Melakukan Desain dan Konstruksi Kolam Renang Bekas Kolam Ikan pada proyek di Cikarang. Apa saja langkah-langkahnya?
Kalau anda punya kolam ikan yang ingin dirubah menjadi kolam renang, tentu ini bisa saja dilakukan. Namun, anda juga harus memperhatikan bagaimana menentukan desain dan konstruksi kolamnya. Jika tidak mau ribet, Anda bisa menggunakan layanan jasa konstruksi kolam renang.
Anyway…
Baca Juga
Seperti proyek Dimulti Pool di Cikarang, Jawa Barat, milik Bapak Ali ini. Kami mengerjakan kolam renang bekas kolam ikan dengan ukuran 10 x 5 meter dengan kedalaman variasi antara 1,2 hingga 1,5 meter.
Simak artikel ini jika anda ingin membuat kolam renang serupa, terutama menjawab pertanyaan bagaimana desain yang dibuat serta proses konstruksinya.
Daftar Isi
Overview Proyek
Sebelum mengetahui bagaimana desain yang sesuai dalam proyek tersebut, ada baiknya perhatikan terlebih dahulu tentang ukuran kolam renang dalam proyek ini. Berikut rinciannya:
- Ukuran: 10 x 5 meter, kedalaman 1,2 – 1,5 meter
- Volume Maksimal Air: 10 x 5 x (1,2 x 1,5 : 2) = 67,5 meter kubik atau 67500 liter air
- Sistem Sirkulasi: Semi-Overflow
- Pelapis Finishing: Mozaik
- Bibir Kolam: Batu Alam Andesit
- Pompa: 1,5 HP, 1 Unit
- Waktu Pengerjaan: 4 bulan
Perubahan Desain
Desain Kolam Ikan – Awal
Seperti dijelaskan, kolam renang ini dibuat dari bekas kolam ikan. Kolam ikannya sendiri berbentuk persegi panjang, dengan ukuran 9 x 5 meter. Berikut gambarnya:

Desain Kolam Renang
Kolam renang yang dibuat dari bekas kolam ikan ini memiliki tambahan desain kolam anak dengan dengan bentuk setengah lingkaran.
Diamater kolam anak tersebut sebesar 2 meter. Dengan begitu, panjang keseluruhan kolam renang ini jadi bertambah sekitar 1 meter, menjadi 10 x 5 meter. Berikut gambarnya:

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Perubahan Desain
Dengan penambahan kolam anak, pastinya membutuhkan lahan yang lebih panjang.
Selain itu, kolam renang milik Pak Ali ini menggunakan sistem sirkulasi semi-overflow, di mana membutuhkan lahan tambahan untuk gutter dan balancing tank serta ruang mesin.
Untuk gutter, ukurannya berkisar antara 30-50 cm. Karena kolam ini menggunakan sistem semi-overflow (bukan full overflow), gutter hanya ada di sisi panjang kolam. Untuk sistem full overflow, gutter berada di seluruh sisi kolam renang.
Untuk balancing tank dan ruang mesin, membutuhkan masing-masing lahan 1,5 meter kubik. Ini adalah ukuran ideal untuk kolam renang rumahan.
Dalam proses desain, kebutuhan lahan ini harus diperhatikan. Apalagi, kolam ikan tidak mebutuhkan balancing tank dan gutter. Sementara ruang mesinnya tak sebesar kolam renang.
Desain yang presisi sesuai ukuran lahan yang tersedia menjadi kunci sukses dalam proyek ini.
Proses Konstruksi
Pengurasan
Sebelum dilakukan konstruksi, tentunya harus dilakukan pengurasan. Lama pengurasan kolam renang tergantung volume air.
Di proyek ini, karena volume air tidak terlalu banyak, pengurasan dilakukan selama satu hari menggunakana mesin penyedot air.
Penggalian
Karen basic penggalian kolam ikan sudah cukup untuk ukuran kolam renang, maka kami tidak menggali lagi untuk kebutuhan badan kolam renang.
Namun, catatan ini HARUS digarisbawahi. Meskipun ukuran kolam ikan sudah sama, tapi strukturnya tentu saja berbeda. Karena itu, untuk struktur, kita akan bshas di poin selanjutnya.
Struktur
Struktur kolam renang berbeda dengan kolam ikan. Kolam ikan tidak membutuhkan pondasi. Sementara kolam renang, layaknya rumah, harus memiliki pondasi.
Karena pada proyek ini bekas kolam ikan yang tanahnya jadi lembek, maka dibutuhkan penggalian struktur lebih dalam menggunakan bore pile atau strauss pile, tergantung ukurannya.
Tujuan dilakukan langkah ini adalah untuk menguatkan pondasi kolam renang. Perlu diingat, kolam renang akan direndam air hampir sepanjang waktu dengan beban yang sangat berat. Karena itu, pondasi yang kokoh amat diperlukan.











