Seperti kolam renang pada umumnya, kolam terapi menggunakan bahan kimia untuk memastikan airnya tetap bersih. Lebih dari itu, ini akan membuat manfaat kolam terapi jadi lebih optimal.
Bahan kimia atau biasa kita sebut dengan chemical ini juga membantu menjaga tingkat pH kolam renang untuk mencegah korosi.
Tapi bahan kimia apa saja yang anda butuhkan di kolam terapi dan mengapa ini digunakan? Kami akan jelaskan dalam artikel ini.
Baca Juga
Daftar Isi
Mengapa Membutuhkan Chemical untuk Perawatan Air Kolam Terapi?
Perawatan air kolam terapi dengan bahan kimia membantu menjaganya tetap bersih dan menyenangkan untuk digunakan.
Berikut adalah beberapa fungsi chemical pada perawatan air kolam terapi:
- Menjaga air tetap jernih
- Menjaga air bebas dari bakteri berbahaya
- Mencegah pertumbuhan ganggang
- Memastikan bahwa air nyaman untuk dimasuki
- Mencegah korosi atau kerusakan pada kolam renang
- Menghentikan bau atau rasa tidak sedap
- Mencegah pembentukan kerak
Pengujian Kadar Air Kolam Terapi
Ada empat hal utama yang perlu diukur dalam pengujian kadar air kolam terapi, yakni kesadahan, keasaman, alkalinitas, dan tingkat pH.
Kesadahan air mengacu pada jumlah garam kalsium dan magnesium yang terlarut dalam air kolam.
Kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan keruh dan pembentukan kerak, sedangkan kadar yang rendah dapat menyebabkan korosi pada permukaan kolam.
Sementara itu, keasaman pada air kolam terapi dapat disebabkan oleh asam karbonat, asam organik, asam sulfat, dan bahkan asam nitrat dari polusi.
Namun, kadar keasaman kolam terapi harusnya lebih rendah karena kolam ini biasanya berada di dalam ruangan.
Keseimbangan alkali kolam terapi sangat penting karena anda membutuhkannya untuk membuat kolam aman dan nyaman digunakan serta tidak jadi tempat ideal pertumbuhan mikroorganisme.
Mengukur tingkat pH air kolam terapi adalah kuncinya karena ini membantu mengawasi seberapa asam atau basa kolam anda.
Skala pH diberi nomor 0 hingga 14 dengan 7 sebagai angka netral. Untuk kolam terapi, tingkat pH yang disarankan adalah 7,2-7,6, yang sedikit lebih basa.
Sodium bisulfat atau asam klorida (HCL) dapat digunakan untuk menurunkan tingkat pH dan alkalinitas air kolam terapi.
Sementara itu, pH dan alkalinitas dapat dinaikkan dengan menggunakan natrium karbonat.
Penggunaan Kaporit
Sama seperti kolam renang pada umumnya, chemical utama dalam perawatan air kolam terapi adalah kaporit atau kalsium hipoklorit. Ini adalah desinfektan berbasis klorin.
Tapi tak hanya kaporit, anda juga bisa menggunakan senyawa klorin dengan berbagai bentuk dan kandungan zat seperti natrium hipoklorit, butiran / tablet kalsium hipoklorit, butiran natrium dikloroisosianurat, dan lain-lain.
Kandungan klorin sendiri juga harus diatur kadarnya dalam air. Pengujian klorin dalam air kolam terapi dilakukan dalam tiga parameter:
1. Kadar klorin bebas
Ini adalah jumlah klorin yang ada di kolam yang belum bereaksi atau digunakan untuk mendesinfeksi air.
Kadar klorin bebas harus diukur setiap hari dengan menggunakan alat penguji untuk menyesuaikan tingkat disinfektan di kolam.
2. Jumlah Klorin Gabungan
Ini mengacu pada jumlah klorin yang telah bereaksi dan tidak lagi mampu mendesinfeksi air.
Jika kolam terapi anda berbau sangat kuat (lebih kuat dari biasanya), maka itu menunjukkan bahwa ada tingkat klorin gabungan yang lebih tinggi.
Selain itu, anda butuh lebih banyak desinfektan yang perlu ditambahkan ke kolam untuk meratakannya.
3. Total residu klorin
Ini adalah jumlah klorin bebas dan klorin gabungan. Klorin gabungan hanya dapat ditentukan setelah menguji klorin total dan klorin bebas (klorin total – klorin bebas = klorin gabungan). <DP>









