Banyak yang bertanya kepada kami, apakah berguna menggunakan pompa yang bisa menginjeksikan obat kolam renang secara otomatis atau biasa disebut dengan pompa dosing untuk kolam renang?
Di sini, kami akan menjelaskan pengertian dan cara kerjanya supaya anda bisa memahami masalah ini. Kami juga akan menjelaskan manfaatnya untuk tambahan pertimbangan.
Dan baca artikel ini sampai habis karena di akhir kita akan jelaskan pertimbangan apa saja yang dibutuhkan untuk memutuskan menggunakannya. Ini yang paling penting!
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Pompa Dosing?
Pompa dosing adalah jenis pompa yang digunakan untuk menginjeksikan bahan kimia tertentu dari tangki penampungan ke tempat lainnya, salah satunya kolam renang.
Dalam bahasa inggris, dosing berasal dari kata dose yang artinya dosis. Dengan kata lain, pompa ini bekerja dengan menginjeksikan bahan kimia sesuai dengan dosis yang ditentukan.
Pompa ini bekerja secara otomatis sesuai pengaturan yang dilakukan oleh penggunannya.
Dalam aplikasi di kolam renang, pompa dosing mirip dengan timer kolam renang. Alat akan bekerja pada waktu dan dosis yang sudah ditentukan.
Cara Kerja Pompa Dosing pada Sistem Kolam Renang
Tahan dulu. Sebelum memutuskan menggunakan pompa dosing untuk kolam renang, anda perlu memahami dulu cara kerjanya.
Cara kerja ini dibagi berdasarkan bagian-bagian yang ada dalam sistem pompa tersebut. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Chemical Tank
Di sinilah bahan kimia akan diletakkan. Untuk kolam renang, biasanya bahan kimia yang diletakkan di sini adalah kaporit cair.
Di dalam sini juga ada foot valve. Ini adalah katup satu arah yang terhubung ke suction line yang ditempatkan di bagian dalam agar pompa bisa bekerja dengan baik.
Ada juga chemical tank yang dilengkapi dengan float switch. Alat ini digunakan sehingga pompa memiliki alarm aktif jika produk habis.
2. Liquid End
Ini adalah bagian yang mengatur dosis dan laju cairan yang akan diinjeksikan. Bagian ini terdiri dar kepala pompa, saluran hisap dan katup yang dirancang untuk jenis chemical tertentu.
Bahan salurannya sendiri menggunakan berbagai plastik tahan kimia seperti PVC, PE atau sejenisnya, PVDF atau Stainless Steel.
3. Injektor
Injector adalah katup satu arah yang langsung menuju sistem pemipaan kolam renang yang mengarah ke kolam.
Ketika cairan sudah sampai katup ini, pompa akan otomatis mendorong cairan tersebut sehingga bisa sampai ke kolam renang.
Katup ini juga yang bertugas menghentikan pengiriman chemical kolam renang. Ketika dosisnya sudah cukup, katup ini akan menutup secara otomatis. Liquid end pun akan berhenti bekerja.
4. Control System
Pompa Dosing ada yang dilengkapi dengan sistem kontrol seperti timer yang dipasang untuk memastikan pompa memiliki dosis yang akurat dan on/off pada waktu tertentu.
Selain itu ada juga yang dilengkapi dengan sensor untuk pH, klorin dan sejenisnya serta kontrol laju variabel untuk menaikkan dan menurunkan level dosis.
Biasanya pompa jenis ini digunakan dalam sistem operasi yang lebih kompleks. Namun, khususnya aplikasi di kolam renang, penggunaan ini sangat penting terutama untuk mengetahui apakah air kolam renang kekurangan bahan kimia atau tidak.
Manfaat Menggunakan Pompa Dosing untuk Kolam Renang
Cara kerja pompa dosing untuk kolam renang di atas sebenarnya kami rangkum agar lebih mudah dipahami. Karena pada kenyataannya, ada banyak komponen yang terlibat.
Tapi kalau anda memutuskan menggunakan alat ini, sebenarnya tidak perlu lagi memikirkan komponen tersebut.
Anda tinggal hanya harus menjaga kondisinya agar manfaatnya jika digunakan di kolam renang berikut ini bisa lebih maksimal.
1. Ketepatan dan Keandalan
Salah satu masalah yang sering ditemukan dalam perawatan kolam renang adalah penambahan bahan kimia secara manual yang tidak konsisten.
Menggunakan pompa dosing untuk kolam renang bisa meminimalisir hal tersebut. Seperti diketahui, sistem ini memberikan jumlah kimia yang tepat dengan akurasi yang sangat tinggi.
2. Menghemat Waktu
Menguji kadar air dan menyesuaikan bahan kimia kolam secara manual dapat memakan waktu. Dengan otomatisasi, anda dapat menghemat waktu dan yakin bahwa kimia kolam anda sudah mendapatkan dosis kolam renang dengan tepat.
Anda jadi punya lebih banyak waktu untuk menggunakan kolam renang ketimbang habis untuk melakukan perawatan.
3. Efisiensi Biaya
Buat anda yang masih melakukan pemberian chemical secara manual, pasti pernah merasakan kadar air yang tidak kinjung sembang lantas terus-terusan menambahnya.
Padahal ini bisa jadi bahaya karena akumulasi bahan kimia yang akan melonjak dalam pembacaan seiring waktu.
Bahan kimia butuh waktu untuk bereaksi. Pembacaan yang tidak sesuai kadar ideal bisa jadi hanya karena waktunya belum tepat.
Dengan menggunakan pompa dosing untuk kolam renang, anda akan benar-benar yakin dosisnya. Dengan begitu anda tidak akan banyak buang-buang bahan kimia.
Ingat, bahan kimia seperti kaporit itu mahal harganya. Selain itu, ini juga aman buat lingkungan karena tidak banyak bahan kimia yang terbuang lantas merusak area kolam renang.
4. Hemat Biaya dalam Jangka Panjang
Anda memang tetap perlu memeriksa kadar air kolam renang saat pertama kali menggunakan pompa dosing untuk kolam renang.
Namun, anda bisa mulai melepas peralatan pengujian tersebut jika sudah berkali-kali melakukan pengujian dan hasilnya selalu sesuai harapan.
Misalnya anda melakukan pengujian kadar air kolam renang seminggu sekali. Dalam satu atau bulan, hasil pengujiannya sudah sesuai harapan.
Setelah waktu tersebut, anda tidak perlu lagi melakukan pengujian karena sudah bisa dibilang kinerja pompa ini sudah baik.
Dengan begitu, anda tidak perlu lagi membeli test kit pengujian kadar air kolam renang. Ini juga mengurangi biaya operasional perawatan kolam renang anda.
Ini yang Harus Dipertimbangkan
Masih bingung apakah anda butuh pompa dosing untuk kolam renang atau tidak? Kami akan berikan beberapa pertimbannya.
Yang pertama, kalau anda jarang menggunakan kolam renang dan pemberian chemicalnya pun jarang, ini tidak perlu digunakan. Sebaliknya, kalau kolam renang sering dipakai, apalagi kolam renang umum atau waterboom, penggunaan alat ini akan sangat membantu.
Yang kedua, pikirkan apakah anda akan mempekerjakan seseorang untuk melakukan perawatan kolam renang. Kalau iya, keandalannya juga perlu diperhatikan.
Kalau pekerja tersebut mengerjakannya secara manual dan hasilnya memuaskan, lebih baik tidak perlu berinvestasi dengan alat ini.
Karena perlu diingat, instalasi alat ini cukup rumit dan alatnya pun mahal. Jadi, hitung dulu apakah biaya operasionalnya sesuai dengan hasil yang diberikan.











