Bagi banyak orang, semua beton pengecoran sama saja. Beton ya beton! Namun, sebenarnya ini merupakan hal yang berbeda.
Dalam dunia konstruksi, tidak sesederhana itu. Mulai dari material hingga cara pengaplikasiannya, material campuran semen yang digunakan tersebut bisa berbeda-beda nama.
Begitupun ketika kita membuat kolam renang. Coran yang digunakan sebenarnya punya material yang hampir sama. Namun bisa jadi beda nama ketika prosesnya yang dilakukan juga berbeda.
Baca Juga
Secara umum, pengecoran terdapat tiga jenis. Yang sering digunakan adalah beton atau pembetonan. Kemudian, jika anda baru dengar, ada juga yang disebut gunite dan shortcrete.
Pertanyannya, bisakah dua jenis yang lain tersebut digunakan ketika membuat kolam renang? Jawabannya, tentu saja bisa!
Lebih lengkapnya kita akan bahas dalam artikel ini terkait perbedaan beton, gunite dan shortcrete utamanya dalam konstruksi kolam renang.
Untuk menambah wawasan anda, sebaiknya baca terus artikel ini sampai habis agar memperoleh informasi yang komprehensif.
Beton
Beton adalah campuran air, semen, pasir, dan agregat kasar, yang biasanya berupa kerikil atau batu. Seperti disebutkan, material ini paling umum digunakan pada konstruksi kolam renang.
Semen mengikat pasir bersama agregat dan hasilnya, setelah mengeras, digunakan untuk membangun berbagai macam hal. Hal ini sama lazimnya dengan batu bata dan mortir dalam pembuatan rumah.

Keunggulan menggunakan beton buat konstruksi kolam renang adalah tidak memerlukan banyak tempat. Pencampurannya seperti biasa saja dan bisa dilakukan di dekat kolam renang.
Daftar Isi
Gunite
Ada dua hal utama yang membedakan gunite dengan beton. Pertama, tidak seperti beton yang menggunakan agregat besar dan kecil, gunite hanya menggunakan partikel kecil, yakni kerikil kecil atau pasir sebagai campuran semen.
Perbedaan lainnya adalah pada saat anda menambahkan air. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, beton merupakan campuran yang sudah jadi.
Sementara itu, gunite merupakan campuran kering yang ditembakkan melalui selang kemudian air ditambahkan pada titik pengecoran.
Tidak seperti beton, saat membangun kolam renang gunite, anda bisa berhenti dan memulai tanpa masalah. Proses ini juga membantu memberikan hasil akhir yang lebih halus.
Dengan teknisi yang terampil, campuran semen dapat disesuaikan pada titik pengiriman air sesuai kebutuhan. Jenis ini juga terkenal tidak mudah retak dibandingkan beton.

Namun, menggunakan gunite bisa lebih memakan waktu untuk diaplikasikan daripada beton karena anda perlu melakukan pencampuran di tempat.
Selain itu, prosesnya rentan terjadi penyumbatan akibat campuran kering yang menyumbat pipa atau nozzle selang.
Teknisinya juga membutuhkan lebih banyak keterampilan daripada beton. Di sisi lain, penyemrpotan akan menimbulkan pantulan yang bisa jadi malah berantakan.
Terakhir, gunite membutuhkan selang dan molen sebagai tempat pencampuran material pengecoran. Dengan begitu, dibutuhkan tempat yang lebih luas kalau mau menggunakan jenis pengecoran ini.
Shotcrete
Material shotcrete hampir sama dengan beton, yaitu campuran yang sudah jadi. Namun, yang berbeda adalah cara pengaplikasiannya. Alih-alih dituang, shotcrete ditembakkan dari selang dengan kecepatan tinggi layaknya gunite.

Menariknya, di luar konstruksi kolam renang di mana keduanya merupakan proses yang berbeda, gunite dan shotcrete digunakan secara bergantian untuk menggambarkan proses beton yang ditembakkan dari selang.
Masih bingung? Jadi, shorcrete merupakan proses pengecoran dengan menggunakan material yang sama dengan beton namun pengaplikasiannya sama dengan gunite. Kalau begini, lebih mudah dipahami bukan?
Penutup
Untuk pembuatan kolam renang di Indonesia, masih lazim digunakan proses beton atau pembentonan yang konvensional.
Hal ini biasanya disebabkan karena kases yang terbatas. Rumah-rumah di Indonesia pun lahannya banyak digunakan untuk bangunan sehingga lahan sekitaran kolam jadi sempit.
Gunite dan shorcrete sendiri di Indonesia banyak digunakan untuk membuat bangunan besar seperti gedung perkantoran.
Namun, di luar proses pengecoran tersebut, yang patut diperhatikan adalah hasil akhir pekerjaan. Jika dilakukan dengan benar, mau menggunakan jenis manapun akan membuat kolam renang anda awe











