Perlindungan bangunan dari kerusakan yang disebabkan oleh air sangat penting untuk ketahanan strukturnya, termasuk kolam renang.
Seperti diketahui, air adalah musuh utama dalam pembuatan bangunan. Karena itu, biasanya setiap bangunan akan dilakukan proses waterproofing atau pelapisan zat tahan air ketika proses konstruksi.
Begitupun kolam renang. Apalagi “bangunan” ini akan direndam air hampir sepanjang waktu. Karena itu, proses waterproofing kolam renang sebagai salah satu tahapan pembuatan kolam renang yang benar wajib dilakukan.
Baca Juga
Kami akan jelaskan segala hal tentang waterproofing kolam renang, berikut material apa saja yang bisa digunakan hingga langkah mengaplikasikannya.
Daftar Isi
Pengertian Waterproofing
Waterproofing adalah proses pelapisan permukaan bangunan dengan bahan khusus untuk membuatnya kedap air. Waterproofing penting untuk mencegah kebocoran dan kerusakan akibat air.
Waterproofing dapat diaplikasikan pada berbagai area, seperti: Kamar mandi, Balkon, Atap beton, Dinding, Basement, Ground water tank, hingga kolam renang.
Fungsi Waterproofing
Setidaknya ada tiga fungsi waterproofing kolam renang. Semuanya juga berhubungan terhadap masalah yang ditimbulkan oleh air.
1. Menjaga Integritas Struktur Kolam Renang
Salah satu alasan utama mengapa waterproofing sangat penting untuk kolam renang adalah untuk menjaga integritas strukturnya.
Paparan bahan kimia dalam air yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan serius pada struktur kolam renang.
Tanpa sistem waterproofing yang efektif, air dapat merembes ke dalam pondasi kolam renang, menyebabkan keretakan, erosi, dan stabilitas yang terganggu.
Seiring waktu, masalah ini dapat meningkat, membutuhkan perbaikan yang ekstensif dan mahal.
2. Mencegah Kebocoran
Ini bisa dibilang fungsi utama waterproofing kolam renang. Kebocoran kolam renang bukan hanya bermasalah buat lingkungan, tetapi juga dapat menguras dompet anda.
Kolam renang yang tidak kedap air dapat mengakibatkan kehilangan air yang cukup besar karena kebocoran.
3. Menjaga Kebersihan Kolam Renang
Berhubungan dengan poin sebelumnya, air yang merembes melalui dinding dan lantai kolam renang dapat membawa serta kotoran, puing-puing, dan bakteri.
Hal ini dapat menyebabkan penumpukan ganggang, jamur, dan mikroorganisme berbahaya lainnya, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan.
4. Umur Panjang Kolam Renang dan Efisiensi Biaya
Berinvestasi dalam sistem waterproofing berkualitas tinggi adalah pendekatan yang sangat bagus dan wajib dilakukan, utamanya untuk memperpanjang umur kolam renang anda.
Dengan melindungi struktur kolam renang dan mencegah kerusakan yang berhubungan dengan air, sistem waterproofing secara signifikan mengurangi kebutuhan untuk perbaikan dan renovasi yang mahal.
Sistem ini juga akan melindungi efek merugikan dari kelembaban, bahan kimia, dan elemen-elemen, yang pada akhirnya menghemat waktu, tenaga, dan uang dalam jangka panjang.
Material Waterproofing
Untuk melakukan waterproofing kolam renang, ada berbagai material yang bisa digunakan. Meski begitu, semen epoksi adalah yang paling populer.
1. Semen Epoksi
Yang paling populer dan direkomendasikan dalam waterproofing kolam renang adalah menggunakan semen epoksi.
Epoksi terbuat dari jenis semen dan resin, yang secara khusus dirancang untuk retikulasi pada substrat semen yang lembab sekalipun.
Produk-produk ini dapat digunakan baik di dalam maupun di luar, dan membentuk lapisan kedap air yang dapat menahan daya dorong yang kuat.
Jenis produk ini biasanya terbuat dari tiga komponen dan memiliki sifat thixotropic. Thixotropy adalah sifat produk yang mengubah viskositasnya dan menjadi lebih cair ketika dikenakan gaya geser yang konstan.
2. Cat Anti Air
Cat waterproof dapat digunakan untuk waterproofing kolam renang. Ini adalah jenis pelapis khusus yang dirancang untuk menahan air dan memberikan penghalang pelindung.
Jenis bahan ini dapat digunakan untuk menutup celah dan pori-pori pada struktur kolam renang. Selain itu, jenis ini lebih menarik karena sudah terdapat warna di dalamnya.
3. Mortar Tahan Air
Mortar waterproof adalah jenis mortar yang didesain khusus untuk menahan penetrasi air pada kolam renang.
Waterproof mortar biasanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan jenis aditif tertentu yang memberikan sifat kedap air.
Ini membentuk struktur kristal yang menghalangi pori-pori dalam mortar, mencegah air merembes melalui lapisan beton kolam renang.
4. Aspal
Aspal adalah pilihan populer untuk waterproofing kolam renang karena tahan lama, tahan terhadap air dan bahan kimia, dan dapat dengan mudah diaplikasikan dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Namun, penting untuk bekerja sama dengan kontraktor kolam renang yang berpengalaman dan berlisensi untuk memastikan pemasangan dan pemeliharaan yang tepat.
Untuk memasang jenis waterproofing ini, aplikasikan lapisan bahan anti air, seperti membran polietilena atau PVC, yang dipasang di atas lantai kolam renang.
Setelah membran kedap air terpasang, lapisan aspal campuran panas diaplikasikan di atasnya. Hal ini biasanya dilakukan dalam dua lapisan atau lebih untuk memastikan ketebalan dan cakupan yang seragam.
Kemudian lapisan aspal dihaluskan dan diratakan dengan menggunakan alat dan perlengkapan khusus, lalu dibiarkan dingin dan mengeras.
Terakhir, setelah lapisan aspal mengering, lapisan finishing dapat diaplikasikan pada permukaan, seperti keramik, plester, hingga mozaik.
5. Waterproofing Polimer
Sistem waterproofing polimer cair ini punya kekuatan yang sangat kedap air sehingga dapat digunakan untuk melapisi kolam kolam renang. Ini juga dipakai untuk berbagai bangunan.
Kelebihan lain dari jenis waterproofing ini adalah sepenuhnya kedap air, tahan lama, dan berkinerja tinggi ini. Terakhir, harganya juga cenderung lebih murah.
Jenis waterproofing ini akan meregang dan bahkan dapat mengimbangi pembangunan struktur kolam renang. Artinya, anda tidak perlu menambahkan terus lapisan waterproofing ini.
Perencanaan Waterproofing
Aspek penting yang perlu dipertimbangkan saat melakukan waterproofing kolam renang adalah bahwa permukaan kolam umumnya bersentuhan dengan dua jenis air, yakni air tanah dan air di dalam kolam itu sendiri.
Di sini, kita akan bahas apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan waterproofing kolam renang agar hasilnya maksimal.
1. Air
Karena sifat air tanah yang agresif, maka perlu untuk mengevaluasi keberadaannya dengan hati-hati dan apakah bersifat konstan atau sementara.
Sedangkan untuk air di dalam kolam renang, apakah mengandung klorin dan zat-zat lain yang dapat mengganggu kestabilan struktur. Untuk alasan ini, dinding kolam harus dibersihkan dengan baik.
2. Bersihkan Permukaan
Banyak masalah yang dapat dicegah selama tahap perencanaan pembangunan atau renovasi kolam renang.
Waterproofing saja tidak cukup. Sangat penting untuk melindungi permukaan dan dinding dari semua material yang dapat mengganggu daya tahannya.
3. Perataan
Sama seperti aplikasi material lainnya untuk kolam renang, penting untuk memastikan setiap sisi kolam renang dilakukan waterproofing dengan rata.
Ini untuk memastikan ketahanan setiap sisi tersebut sama. Jangan sampai ada bagian yang lebih rentan terhadap air.
Air akan selalu mengalir ke sisi yang lebuih rendah. Dengan begitu, sisi yang punya lapisan waterproofing lebih sedikit cenderung lebih rentan bocor.
Langkah Waterproofing Kolam Renang
Waterproofing harus dilakukan pada lantai horizontal dan dinding vertikal kolam renang untuk hasil yang sempurna.
Akan sangat ideal untuk menggunakan resin komponen elastis, yang secara optimal melindungi permukaan.
Resin jenis ini memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap klorin, deterjen pembersih, garam dan bahan kimia lain yang digunakan pada perawatan kolam renang.
Sebagai saran, sebaiknya waterproofing kolam renang dilakukan sebanyak tiga kali. Caranya, ratakan lapisan ini kemudian tunggu kering. Lakukan langkah ini sebanyak tiga kali.
Kesalahan dalam Aplikasi Waterproofing Kolam Renang
Kalau ada kesalahan saat pengaplikasian waterproofing kolam renang bisa jadi mengurangi efektifitas bahan ini. Ujungnya, kolam renang bakal bocor. Berikut kesalahan yang sering terjadi:
1. Pemilihan Bahan dan Material yang Tidak Tepat
Salah satu penyebab paling umum dari kegagalan waterproofing adalah penggunaan bahan dan material yang tidak tepat.
Bahan waterproofing yang berbeda memiliki sifat yang berbeda dan dirancang untuk digunakan dalam aplikasi tertentu.
Menggunakan bahan yang salah dapat menyebabkan bahan tersebut rusak, kehilangan efektivitasnya, atau tidak melekat pada permukaan.
Sebagai contoh, menggunakan produk waterproofing kolam renang eksterior untuk aplikasi interior tidak memberikan perlindungan yang memadai.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bahan yang tepat untuk pekerjaan tersebut dan memastikan bahwa bahan tersebut kompatibel dengan permukaan.
Selanjutnya, anda harus memilih material waterproofing yang tepat. Untuk saat ini, material yang sering digunakan adalah berbahan semen untuk aplikasi kolam renang beton.
Jika anda punya kolam renang dengan bahan struktur lainnya, kemungkinan menggunakan material waterproofing ini akan kurang tepat.
Bahan waterproofing juga mungkin tidak kompatibel dengan bahan lain yang digunakan dalam konstruksi bangunan, seperti perekat, sealant, atau pelapis.
Interaksi antara bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan reaksi kimia yang membahayakan integritas waterproofing dan mengurangi efektivitasnya.
Sangat penting untuk mempertimbangkan kompatibilitas bahan waterproofing dengan bahan bangunan lainnya dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja sama secara efektif.
2. Permukaan yang Tidak Memadai untuk Waterproofing
Sebelum mengaplikasikan waterproofing, permukaan harus dibersihkan dan dipersiapkan secara menyeluruh.
Permukaan harus bebas dari kotoran, debu, serpihan, dan kontaminan lainnya yang dapat menghalangi waterproofing melekat pada permukaan.
Pastikan juga ketika waterproofing sedang dilakukan, teknisi kolam renang lain yang mungkin sedang mengerjakan pekerjaan lain mengetahui.
Dengan begitu, mereka tidak melintasi area tersebut dan menjatuhkan atau mengaduk debu, serpihan, atau kontaminan lainnya.
Jika tidak mempersiapkan permukaan kolam renang secara memadai dapat menyebabkan daya rekat waterproofing buruk, permukaan yang bergelombang atau berkerut, dan kerusakan pada dinding kolam renang.
3. Teknik Pengaplikasian Waterproofing yang Buruk
Penerapan waterproofing sangat penting untuk keberhasilan proyek kolam renang. Jika bahan tidak diaplikasikan dengan benar, waterproofing tidak akan menyegel atau tidak terikat secara memadai ke permukaan kolam renang.
Selain itu, mengaplikasikan terlalu sedikit atau terlalu banyak bahan dapat menghasilkan permukaan atau cakupan yang tidak rata yang.
Teknik aplikasi yang tepat harus mengikuti petunjuk produsen, menggunakan alat yang benar, dan memastikan bahwa permukaan tertutup dengan baik.
Untuk pengerjaan kolam renang, Dimulti Pool menggunakan material waterproofing berbahan semen dengan pengaplikasian sebanyak 3 kali.
Total waktu pengerjaan waterproofing ini adalah 3 jam, dengan catatan cuaca di lokasi pengaplikasiannya juga cerah.
4. Paparan terhadap Fluktuasi Suhu Ekstrim
Fluktuasi suhu juga dapat menyebabkan waterproofing kolam renang tidak bagus. Perubahan suhu yang ekstrim dapat menyebabkan bahan waterproofing mengembang dan menyusut, sehingga mengakibatkan keretakan dan pemisahan dari permukaan.
Waterproofing tersebut bahkan dapat kehilangan elastisitasnya, sehingga lebih rentan terhadap keretakan dan kebocoran.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bahan waterproofing yang cocok dengan material kolam renang agar mampu menahan perubahan suhu di area tersebut.
Penyebab Kebocoran Kolam Renang
Memilih material waterproofing yang tepat akan berdampak pada ketahanan kolam renang pada kebocoran.
Jika aplikasi waterproofing ini kurang tepat, maka kolam renang akan berpotensi besar untuk mengalami kejadian tersebut.
Meski begitu, tak cuma waterproofing yang jelek saja penyebab kolam renang bocor. Ada beberapa penyebab kolam bisa mengalami hal ini:
1. Penyebab Kebocoran Struktur
Kebocoran struktur biasanya terjadi ketika ada retakan pada struktur kolam renang. Retakan struktural ini sering disebabkan oleh:
- Konstruksi atau teknik yang buruk
- Pergerakan tanah
- Tekanan dari air tanah
Kebocoran struktur adalah tipe kebocoran yang paling menyusahkan karena anda membutuhkan renovasi besar untuk memperbaikinya.
2. Penyebab Kebocoran Fitting
Rongga pada konstruksi kolam renang sebagian besar pemipaan. Ketika pemasangan dilakukan, biasanya hanya hanya menggunakan plester di sekitarnya.
Pada lapisan finishing seperti keramik dan mozaik, biasanya ditambahkan juga lapisan nat. Tapi, ini juga tetap rentan akan terjadinya kebocoran.
Misalnya lagi, jika area di sekitar pagar kolam renang dipasang secara longgar, kebocoran lebih mungkin terjadi.
3. Penyebab Kebocoran Pipa
Kebocoran pipa disebabkan oleh pergerakan sistem. Misalnya, tanah yang mengendap dapat menyebabkan lapisan tanah bergerak.
Selain itu, korosi adalah masalah lain yang dapat menyebabkan sistem pemipaan kolam renang menjadi bocor.
Tips Waterproofing Kolam Renang
Agar tidak terjadi semua masalah saat proses waterprooofing kolam renang, anda perlu memeriksa pekerjaan dengan tips berikut ini.
1. Periksa Kolam Renang Terlebih Dahulu
Pastikan tidak ada retakan pada beton. Retakan adalah cacat yang tidak hanya mengurangi daya dukung beban, tetapi air menemukan cara mudah untuk menembus struktur hingga menimbulkan karat dan korosi.
Jangan terburu-buru untuk aplikasi waterproofing. Atasi masalah keretakan pada coran kolam renang dahulu sebelum anda melanjutkan pekerjaan ini.
Selain memperbaiki keretakan pada dasar atau dinding kolam renang, bagan yang mau dilapisi waterproofing juga harus bersih dari kotoran.
Sama seperti cara melakukan persiapan permukaan saat mengecat, penting untuk memiliki permukaan atau substrat yang bersih.
Permukaan harus bebas dari debu, minyak, lemak, dan kotoran untuk menjamin ikatan lapisan waterproofing yang kuat.
Selain itu, penetrasi, sambungan, jahitan, sudut, dan saluran air harus disegel dengan sealant yang benar sebelum waterproofing.
2. Pilihlah Produk yang Berkualitas
Produk yang anda pilih harus mudah diaplikasikan, fleksibel, tahan lama, dan dapat menahan tekanan hidrostatik air kolam renang.
Selain memilih produk yang tidak beracun, akan sangat membantu jika produk waterproofing memungkinkan proses pengeringan yang tepat sebelum pemasangan ubin dimulai.
Pilih material yang bisa digunakan tidak hanya di kolam renang tetapi juga di kamar mandi, dinding ruang bawah tanah, dan dinding-dinding lainnya.
Saat ini, material yang paling praktis digunakan adalah waterproofing berbahan semen. Jika anda sedang membangun rumah juga, bahan waterproofing ini bisa sekaligus digunakan di bangunan rumah.
Kalau anda mau memperbaharui lapisan waterproofing kolam renang tapi tidak mau ribet dengan membongkar kolam, bisa gunakan material polimer yang fleksibel dan mudah diaplikasikan.
Kalau anda mau efektifitas waterproofing yang sama seperti di banyak gedung bertingkat, anda bisa menggunakan jenis material aspal. Tapi, biayanya pastinya lebih mahal.
3. Ikuti Petunjuk Produsen
Jangan lupa untuk memperhitungkan waktu menunggu pengeringan waterproofing yang ditentukan oleh produsen.
Selain itu, perhatikan juga berapa lapisan yang disarankan oleh produsen untuk melapisi dinding dan dasar kolam renang.
Dimulti Pool sendiri sebagai kontraktor kolam renang selalu melakukan tiga kali lapisan waterproofing berbahan semen saat pembangunan kolam renang.
Cara mengaplikasikan nya yaitu ratakan lapisan ini kemudian tunggu kering. Lakukan langkah ini sebanyak tiga kali.
Kemudian, akan sangat membantu kalau anda menggunakan peralatan yang tepat saat melakukan waterproofing , apakah itu mixer, kuas, atau roller.
Pastikan teknisi yang mengaplikasikan produk waterproofing mengenakan sarung tangan dan kacamata sesuai dengan praktik keselamatan kerja.
4. Jangan Lupa Lakukan Tes Kebocoran
Meskipun kita dapat mengandalkan jaminan dari produk waterproofing, pengujian yang tepat tetap diperlukan.
Setelah waterproofing mengering, periksa apakah kolam renang sudah kedap air sebelum anda melanjutkan dengan pemasangan lapisan finishing.
Penutup
Agar waterproofing kolam renang efektif dan tahan lama, sangat penting untuk memberikan perhatian yang menyeluruh sebelum mengaplikasikannya.
Penting untuk memulai dengan persiapan yang cermat. Kemudian, periksa apakah tidak ada bagian yang rapuh atau zat yang dapat mengganggu daya rekat lapisan.
Selanjutnya, hilangkan semua material yang mungkin mengganggu liniearitas atau ketahanan zat waterproof.
Dapat dikatakan bahwa tidak akan ada kekurangan pada penerapan waterproofing kolam renang yang dibuat dengan baik dan profesional. Kalaupun ada, hanya masalah teknis yang mudah ditangani.
Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang profesional dengan teknisi berpengalaman menerapkan standar tinggi untuk melakukan proses ini.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas kolam renang yang dibuat. Selain itu, semua ini juga demi kepuasan pelanggan kami.
Jika anda ingin membuat kolam renang, jangan ragu gunakan jasa kami. Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











