Berbagai material finishing bisa anda pilih. Mozaik kolam renang adalah yang paling populer digunakan saat ini.
Meski begitu, ada satu lagi material alternatif yang bisa anda pilih dengan berbagai kelebihannya, yaitu liner kolam renang.
Namun, sama seperti material lainnya, liner bisa rusak. Sebagai langkah antisipasi, di sini kami akan menjelaskan apa saja penyebab kerusakan liner kolam renang tersebut.
Baca Juga
Jika anda tertarik menggunakan material ini, sangat penting bagaimana karakteristiknya sehingga bisa memperpanjang usia pakainya dengan perawatan dan perlakuan yang tepat.
Daftar Isi
Pengertian Finishing Liner
Sebelum membahas penyebab kerusakan liner kolam renang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu material yang satu ini.
Mungkin masih banyak orang yang belum familiar dengan material ini. Nyatanya, liner sendiri sudah jadi standar untuk pembuatan kolam Olympic, berdasarkan rekomendasi Badan Akuatik Dunia atau FINA.
Liner sendiri merupakan sebuah material yang terbuat dari campuran bahan PVC khusus dan karet. Kedua material dicampurkan dengan perbandingan yang tepat.
Karena dua bahan tersebut punya sifat yang tahan air, Liner kolam renang dengan sendirinya juga punya sifat tersebut.
Karena hal tersebut pula yang membuat liner kolam renang jadi alternatif yang efektif untuk lapisan finishing kolam renang.
Penyebab Kerusakan Liner Kolam Renang
Sama seperti material kolam renang lainnya, menggunakan liner juga bisa berpotensi mengalami kerusakan.
Berikut ini beberapa penyebab kerusakan liner kolam renang yang perlu anda waspadai.
1. Penggunaan Kolam Renang yang Berlebihan
Meskipun kita semua ingin menggunakan kolam renang kita sesering mungkin (terutama pada hari-hari musim panas yang terik) sebenarnya ini juga bisa menyebabkan kerusakan liner.
Keausan yang berlebihan pada lapisan kolam renang anda dapat menyebabkannya menua sebelum waktunya.
Menggunakan kolam renang anda terlalu sering dapat membuat lapisan liner kolam renang lebih rentan terhadap goresan atau sobekan.
Meski begitu, jika terjadi goresan sebenarnya penanganannya mudah saja. Anda perlu memotong bagian liner yang tergores dan menggantinya dengan lapisan baru.
Namun, pekerjaan ini tentunya harus dilakukan oleh teknisi profesional agar malah tidak terjadi kerusakan lainnya.
2. Kadar pH yang Tidak Seimbang dan Klorin Berlebih
Tentu saja, kolam renang anda membutuhkan bahan kimia atau obat kolam renang untuk menjaganya tetap aman dan bersih.
Namun, anda harus selalu berhati-hati saat menggunakan bahan kimia dan memastikan menggunakannya dengan benar.
Jika anda tidak melakukan hal ini, maka akan mengurangi masa pakai liner kolam renang secara signifikan dengan menyebabkan pemudaran dini atau bahkan kerusakan pada.
Dua parameter kadar air kolam renang utama yang perlu jadi perhatian adalah pH dan klorin.
Sebelum menambahkan klorin atau kaporit ke kolam renang, ukurlah dengan hati-hati dan encerkan dengan melarutkannya ke dalam ember sebelum menambahkannya ke dalam air kolam.
Anda tidak boleh memasukkan klorin secara langsung ke kolam renang. Jika klorin bersentuhan langsung dengan liner tanpa dilarutkan, klorin akan memutihkan dan mulai menggerogoti material.
Di sisi lain, jika kolam renang anda tidak memiliki cukup klorin, lapisan akan berkerut dan menyusut, akhirnya kehilangan bentuknya.
Kadar klorin kolam renang yang ideal sendiri berada di kisaran 1 hingga 3 ppm dengan rekomendasi yang kami sarankan di angka 1 hingga 1,5 ppm.
Elemen kedua, pH, mengacu pada keasaman air kolam renang anda. Kimia air yang tepat akan menjaga liner kolam renang tetap sehat.
Kolam renang anda harus memiliki tingkat pH antara 7,4 dan 7,6. Jika berlebihan akan menyebabkan kalsium terbentuk dan menempel pada liner.
3. Kurangnya Perawatan Kolam Renang
Seperti halnya investasi lainnya, anda harus merawat liner kolam renang agar tetap dalam kondisi prima.
Tanpa melakukan pembersihan rutin dan pemeriksaan perawatan kolam renang, masalah pada liner dapat luput dari perhatian dan memburuk seiring berjalannya waktu.
Ketika masalah semakin memburuk, harga perbaikan akan naik juga sampai akhirnya anda harus mengganti seluruh liner.
Anda harus membersihkan liner kolam renang secara menyeluruh seminggu sekali dan menguji kadar air kolam renang hingga tiga kali seminggu.
Sering-seringlah memeriksa liner apakah ada sobekan, bintik-bintik yang memutih atau kerutan. Hal ini dapat mencegah kerusakan yang lebih besar.
4. Menguras Seluruh Air Kolam Renang
Anda tidak boleh mengeringkan kolam renang yang menggunakan liner sepenuhnya, terutama untuk kolam renang inground atau di dalam tanah.
Hal ini dapat merusak integritas lapisan dengan menyebabkannya melengkung dan retak serta kehilangan bentuknya.
Melakukan pengurasan air kolam renang secara keseluruhan juga berisiko menyebabkan gelembung dan kerutan pada liner. Hal ini akan membuat liner kolam renang lebih rentan untuk robek di kemudian hari.
Sebagai gantinya, anda bisa menguras kolam renang sebagian kolam atau sepertiganya saja dan jika dibutuhkan.
Penutup
Itulah penjelasan tentang penyebab kerusakan liner kolam renang yang perlu anda waspadai.
Berdasarkan penjelasan di atas, sebenarnya penyebabnya cukup umum. Namun, terkadang pemilik kolam renang tidak menyadari melakukannya.
Yang jelas, tetap lakukan perawatan kolam renang rutin untuk mencegah kerusakan liner kolam renang ini makin membesar.
Jika anda membutuhkan bantuan melakukannya, bisa menggunakan jasa perawatan kolam renang yang disediakan Dimulti Pool.
Dimulti Pool sendiri adalah kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun.
Tidak hanya pembuatan, kami juga melayani instalasi, renovasi, termasuk perawatan kolam renang.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











