satu unsur penting ketika berenang, termasuk ketika melakukan renang gaya bebas.
Teknik pernapasan renang gaya bebas yang benar akan membantu anda dalam melakukan gerakan. Selain itu anda juga akan lebih cepat berenangnya.
Yang perlu anda ketahui, melakukan teknik pernapasan renang gaya bebas yang benar memang agak sulit khususnya buat yang baru mulai belajar renang.
Baca Juga
Bahkan atlet profesional pun sering melakukan kesalahan yang menyebabkan mereka kehilangan waktu. Karena itu anda perlu banyak latihan.
Daftar Isi
Mengapa Penting Bernapas Ketika Berenang?
Sebagian orang mungkin kuat menahan napas di dalam air. Mereka merasa jadi tidak terganggu harus melakukan teknik bernapas ketika berenang.
Namun sebenarnya ini kurang baik. Karena udara yang kita hirup ini punya fungsi bukan hanya untuk kita bernapas.
Peran udara dalam berenang sendiri ada dua. Yang pertama jelas untuk bernapas. Ini akan menambah energi anda ketika berenang sehingga tidak tenggelam.
Peran yang kedua adalah untuk memenuhi paru-paru dengan udara. Semakin banyak oksigen maka semakin penuh paru-paru.
Bukan tanpa alasan. Paru-paru yang berisi udara ini akan membantu anda mengapung di permukaan air. Dengan begitu renang gaya bebas yang anda lakukan akan semakin lancar.
Daya apung yang baik juga akan berpengaruh terhadap teknik renang gaya bebas yang anda lakukan. Semakin bagus daya apung tubuh anda di permukaan air, semakin mudah anda melakukan teknik yang benar.
Teknik berenang yang benar membuat anda jadi tidak cepat lelah. Dengan kata lain, teknik pernapasan renang gaya bebas yang benar membuat anda semakin efektif menggunakan energi saat berenang.
Pentingnya Teknik Pernapasan Renang yang Benar
Kita sudah memahami mengapa penting bernafas saat berenang. Namun melakukannya juga harus benar.
Bernafas ketika berenang bukan hanya untuk memenuhi paru-paru dengan udara. Tapi tekniknya juga harus dilakukan seirama dengan gaya renang yang anda lakukan.
Sebagai contoh anda hanya mengambil napas ketika paru-paru mulai terasa perih. Hal ini akan mengakibatkan perubahan yang tidak terkendali pada posisi tubuh anda. Ini akan membuat anda tidak bisa berenang lurus.
Alasan kedua pentingnya teknik pernapasan yang benar adalah untuk mempertahankan daya apung. Daya apung sendiri jadi basic gerakan renang apapun.
Posisi tubuh anda ketika melakukan renang gaya bebas harus sejajar antara kepala, pinggul dan punggung serta kaki.
Kalau anda melakukan teknik pernapasan yang salah, biasanya kaki akan mulai turun ke bawah. Ini akan menghambat laju anda dalam berenang.
Teknik Pernapasan Renang Gaya Bebas yang Benar
Teknik pernapasan renang gaya bebas yang benar harus dilakukan dengan meminimalisir gangguan dalam gerakan tersebut. Karena pastinya anda harus menggerakkan kepala. Gerakan tersebut kalau tidak benar malah membuat teknik gaya bebas anda bermasalah.
Berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan latih terus menerus ketika melakukan teknik pernapasan renang gaya bebas.
1. Bernapas Sedikit dan Cepat
Ketika mengambil napas biasanya kita berusaha untuk menarik udara sebanyak mungkin. Namun kalau demikian kepala anda akan lebih lama dalam posisi yang tidak lurus. Kembali lagi, ini akan mengganggu gerakan renang anda.
Yang benar adalah ketika anda mulai menggerakkan kepala, ambil napas secepat mungkin. Memang akan sedikit yang diambil tapi ini tidak masalah karena anda bisa mengulanginya beberapa kali.
Ini juga berkaitan dengan menghembuskan napas tersebut. Banyak yang masih salah paham dengan menahan napas saat berada di dalam air. Padahal ketika anda menarik napas, harus langsung menghembuskannya ketika kepala masuk lagi ke dalam air.
Karena itu biasanya ketika melakukan renang gaya bebas para atlet profesional terlihat sering mengambil napas.
Bukan karena mereka tidak kuat. Namun pada dasarnya bernapas di dalam air harus seperti bernapas ketika kita berada di luar air.
2. Bernapas di Rentang Waktu yang Stabil
Disarankan untuk melakukan teknik pernapasan renang gaya bebas ini dalam rentang waktu yang stabil. Dalam artian jika anda bernapas setelah tiga kali gerakkan lengan, ini harus konstan hingga anda mencapai garis finish.
Hal ini dilakukan agar ritme tubuh anda tidak terganggu. Karena ketika melakukan renang gaya bebas semua bagian tubuh akan bergerak. Karena itu dibutuhkan koordinasi yang baik supaya gerakan tidak berantakan.
3. Memutar Kepala, Jangan Diangkat
Bagi pemula biasanya wajar kalau ketika bernapas mengangkat sedikit kepalanya. Tapi anda harus membetulkan teknik ini.
Karena yang benar adalah anda harus benar-benar menggunakan otot leher ketika menggerakkan kepala ke samping. Saat bernafas, leher saja yang berputar, kepala jangan ikut terangkat.
Mengangkat kepala berarti anda menggerakkan sedikit otot bagian bahu. Otot bahu sendiri adalah bagian utama untuk melakukan teknik lengan dalam renang gaya bebas.
Dengan begitu ketika anda mengangkat kepala atau menggerakkan otot bahu ini akan mengganggu gerakan renang. Kembali lagi, ini akan menghambat gerakan renang anda.
Kapan Harus Mengambil Napas Ketika Melakukan Renang Gaya Bebas?
Sudah dijelaskan kalau anda perlu mengambil napas dalam rentang waktu yang stabil. Sudah dicontohkan juga hal ini dilakukan dalam setiap 3 gerakan tangan.
Namun tentu saja ini bergantung pada seberapa ahli anda menguasai teknik renang gaya bebas tersebut. Selain itu juga seberapa lama waktu yang anda tempuh hingga mencapai finish.
Sebagai panduan, jika anda berenang kurang dari 30 detik hingga finish, bernapas sesedikit mungkin perlu dilakukan.
Tekniknya anda harus mengambil napas dengan maksimal lewat hidung dan mulut dan hembuskan secara perlahan di dalam air. Ini akan membuat anda bertahan lebih lama di dalam air.
Kalau anda berenang dengan waktu 30 hingga 75 detik, anda bisa mengambil napas setelah dua hingga empat kali gerakan tangan.
Tidak perlu mengambil napas secara maksimal. Lakukan pernapasan seperti biasa saja.
Kalau anda berenang lebih dari 75 detik hingga finish, maka harus semakin banyak oksigen baru yang anda ambil saat bernapas. Ini berarti anda harus lebih sering lagi bernapas. Bernapas setiap satu kali gerakan tangan adalah yang paling efektif.











