Dalam sebuah pembangunan, termasuk kolam renang, kita familiar dengan plester atau semen sebagai bagian dari finishing. Kualitas plester kolam renang yang baik bisa menentukan umur fasilitas tersebut.
Namun, tahukah anda kalau plester kolam renang berbeda dengan yang digunakan untuk bangunan lainnya?
Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi mengingat proses salah satu tahapan pembuatan kolam renang ini berbeda sebab ia akan terus-terusan direndam air.
Baca Juga
Tak sekedar menggunakan yang tahan air, ada beberapa teknik tersendiri untuk memastikan kolam renang tetap berfungsi dengan baik.
Daftar Isi
Pengertian Plester Kolam Renang
Plester bangunan adalah campuran semen, pasir, dan air yang digunakan untuk melapisi dinding, langit-langit, dan partisi.
Plesteran berfungsi untuk memperkuat dinding, melindungi dinding, dan mempercantik dinding.
Plester dapat digunakan pada berbagai jenis material dinding, seperti batu bata, batako, beton ringan, atau bahkan dinding panel prefabrikasi.
Teknik finishing pada proses pembuatan konstruksi ini biasanya diaplikasikan dengan ketebalan lapisan plester adalah sekitar 10 mm.
Fungsi Plester
Plester memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
1. Meratakan Permukaan Dinding
Plester berfungsi untuk menutup celah atau ketidakrataan pada permukaan dinding yang terbuat dari batu bata atau batako. Hasilnya, dinding menjadi lebih halus dan estetis.
2. Melindungi Struktur Dinding
Lapisan plester memberikan perlindungan terhadap kelembapan, retak kecil, atau kerusakan akibat cuaca ekstrem. Ini juga membantu memperpanjang umur dinding.
3. Mempersiapkan Finishing
Sebagai dasar untuk tahap finishing seperti pengecatan, pemasangan wallpaper, atau pelapis lainnya. Plester menciptakan permukaan yang siap untuk menempelkan material finishing dengan lebih baik.
Perbedaan Plester Kolam Renang dengan Bangunan Lain
Senior Engineer Dimulti Pool, Ristana atau akrab disapa Pak Aris, menjelaskan perbedaan plester yang digunakan untuk kolam renang dengan bangunan lain.
Salah satu yang membedakan plester semen untuk aplikasi di kolam renang dengan bangunan lainnya adalah komposisi bahannya.
Komposisi semen harus menyesuaikan dengan kondisi kolam renang yang akan terus-terusan terendam air, dalam artian harus lebih tahan air.
Salah satu yang membedakannya adalah campuran lem perekat pada semen.
Ada dua jenis adonan yang bisa digunakan. Beberapa produsen semen saat ini sudah mencampurkan langsung lem perekat dalam semen.
Namun jika menggunakan semen biasa, kita juga harus mencampurkan komposisi lem perekat pada adukan semen tersebut.
“Tapi kalau Dimulti Pool sering menggunakan semen biasa ditambah lem. Hasilnya menurut saya lebih bagus,” jelas Pak Aris.
“Kita juga kasih konsultasi ke customer atau pelanggan tentang penggunaan plester ini, mana yang lebih bagus. Tapi semuanya tergantung konsumen,” jelasnya.
Proses ini pada akhirnya dikembalikan ke konsumen untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang tersedia.
Salah satu kelebihan plester semen ini adalah bisa sekaligus digunakan sebagai finishing kolam renang, alih-alih memakai batu alam, keramik atau mozaik.
Jenis Plester Kolam Renang
Buat anda yang mau menggunakan jenis finishing ini, terdapat dua jenis plester kolam renang yang bisa digunakan.
1. Plester Standar
Seperti namanya, finishing menggunakan jenis ini biasanya tidak ditambahkan dengan pengecatan. Warna alami dari plester dibiarkan begitu saja.
Namun, ada juga yang ditambahkan cat warna putih atau abu-abu untuk mempercantik tampilan kolam. Kedua warna ini makin berkilau ketika terkena paparan sinar matahari.
Tapi tetap saja, bahan yang digunakan juga bukan yang biasa digunakan di bangunan lain. Umumnya, bahannya merupakan campuran semen dengan marmer yang dihancurkan sehingga ketahanannya lebih baik.
2. Plester Warna
Pilihan kedua tentu saja anda bisa menambahkan warna pada plesteran kolam renang. Dengan begitu, akan muncul variasi warna yang cantik ketika terkena pantulan cahaya matahari.
Yang paling umum digunakan adalah plesetran warna biru, menyesuaikan dengan warna finishing jenis lain seperti keramik atau mozaik.
Kelebihan lain dengan menyertakan warna pada plesetr ini adalah menciptakan nuansa seperti di laguna yang menyejukkan nan alami.
Pilihan lain anda bisa mencoba mengaplikasikan dengan warna abu-abu gelap. Nuansa ini dapat digunakan untuk meningkatkan kecerahan air kolam renang.
Disarankan memilih jenis plesteran semacam ini jika lebih menyukai estetika yang lebih dramatis dengan kedalaman lebih baik.
Kekurangan Plester
Meski tergolong murah dan bisa diaplikasikan dengan beragam warna, finishing kolam renang dengan plester tentunya punya kekurangan.
Yang pertama, jenis ini tidak sekuat menggunakan keramik atau mozaik. Plester lebih mudah terkikis oleh air meski telah dilapisi waterproof.
Selain itu, perawatannya juga cukup sulit. Anda tidak bisa terlalu keras menggunakan vakum untuk membersihkan kolam jika tidak mau plester mengelupas.
Ketahanan plester yang kurang baik menyebabkan anda harus sering melakukan renovasi. Imbasnya, banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Itulah penjelasan tentang jenis plester yang digunakan pada kolam renang. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami agar mendapatkan yang sesuai kebutuhan anda
Penutup
Itulah penjelasan tentang plester kolam renang berikut yang dijelaskan oleh Senior Engineer Dimulti Pool, Bapak Ristana.
Tahapan ini perlu dilakukan dengan baik dan benar agar hasil finishing kolam renang bisa sesuai dengan yang anda harapkan.
Karena itu, pastikan gunakan kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool ketika membuat fasilitas ini.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











