Banyak hal yang harus diperhatikan ketika akan membangun kolam renang, mulai dari lokasi dan yang terpenting biaya.
Namun, kali ini kita akan membahas faktor lokasi yang menentukan untuk membangun kolam renang. Lokasi sendiri, selain lahan, yang harus diperhatikan adalah kontur tanahnya.
Alangkah lebih baik jika tanah lokasi pembangunan kolam renang merupakan tanah padat, bukan urugan (dipadatkan) atau tanah gembur yang punya kontur empuk.
Baca Juga
Tapi, bagaimana jika harus melakukan pembangunan kolam renang di tanah yang empuk? Apakah tetap bisa digunakan sebagai lokasi pembangunan kolam renang? Simak terus artikel ini untuk mengetahui jawabannya.
Daftar Isi
Kontur Tanah yang Cocok untuk Lokasi Kolam Renang
Seperti disebutkan sebelumnya, jika bebicara kondisi ideal maka kontur tanah yang cocok untuk pembangunan kolam renang adalah tanah alami.
Tanah ini sudah jelas tidak empuk seperti urugan atau tanah gembur. Sehingga proses konstruksi pun akan lebih cepat.
Senior Engineer Dimulti Pool, Ahmad Arifin, menjelaskan, pondasi kolam renang itu hampir sama ketika membuat rumah. Perlu ditancapkan ke dalam tanah agar kuat, terutama terhadap guncangan.
“Funsginya kalau ada guncangan, konstruksinya gak bergeser. Sebenarnya sama seperti konstruksi rumah,” jelas Arifin.
Tanah yang empuk atau gembur tidak akan sekuat tanah alami. Ketika guncangan terjadi, bangunan di atasnya jika tidak dikerjakan dengan baik bisa dipastikan rusak bahkan hancur.
Pembangunan kolam renang di tanah yang empuk atau gembur sendiri membutuhkan perlakukan khusus. Namun, bukan berarti tidak bisa dikerjakan.
Membangun Kolam Renang di Tanah yang Empuk
Membangun kolam renang di tanah yang empuk seperti ini harus menggunakan peralatan khusus yang dinamakan Strauss Pile atau bor manual. Terkadang malah harus memakai Bore Pile.
Strauss Pile merupakan salah satu jenis pondasi struktur untuk konstruksi bangunan yang dikerjakan tanpa menggunakan peralatan mesin, dibangun dengan cara menggali tanah secara manual memanfaatkan alat bor auger.
Sementara Bore Pile pondasi yang menggunakan teknik pengeboran dengan menggunakan mesin dan menggunakan peralatan, sistem, dan teknisi yang bisa dibilang profesional dan sarat akan pengalaman.
Arifin memaparkan, penggunaan kedua alat tersebut bertujuan untuk menemukan tanah terkeras setelah kontur yang empuk tadi. Nantinya, konstruksi atau pondasi kolam renang dibangun di atas/dalam tanah yang keras tersebut.
“Kalau Strauss Pile atau Bore Pile itu sebenarnya itu kita bor dari pemukaan tanah sampai ketemu tanah yang paling keras,” papar Arifin.
Penggunaan Strauss Pile atau Bore Pile pada proses ini sendiri tergantung tingkat kegemburan tanah. Jika lapisannya cukup tebal, maka lebih baik menggunakan Bore Pile.
Arifin mencontohkan salah satu proyek yang dikerjakan Dimulti Pool di daerah BSD, Tangerang Selatan. Daerah ini sendiri dahulu adalah rawa.
Pembangunan perumahan yang pesat membuat developer dan kontraktor memutuskan untuk mengurug rawa-rawa tersebut. Dengan demikian, kontur tanah di lokasi ini cenderung lebih empuk.
Arifin memaparkan, dalam kasus ini kontraktor kolam rennag tidak mungkin menggunakan Strauss Pile karena ketebalan tanah urugan sangat tebal. Apalagi kawasan ini banyak dibangun perumahan mewah yang bentuknya besar-besar.
“Kontur tanah juga sangat berpengaruh. Misalnya di BSD, itu kan tanah urugan. Kebetulan posisinya agak naik. Nah, otomatis itu kita harus atau Bore Pile,” ungkap Arifin.
Pembangunan Kolam Renang Bekas Kolam Ikan
Bagiamana dengan pembangunan kolam renang bekas kolam ikan? Dimulti Pool sendiri, kata Arifin, pernah mengerjakannya.
Ia menjelaskan, kolam ikan akan membuat tanah konstruksinya menjadi empuk. Apalagi jenis kolam ini tidak dilakukan treatment rutin layaknya kolam renang. Kondisi konstruksinya sulit dipantau.
Namun, karena areanya tidak terlalu besar dan kondisi tanah di sekitarnya alami, maka diputuskan untuk menggunakan Staruss Pile untuk menggali tanah.
“Pernah juga bekas kolam ikan, dibikin kolam renang. Tanahnya bener-bener empuk. Kita Strauss Pile sampai 12 meteran,” jelasnya.
1. Pengurasan
Sebelum dilakukan konstruksi, tentunya harus dilakukan pengurasan. Lama pengurasan kolam renang tergantung volume air.
Di proyek ini, karena volume air tidak terlalu banyak, pengurasan dilakukan selama satu hari menggunakana mesin penyedot air.
2. Penggalian
Karen basic penggalian kolam ikan sudah cukup untuk ukuran kolam renang, maka kami tidak menggali lagi untuk kebutuhan badan kolam renang.
Namun, catatan ini HARUS digarisbawahi. Meskipun ukuran kolam ikan sudah sama, tapi strukturnya tentu saja berbeda. Karena itu, untuk struktur, kita akan bshas di poin selanjutnya.
3. Struktur
Struktur kolam renang berbeda dengan kolam ikan. Kolam ikan tidak membutuhkan pondasi. Sementara kolam renang, layaknya rumah, harus memiliki pondasi.
Karena pada proyek ini bekas kolam ikan yang tanahnya jadi lembek, maka dibutuhkan penggalian struktur lebih dalam menggunakan bore pile atau strauss pile, tergantung ukurannya.
Penutup
Itulah penjelasan bagaimana membangun kolam renang di tanah yang empuk. Jika anda punya kondisi serupa, jangan ragu untuk menggunakan jasa Dimulti Pool.
Dari artikel di atas, sudah terbukti bahwa Dimulti Pool berpengalaman mengerjakan proyek seperti ini, karena kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan.
Karena itu, pastikan anda menggunakan kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti jika ingin membuat fasilitas ini.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











