Garam untuk kolam renang jadi salah satu sistem yang banyak diminati pemilik kolam renang. Alat salt chlorinator yang digunakan dinilai lebih aman dan nyaman ketimbang menggunakan kaporit biasa.
Tapi, ada alternatif lain yang bisa anda gunakan tanpa menghilangkan penggunaan kaporit. Sistem ini biasa disebut klorinator kolam renang. Ada tiga jenis klorinator kolam renang yang bisa anda pakai.
Pada dasarnya, dengan menggunakan alat ini, anda tak perlu lagi mencampurkan kaporit ke dalam air. Tinggal diletakkan di alatnya, anda bisa menyesuaikan kadar klorin yang diinginkan.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Klorinator Kolam Renang?
Seperti kami jelaskan di awal, ini adalah peralatan praktis yang secara konsisten menambahkan klorin ke kolam renang.
Karena seperti kita ketahui, mengatur kadar klorin kolam renang Anda secara manual dapat menjadi tugas yang membuat frustasi dan memakan waktu. Namun, ya tetap harus dilakukan.
Berbagai jenis klorinator kolam renang ini akan membantu anda melakukan perawatan kolam renang tersebut.
Seperti kita ketahui, tidak memiliki cukup klorin akan membuka pintu bagi pertumbuhan ganggang dan air yang tidak sehat, sementara terlalu banyak klorin akan mengiritasi kulit dan merusak peralatan.
Jenis Klorinator Kolam Renang
Ada tiga jenis klorinator kolam renang yang bisa anda gunakan. Selain menjadi alternative sistem sanitasi, alat-alat ini juga membantu anda memudahkan proses perawatan kolam renang.
1. Klorinator Otomatis
Klorinator kolam renang otomatis memiliki tabung besar yang dapat menyimpan hingga 9 pon tablet klorin 3 inci, dan secara otomatis melepaskan sejumlah klorin ke dalam air kolam renang.
Cukup hitung volume kolam renang, isi tabung dengan tablet klorin, lalu atur tombol ke tingkat klorin yang anda inginkan.
Klorinator Otomatis sendiri ada dua jenis, yakni sistem in-line dan off-line.
Tidak seperti pengapung klorin (akan kita bahas di poin selanjutnya) yang berada di kolam renang, chlorinator in-line dan off-line dipasang pada saluran balik sistem pipa kolam renang.
Alat ini dipasang di pipa yang merupakan saluran yang mengalirkan air kembali ke kolam renang setelah melewati pompa dan filter.
Mengklorinasi air setelah melewati pompa dan filter akan melindungi peralatan dari korosi klorin.
a. Chlorinator In-line
Perbedaan utama antara klorinator in-line dan off-line adalah bagaimana mereka terhubung ke sistem perpipaan kolam renang Anda.
Klorinator in-line direkatkan secara permanen ke dalam pipa kolam renang, tepatnya di ujung sistem perpipaan kolam renang anda.
Setelah air kolam berputar atau bersirkulasi melalui pompa dan filter, air akan mengalir melalui tabung klorinasi, dan kemudian kembali ke kolam.
Sebelum membeli chlorinator in-line, pastikan saluran balik kolam renang Anda memiliki panjang yang cukup untuk menampungnya.
b. Klorinator Off-Line
Alat ini tidak dipasang langsung ke pipa saluran balik, melainkan berada terpisah dari sistem perpipaan dan terhubung ke saluran air melalui dua selang.
Selang pertama terhubung ke saluran sebelum filter kolam renang, dan mengalirkan air ke dalam klorinator.
Sementara itu, selang kedua terhubung ke pipa balik setelah filter, dan mengalirkan air yang baru diklorinasi kembali ke kolam renang.
Anda harus memasang dudukan untuk mencegahnya jatuh atau rusak.
2. Salt Chlorinator
Menggunakan garam untuk kolam renang adalah alternatif yang makin banyak dilirik pemilik kolam renang. Anda butuh sebuah alat untuk mengubah garam jadi klorin, namanya salt chlorinator.
Sistem garam tidak menggunakan tablet klorin seperti klorinator lainnya. Sebaliknya, mereka membuat klorin sendiri melalui proses yang disebut elektrolisis.
Ketika air kolam yang asin melewati sel generator klorin, muatan listrik bertegangan rendah akan menyetrum partikel-partikel garam dan mengubahnya menjadi asam hipoklorit alias klorin.
Sebenarnya sistem garam ini telah digunakan selama lebih dari 30 tahun, dan memiliki fitur yang lebih lengkap dan bebas perawatan.
Mereka adalah jenis klorinator yang paling otomatis, dan dapat bekerja selama berbulan-bulan tanpa harus dilakukan maintenance yang rumit.
Bonus tambahan lainnya adalah garam kolam renang tidak menghilang atau menguap seperti kaporit. Garam tersebut hanya perlu dilakukan ketika anda melakukan backwash filter aau pengurasan kolam renang.
Mungkin satu-satunya kelemahan untuk berinvestasi dalam sistem klorinasi garam adalah harganya yang mahal.
3. Floating Chlorine
Ini adalah alat yang biasa disebut dispenser klorin. Seperti namanya, alat ini akan mengapung di kolam renang dan melepaskan klorin secara perlahan.
Menggunakan alat ini memiliki banyak keuntungan, seperti biayanya yang murah dan tidak memerlukan perawatan.
Beberapa model memiliki bagian atas pop-up yang menandakan kapan floater perlu diisi ulang. Model lainnya menampilkan karakter yang menyenangkan atau lampu LED bertenaga surya berwarna-warni.
Meski begitu, alat ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu risiko tumpah dan noda. Jika floater pecah, tablet klorin akan jatuh dari floater dan menyebabkan lonjakan yang cepat pada tingkat klorin kolam renang.
Alat ini juga terkenal kerap tersangkut di bawah tangga, di tangga stainless steel, dan bahkan di mulut skimmer hingga masuk ke skimmer box.
Jika tersangkut, mereka akan terus menyebarkan klorin ke satu lokasi, dan dapat menghitamkan permukaan di area tersebut.
Selain itu, kami juga menyarankan untuk mengeluarkan dispenser klorin dari kolam renang saat orang berenang. Tidak aman bagi perenang, terutama anak-anak yang ingin tahu, untuk bersentuhan dengan alat ini.
Penutup
Itulah penjelasan tentang jenis klorinator kolam renang yang perlu anda ketahui. Pastikan penggunannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Jika anda masih bingung menggunakan jenis yang tepat, segera hubungi kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool.
Kami berpengalaman melakukan instalasi salt chlorinator sehingga kami bisa memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











