Garam bisa menjadi alternatif kalau anda tidak mau menggunakan kaporit untuk sanitasi kolam renang. Namun, sama seperti sistem lainnya, kolam renang air garam juga butuh treatment awal.
Treatment awal dilakukan bukan hanya memastikan kolam renang jernih, namun semua air di kolam renang sudah terdapat kandungan garam sehingga aman digunakan.
Di sini, kami akan menjelaskan bagaimana Tim Dimulti Pool melakukan treatment awal kolam renang menggunakan garam.
Alternatif Kolam Renang Air Garam
Kolam renang air garam menjadi alternatif untuk pemilik yang ingin menggunakannya. Ini adalah pilihan lain pengobatan air kolam renang selain menggunakan kaporit.
Banyak pelanggan kami yang ingin menggunakannya karena airnya terasa lebih lembut di kulit ketimbang air dengan kaporit.
Namun apapun alasannya, yang perlu diketahui adalah untuk membuat kolam renang air garam anda membutuhkan sebuah alat bernama salt chlorinator.
Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang menyediakan alat ini jika ada pelanggan yang ingin menggunakan sistem air garam. Anda bisa mengontak kami untuk pembelian serta pemasangannya.
Alat ini digunakan untuk mengubah sel garam menjadi klorin. Ya, kandungan yang sama yang terdapat di dalam kaporit. Jadi pada dasarnya, baik kaporit ataupun garam sama-sama menggunakan klorin untuk membunuh mikroorganisme dalam air.
Obat Kolam Renang yang Digunakan
Kelebihan lain menggunakan sistem air garam adalah proses treatment awalnya yang simple. Untuk melakukannya, kami hanya menggunakan garam kasar atau garam non yodium.
Namun tentu saja takaran garamnya perlu disesuaikan dengan ukuran kolam renang. Untuk ukuran 3 x 7 meter, garam yang digunakan sebanyak 150 Kg.
Di pasaran, pengemasan garam ini menggunakan karung. Setiap karung berisi 50 kg. Jadi untuk treatment awal kolam renang menggunakan air garam dengan ukuran tersebut, kami butuh 3 karung garam.
Langkah Treatment Awal Kolam Renang Menggunakan Garam
Langkah pertama treatment kolam renang menggunakan air garam, kami akan melakukan backwash dan rinse filter terlebih dahulu. Ini supaya media pasir di dalam filter sudah bisa beradaptasi dengan air kolam renang nantinya.
Dalam keadaan pompa mati, kami akan memutar handle multivalve ke mode backwash serta tidak lupa membuka ball valve pembuangan.
Selanjutnya kami akan menyalakan pompa dan proses backwash ini berlangsung hingga kaca kontrol di filter terlihat jernih. Jika sudah, kami akan mematikan pompa lagi.
Berlanjut ke proses rinse. Kami akan memutar handle multivalve ke mode rinse lalu menyalakan pompa lagi. Sama seperti backwash, proses rinse dilakukan hingga kaca kontrol jernih kemudian pompa akan kami matikan lagi.
Kami akan berlanjut ke proses penuangan garam. Sebelumnya dalam kondisi pompa mati, kami akan memutar handle multivalve ke mode filter. Ini supaya air mengalir ke filter dan kotoran bisa tersaring.
Kami akan menyalakan pompa dan menuangkan garam ke balancing tank atau langsung ke dalam kolam renang.

Namun tidak langsung semua garam kami tuangkan. Pertama-tama, kami akan menuangkan 2 karung garam lalu kami akan beri jeda untuk memastikan semuanya larut terlebih dahulu.
Saat proses ini, air biasanya akan berubah menjadi kekuningan namun ini normal. Dan proses penuangan garam secara bertahap ini untuk menghindari air terlalu kuning.
Jika sudah dipastikan larut, kami akan menuangkan 1 karung garam lagi lau kami akan membiarkan sirkulasi kolam renang berjalan.
Sembari air disirkulasikan, kami akan memantau indikator salt chlorinator. Indikator ini menunjukkan kadar garam di dalam kolam renang.
Indikator akan menyentuh angka lebih dari 3600 ppm. Namun seiring berjalannya waktu, akan turun. Sementara kadar yang ideal berada di atas 3600 ppm.
Setiap jenis salt chlorinator punya jeni indikator berbeda. Selain anga, ada juga yang menggunakan lampu untuk mengetahui kadar garam ideal. Jadi, kami akan menyesuaikan dengan jenis tersebut.
Untuk proses ini, kami akan mensirkulasikan air 2 kali lipat dari waktu normal. Pada kolam renang ukuran 3 x 7 meter, waktu sirkulasi idealnya adalah 6 jam. Jadi kami akan menyalakan sirkulasi sampai 12 jam sebelum pompa dimatikan.
Sebagai catatan, jika memungkinkan untuk melakukan sirkulasi selama 24 jam akan membuat air kolam renang lebih cepat jernih.
Proses ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut untuk memastikan semua garam sudah larut dalam seluruh air kolam renang.
Kami juga akan melakukan backwash dan rinse filter setiap sebelum sirkulasi 12 jam kembali dilakukan. Ini dilakukan untuk membersihkan filter dari sisa-sisa garam yang tersaring.
Proses backwash dan rinse filter kolam renang sama seperti di awal. Jadi kami tidak akan menjelaskannya lagi.
Jika dalam 4 hari kolam renang sudah jernih, berarti sudah siap digunakan.

Penutup
Begitulah cara Tim Dimulti Pool melakukan treatment awal kolam renang ukuran 3 x 7 meter menggunakan air garam.
Jika anda tertarik menggunakan sistem sanitasi seperti ini, percayakan pada Dimulti Pool utuk pembelian salt chlorinator dan pemasangannya serta perlakuan treatment awalnya.
Teknisi kami berpengalaman belasan tahun dalam dunia konstruksi kolam renang. Langkah di atas sudah sering kami lakukan dan hasilnya optimal. Jadi, soal hasil dan kualitas layanan, tidak perlu diragukan.