Pembuatan kolam renang dikerjaan dalam banyak tahap untuk memastikan kolam tidak terjadi kebocoran, mengingat infrastruktur ini akan direndam hampir sepanjang waktu.
Salah satu tahapan konstruksi yang perlu anda perhatikan pengerjananya adalah pembesian kolam renang. Sama seperti membangun rumah, proses ini berfungsi sebagai penyangga bangunan kolam renang.
Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang langkah melakukan pembesian kolam renang, mulai dari pemilihan jenis besi hingga tips memperkuat pembesian tersebut.
Baca Juga
Saran kami, pantau kerja teknisi atau tukang anda melalui panduan ini untuk memastikan pengerjaan dilakukan dengan langkah yang tepat.
Daftar Isi
Apa Itu Pembesian Kolam Renang?
Pembesian kolam renang adalah proses menganyam besi yang dibutuhkan untuk pembuatan rangka kolam renang. Anyaman besi ini diletakkan di setiap sisi kolam renang, baik di lantai maupun dinding.
Ini adalah langkah wajib dalam pembuatan kolam renang. Prosesnya juga tergolong cukup lama, sekitar 1 hingga 2 minggu tergantung ukuran kolam renang.
Selain waktu, ukuran kolam renang juga akan berpengaruh terhadap jumlah besi yang digunakan. Kita akan memberikan cara menghitung jumlah besi yang digunakan dalam poin lainnya.
Pemilihan Jenis Besi
Besi merupakan material utama untuk struktur kolam renang. Untuk memastikan keamanaan, jangan gunakan besi terlalu kecil. Minimal di angka atau diameter 8-16 mm.
Untuk konstruksi kolam renang, biasanya digunakan dua jenis besi, yaitu besi polos dan ulir. Untuk penggunaan keduanya bisa disesuaikan dengan struktur yang diinginkan.
1. Besi Polos
Dalam pekerjaan pembesian, besi polos digunakan untuk tegangan tarik balok pelat RCC (Beton semen bertulang), dll. Material jenis ini biasanya berdiameter 6 hingga 50 mm dan memiliki permukaan polos.
Batang ini dapat dipotong dan dibengkokkan dengan cepat dan bebas kerusakan karena diproduksi dalam ukuran panjang.
Dalam konstruksi kolam renang, penggunaan jenis ini akan memudahkan teknisi atatu tukang melakukan pekerjaan pembesian. Pengerjaan proses ini pun bisa lebih cepat.
Namun, jenis besi ini tidak sekuat besi ulir dalam menahan beban beton. Di sisi lain, jenis besi ini tidak akan membuat beton rusak.
2. Besi Ulir
Besi Ulir dalam bahasa teknik sipil biasa disebut deformed rebar. Deformasi yang dimaksud adalah tonjolan atau lekukan yang dimilikinya.
Bubungan atau lekukan ini memungkinkan beton mencengkeram tulangan secara lebih efektif, sehingga kecil kemungkinan tulangan tergelincir setelah dipasang di beton.
Tulangan ini juga punya pola bengkok yang unik yang membantunya saling mengunci satu sama lain saat ditempatkan berdampingan di dalam struktur beton.
Besi ulir lebih mahal dari besi polos, tetapi lebih tahan terhadap selip dan hampir selalu digunakan dalam aplikasi dengan tekanan tinggi seperti proyek komersial dan industri berskala besar.
Dalam konstruksi kolam renang, ini juga bisa jadi pilihan jangka panjang karena ketahanannya. Namun, saat pemasangan akan membutuhkan waktu karena sulit dibengkokkan.
Pemotongan dan Pembengkokkan Besi
Langkah ini dilakukan sesuai kebutuhan, biasanya menggunakan besi dengan diameter 8-12 mm. Pemotongan dilakukan dengan gerinda.
Kalau ukuran diameter bisa lebih besar dari 12 mm, lakukan pemotongan dengan mesin khusus untuk menghindari kecelakaan kerja.
Untuk batang besi yang memiliki diameter 20 mm atau lebih besar, material ini harus dibengkokkan dengan bantuan mesin pembengkok beton untuk menghindari adanya kesalahan tekukan pada ukuran gambar kerja.
Jangan lupa siapkan balok kayu agar besi tidak mudah teroksidasi karena kelembapan yang tinggi pada tanah maupun lantai.
Pemasangan Besi Kolam Renang
Material yang sudah terpotong dan dibengkokkan akan dikelompokkan sesuai dengan ukurannya untuk memudahkan proses pemasangan.
Besi dari hasil pemotongan dan pembengkokkan tadi kemudian akan dirangkai mengikuti cetakan bekisting yang sudah dibuat. Perakitan besi beton sebaiknya dilakukan di dekat tempat pemotongan dan pembengkokan.
Besi-besi tersebut akan dianyam dan dirakit sesuai dengan jenis dan ikatan yang akan dibuat. Usahakan susunan pembesian beton tersebut masih memungkinkan diangkat ke lokasi kolam renang. Jika proses pembesian sudah selesai, selanjutnya adalah proses pengecoran kolam renang.
Pemasangan besi harus dilakukan oleh tukang yang berpengalaman. Karena itu, jangan ragu untuk gunakan jasa Dimulti Pool.
Para teknisi kami merupakan orang yang profesional dan berpengalaman belasan tahun dalam mengerjakan proyek kolam renang.
Menghitung Kebutuhan Besi
Perhitungan besi yang digunakan untuk pembesian kolam renang perlu rincian kebutuhan layaknya material lain.
Pasalnya pembesian ini juga akan berpengaruh terhadap jumlah keramik atau mozaik kolam, Kebutuhan besi untuk kolam renang dapat dilakukan dalam beberapa tahap yaitu menghitung volume dan menentukan ukuran besi yang akan digunakan.
Untuk setiap 1 m kubik diperlukan besi sepanjang 12 m. Jadi jika volume kolam 30 m kubik, perhitungannya adalah 30 : 1 x 12 = 360 meter.
Besi tersebut dijual dengan harga per batang misalnya Rp 40 ribu, Jadi perhitungan biaya kebutuhan untuk kolam renang tersebut tinggal dilakukan yaitu 360:12×40.000 = Rp 1.200.000,- Perhitungan ini belum termasuk kebutuhan besi untuk nutting dan dak.
Tips Pembesian Kolam Renang
Penjelasan di atas sudah mencakup berbagai teknik pembesian kolam renang. Namun, pada praktiknya, terkadang bisa berbeda.
Kami berikan dua tips pembesian kolam renang yang bisa dilakukan, baik untuk memperkuat maupun keamanan para pekerja.
1. Tips Memperkuat Pembesian
Sebagai rekomendasi, gunakan tulangan atau besi ukuran 12mm. Ini adalah jenis yang terbaik untuk semua kolam renang, sesuai dengan Baja AS/NZS 4671 untuk penguatan beton.
Setiap batang besi diperkuat bersama menggunakan kawat untuk menyatukan semuanya sebelum beton dituang.
Perlu menambahkan pekerjaan bentuk untuk menahan beton dan baja di tempatnya, terutama di tempat yang terdapat pasir.
Selain itu, juga dibutuhkan form work/ form ply/bekisting jika ada fitur seperti air terjun atau dinding luar yang berada di atas tanah.
2. Tips Keamanan
Jangan lupa lakukan tindakan pencegahan keamanan untuk memastikan tetap terlindungi saat berada di kolam renang.
Hal ini termasuk memasang kawat pembumian selama tahap pemasangan besi atau baja sebelum penuangan beton.
Pembumian ini dilakukan untuk menjauhkan arus listrik yang berbahaya dari kolam renang dan peralatan perawatan lainnya.
Namun perlu diingat, untuk menyambungkan ujung kabel arde yang lain, hal ini perlu dilakukan oleh teknisi listrik.
Penutup
Itulah penjelasan tentang pembesian kolam renang, salah satu tahapan membuat kolam renang yang wajib dilakukan dan diawasi pengerjaannya.
Perlu diingat, langkah yang kami jelaskan hanya bisa dilakukan oleh teknisi profesional. Karena itu, pastikan anda memilih kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool.
Dimulti Pool sendiri adalah kontraktor kolam renang profesional dengan teknisi yang berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun. Jadi soal hasil dan kualitas layanan, tak perlu diragukan.
Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











