Pengujian kadar air kolam renang perlu dilakukan secara rutin, tergantung parameter mana yang sudah tidak ideal.
Lantas, apa saja parameter pengujian kadar air kolam renang yang harus dilakukan? Kami akan jelaskan dalam artikel ini.
Pengujian ini penting untuk menjaga air kolam renang tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan kapanpun.
Baca Juga
Daftar Isi
Pengertian Uji Kadar Air
Sebelum membahas apa saja parameter pengujian kadar air kolam renang, baiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan uji kadar air kolam renang.
Kadar air kolam renang adalah kandungan di dalam air kolam renang yang akan menentukan kualitas air tersebut.
Semenetara pengujian kadar air kolam renang merupakan proses untuk mengetahui berapa kadar zat-zat yang ada di kolam renang.
Zat-zat tersebut harus berada dalam kisaran yang ideal karena mereka mempengaruhi kebersihan dan keamanan air kolam renang.
Nah, parameter pengujian kadar air kolam renang sendiri berdasarkan zat-zat yang akan diuji dalam uji kadar air ini.
Parameter Pengujian Kadar Air Kolam Renang
Pengujian kadar air kolam renang sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal memastikan zat-zat atau parameter pengujian kadar air kolam renang ini tetap dalam kondisi ideal.
Di sini, kami akan bagi menjadi dua kategori parameter pengujian kadar air kolam renang, yang wajib dilakukan dan dalam kondisi tertentu.
1. Parameter Wajib
Ada dua parameter wajib dalam pengujian kadar air kolam renang, yakni kandungan klorin dan pH air kolam renang.
a. Klorin
Klorin adalah zat yang berfungsi mencegah pertumbuhan mikroorganisme di dalam air. Salah satu yang paling memusingkan pemilik kolam renang adalah ganggang hijau.
Klorin sendiri merupakan zat yang terkandung dalam kaporit. Dengan begitu, pengujian ini bisa dilakukan jika anda telah memasukkan kaporit ke kolam renang.
Untuk kadar yang direkomendasikan, klorin berada di kisaran 1 hingga 3 ppm. Namun, idealnya berada di kisaran 1 hingga 1,5 ppm.
b. pH
pH adalah tingkat keasaman air kolam renang. Tingkat keasaman sendiri berpengaruh pada keefektivitasan klorin dalam air kolam renang.
Tingkat pH netral berada di angka 7, tingkat asam antara 1 hingga kurang dari 7, serta basa lebih dari tujuh hingga 14.
Untuk kolam renang sendiri, tingkat pH yang direkomendasikan adalah antara 7,2 hingga 7,8. Jangan sampai berlebihan atau kurang.
Jika berlebihan, klorin tak akan efektif membunuh mikroorganisme dalam air kolam renang. Sementara kalau kurang bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata perenang.
2. Parameter Pilihan
Berikut ini adalah parameter pengujian kadar air kolam renang yang boleh anda lakukan di beberapa kondisi air kolam renang.
a. Alkalinitas
Ini sebenarnya penting dilakukan. Alkalinitas sendiri adalah kemampuan air untuk menetralkan asam dan menyangga pH.
Karena pH air kolam renang berada di kisaran netral menuju ke basa, butuh tingkat alkalinitas yang baik agar pH tersebut tidak cepat berubah.
Pengujian alkalinitas air kolam renang sendiri diukur dengan kandungan karbonat, bikarbonat, dan hidroksida dalam air.
b. Kesadahan
Beberapa kolam renang komersial sejatinya harus memiliki tingkat air kolam renang yang lebih bersih. Karena itu, banyak kolam renang yang memasukkan uji kesadahan air dalam parameter pengujian kadar air kolam renang.
Kesadahan sendiri menunjukkan jumlah kalsium dan magnesium yang terlarut di dalam air. Ini biasanya digunakan untuk menguji kemurnian air minum.
Kolam renang dengan tingkat kesadahan yang tinggi bisa membuat baju renang rusak. Selain itu bisa bisa menyebabkan masalah jika terminum.
c. Besi dan Tembaga
Besi dan tembaga adalah dua jenis logam yang kerap ditemukan di dalam air kolam renang. Ini karena adanya peralatan kolam renang yang menggunakan dua jenis logam tersebut sebagai bahan dasarnya.
Namun, besi dan logam tidak hanya dihasilkan karena peralatan, bisa juga karena penambahan algasida yang terlalu banyak.
Namun, saat ini peralatan kolam renang sudah memiliki bahan yang tahan terhadap korosi seperti stainless steel.
Sementara algasida bukan chemical utama perawatan kolam renang dan sifatnya hanya membantu mencegah pertumbuhan ganggang hijau.
d. Nitrat
Nitrat (NO3-) adalah senyawa kimia alami yang merupakan bentuk utama nitrogen di perairan dan tanah. Dalam air kolam renang, nitrat adalah nutrisi untuk ganggang hijau.
Pengujian ini biasanya dilakukan ketika anda menggunakan air sumur untuk mengisi kolam renang.
Namun, saat ini kebanyakan kolam renang menggunakan air PDAM atau air gunung untuk mengisi kolam renang. Di Dimulti Pool pun kami menyarankan yang sama.
e. Fosfat
Pengujian fosfat biasanya dilakukan karena khawatir akan semakin banyak alga atau ganggang hijau yang bisa tumbuh di kolam renang. Fosfat sendiri diyakini sebagai makanan yang paling disukai ganggang hijau.
Sama seperti nitrat, pengujian fosfat dilakukan kalau anda menggunakan air tanah untuk mengisi air kolam renang.
Penutup
Itulah penjelasan tentang parameter pengujian kadar air kolam renang apa saja yang perlu anda lakukan.
Untuk pH dan klorin, pengujian dilakukan dalam tiga waktu, yakni ketika kadarnya menurun, ketika menambahkan air baru, serta setelah melakukan vakum kolam renang.
Sementara pengujian parameter lainnya bisa anda lakukan ketika terdapat dampak negatif yang berhubungan dengan masing-masing zat tersebut.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool untuk melakukan perawatan kolam renang, termasuk pengujian kadar air kolam renang, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











