Dalam perawatan kolam renang, menjaga kadar air ideal adalah wajib dilakukan. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan kita saat berenang.
Penggunaan bahan kimia harus dikontrol kadarnya agar kandungannya dalam air tidak berlebihan maupun kurang. Jika tidak berbagai masalah bisa timbul.
Beberapa parameter yang diuji dalam kadar air kolam renang adalah pH, alkalinitas, dan kandungan klorin.
Baca Juga
Namun, di balik semua fungsi tersbut, menjaga kadar air kolam renang tetap ideal juga harus dilakukan agar tidak merusak lapisan waterproof kolam renang.
Daftar Isi
Apa Itu Waterproofing?
Waterproofing kolam renang adalah mengaplikasikan membran kedap air pada permukaan kolam renang.
Tujuan utama dari waterproofing kolam renang adalah untuk melindungi lapisan beton dari air kaporit yang ada di dalam kolam renang dan mencegah rembesan air, kebocoran, dan erosi.
Anda dapat menggunakan semen tahan air (cementitious waterproofing), mortar tahan air, nat tahan air, cat tahan air, dan plester tahan air untuk proses ini.

Pengaplikasiannya haris dilakukan pada bahan yang dapat ditembus air di kolam rennag seperti beton dan batu bata.
Sementara itu, anda tidak boleh melakukan waterproofing pada material yang terbuat dari bahan kedap air seperti fiberglass, vinil, dan logam.
Kadar Air Ideal untuk Menjaga Lapisan Waterproof Kolam Renang
1. Temperatur
Suhu yang direkomendasikan untuk menjaga lapisan waterproof adalah antara 78 hingga 82 derajat Fahrenheit (25 hingga 28 derajat Celcius).
Suhu kolam renang tidak boleh naik atau turun terlalu banyak dari waktu ke waktu karena fluktuasi suhu dapat merusak lapisan kedap air ini.
Ketika suhu kolam renang meningkat, hal ini dapat memperluas struktur kolam renang dan lapisan kedap air.
Pada beberapa kasus, jika suhu air kolam renang berada di bawah titik beku, hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar.
Air mengembang saat membeku dan pemuaian ini dapat menyebabkan retakan pada lapisan kedap air kolam renang.

2. pH
Tingkat pH yang ideal untuk kolam renang adalah antara 7,2 dan 7,6. Jika tingkat pH terlalu rendah, maka akan dianggap asam. Air yang asam dapat merusak lapisan waterproof dengan kerusakan seiring waktu.
Oleh karena itu, tingkat pH kolam renang harus dijaga agar tetap terkendali untuk struktur, lapisan kedap air, dan keselamatan pengguna.
Jika tingkat pH kolam renang terlalu rendah (di bawah 7,2), maka kolam renang tersebut dianggap bersifat asam. Jika terlalu tinggi (di atas 7,6), maka kolam renang tersebut dianggap bersifat basa.
Untuk mempertahankan tingkat pH yang tepat, pemilik kolam renang dapat menggunakan penambah atau penurun pH untuk menyesuaikan keasaman atau kebasaan air.
3. Klorin
Kadar klorin yang lebih tinggi dalam air kolam renang dapat merusak lapisan kedap air, struktur kolam renang, dan tulangan pada struktur kolam renang.
Hal tersebut karena klorin dapat menyebabkan korosi pada komponen logam atau merusak beberapa jenis batu dan beton.
Untuk mencegah hal ini, anda harus menjaga tingkat klorin yang ideal untuk kolam renang antara 1,0 dan 3,0 bagian per juta (ppm).
Berapa Lama Lapisan Bisa Bertahan?
Kolam renang yang dilakukan proses waterproofing dengan baik tidak perlu memperbaikinya selama 10 hingga 15 tahun, atau bahkan lebih lama lagi.
Beberapa produsen waterproofing maupun kontraktor kolam renang juga memberikan garansi berkisar antara 10 hingga 25 tahun.
Umur waterproofing kolam renang dapat bergantung pada beberapa faktor, termasuk kualitas bahan yang digunakan, kualitas pengerjaan, jenis kolam renang, dan seberapa baik perawatan kolam renang.
Kolam renang fiberglass cenderung memiliki daya tahan yang lebih lama karena fiberglass itu sendiri secara alami tahan terhadap air. <DP>











