Mengisi kolam renang adalah bagian akhir dari tahapan pembuatan kolam renang sebelum dilakukan treatment awal. Ada banyak jenis air yang digunakan, salah satunya air sumur.
Namun, sebagai kontraktor kolam renang yang berpengalaman, Dimulti Pool tidak menyarankan mengisi kolam renang dengan air sumur. Mungkin ini juga oleh banyak kontraktor lainnya.
Meski menjadi sumber air yang paling dekat dan gampang diperoleh, nyatanya banyak kekurangan mengisi kolam renang dengan air sumur yang bisa bikin anda pusing dan kehilangan kesabaran.
Baca Juga
Kami akan menjelaskannya lebih lanjut dalam artikel ini. Pastikan membaca sampai habis untuk memahami sepenuhnya.
Daftar Isi
Jenis Sumber Air Pengisian Kolam Renang
Seperti yang kami jelaskan, air sumur adalah salah satu jenis sumber air pengisian kolam renang. Namun, setidaknya ada dua jenis sumber air lainnya. Berikut penjelasannya.
1. Air Sumur
Air sumur adalah sumber air yang biasa terinstalasi untuk kebutuhan rumah tangga. Pada dasarnya, ini adalah sumber air tanah.
Untuk mendapatkannya, anda butuh menggali tanah hingga mencapai titik sumber air. Pasang instalasi plambing dan gunakan pompa untuk mengalirkannya ke seluruh kran di rumah.
2. Air PAM atau Air PDAM
Air PAM atau air PDAM, atau biasa juga dikenal dengan air kota, adalah jenis air yang diolah dan didistribusikan oleh perusahaan PDAM, salah satu BUMN di Indonesia.
Air ini bisa berasal dari mana saja, bahkan sungai, danau atau waduk. Setelah mengumpulkannya, air akan diproses hingga mencapai standar air minum.
Untuk mendapatkannya, bisa dengan dua cara. Jika dekat dengan tempat pengolahan, biasanya bisa memasang instalasi pipa bawah tanah hingga sampai ke pemukiman.
Namun, bisa juga dengan memesan menggunakan truk pengangkut air.
3. Air Pegunungan
Seperti namanya, ini adalah jenis air yang diambil dari sumber mata air yang ada di pegunungan. Ini adalah sumber air paling alami, berkaitan dengan proses hujan.
Ketika hujan turun, air akan menyentuh ketinggian dataran yang lebih tinggi, dengan kata lain pegunungan.
Ini adalah permukaan yang pertama kali tersentuh air hujan, jadi kandungannya masih alami. Belum lagi proses filter alami oleh akar tanaman di dalam tanah.
Biasanya perusahaan akan mengambil air dari sumber ini untuk kemudian diolah lagi. Anda bisa mendapatkannya dengan memesan menggunakan truk tangki pengangkut air.
Air gunung adalah jenis air yang paling direkomendasikan untuk mengisi kolam renang karena kandungannya yang lebih murni.
Mengapa Mengisi Kolam Renang dengan Air Sumur Tidak Disarankan?
Penjelasan sebelumnya sudah sedikit mewakili alasan ini. Namun, kami akan jelaskan lebih rinci di poin ini.
1. Kandungan Pengotor yang Tinggi
Ini adalah alasan utama mengapa mengisi kolam renang dengan air sumur tidak disarankan. Anda bisa memperhatikan penjelasan kami di atas, bahwa air PDAM dan Air Gunung mendapatkan perlakuan “pengolahan” lagi sebelum didistribusikan.
Sementara air sumur, kebanyakan, tidak mendapatkan perlakuan tersebut. Meski sebetulnya anda bisa saja memasang filter khusus untuk menyaring air lagi. Tapi, akan sangat merepotkan.
Kandungan pengotor ini akan mempersulit ketika melakukan treatment awal. Selain itu, juga berpotensi membuat kerusakan pada air hingga material kolam renang.
Setidaknya ada 3 zat yang ada dalam air sumur, yang membuat proses treatment awalnya akan sangat sulit.
a. Logam
Air sumur mengandung logam seperti besi, tembaga, mangan, kalsium, dan seng.
Unsur-unsur logam ini berasal dari alam atau ditambahkan ke air pada titik pengolahan. Salah satu contohnya adalah kalsium, yang ditambahkan untuk meningkatkan kesadahan air.
Beberapa logam ini dapat berasal dari korosi pipa logam.
Sumur juga dapat mengandung bakteri tertentu, yang disebut bakteri besi, yang mengikat dan membawa besi.
Dalam kasus ini, besi tidak dapat dengan mudah dideteksi oleh suatu pengujian karena terkandung dalam bakteri. Bakteri besi dapat menyebabkan air berwarna cokelat dan noda pada permukaan kolam.
Seperti yang kami jelaskan, logam di kolam renang dapat menyebabkan konsumsi pembersih yang tinggi, noda, dan kerak.
b. Fosfat
Fosfat adalah bentuk fosfor teroksidasi, unsur non-logam dan nutrisi penting bagi semua organisme hidup termasuk bakteri dan alga.
Di sisi lain, semua makhluk pasti membutuhkan air tanah atau air sumur untuk kelangsungan kehidupannya.
Fosfat tidak secara langsung menciptakan permintaan klorin (zat pembersih dalam kaporit) karena ion fosfat tidak bereaksi dengan klorin bebas.
Namun, jika anda melakukan perawatan kolam renang yang tidak memadai dapat memungkinkan alga dan bakteri berkembang biak dengan cepat, memanfaatkan fosfat sebagai nutrisi.
Dalam keadaan ini, populasi alga atau bakteri yang berkembang biak dapat menyebabkan peningkatan permintaan klorin.
c. Nitrat dan Nitrit
Nitrat adalah senyawa anorganik yang terjadi dalam berbagai kondisi di lingkungan, baik secara alami maupun sintetis.
Nitrat dan nitrit adalah beberapa kontaminan air tanah yang paling umum ditemukan. Nitrat dan nitrit dalam air tanah terutama berasal dari pupuk, sistem septik dan penyimpanan pupuk kandang.
Di kolam renang, nitrit (NO2) cepat teroksidasi untuk membentuk nitrat. Atom oksigen tambahan ini sering berasal dari asam hipoklorit (HOCl) dalam kaporit.
Karena alasan ini, nitrat bisa membuat kinerja klorin dalam kaporit bisa terhambat.
2. Mengisi Sangat Lama dan Bisa Merusak Pompa
Kolam renang bisa berisi puluhan bahkan ratusan ribu liter air. Bandingkan dengan toren yang biasanya hanya 1000 atau 2000 liter.
Untuk mengisi toren pompa saja anda bisa memakan waktu hingga beberapa jam. Bagaimana jika anda mengisi 10 toren? Bisa seharian.
Selain akan memangkas kesaran anda, ini juga akan merusak pompa sumur. Karena pada dasarnya, kebanyakan pompa sumur kebanyakan disarankan dinyalakan tidak lebih dari 4 jam.
Jika tidak, pompa akan panas dan meledak. Sudah pasti anda harus menggantinya.
3. Waktu yang Lama = Pertumbuhan Alga
Mengisi kolam renang dengan air sumur tidak hanya menguras kesabaran karena akan sangat lama, namun juga berpotensi akan adanya pertumbuhan alga atau ganggang hijau.
Ini terjadi karena saat pengisian, kita belum melakukan treatment air apapun hingga kolam benar-benar penuh.
Jika dalam satu hari belum selesai pengisian, sudah dipastikan akan tumbuh alga karena mikroorganisme ini sangat cepat perkembangbiakannya.
4. Ketersediaan Air Tanah
Jika lokasi kolam renang anda berada di wilayah pantai atau pegunungan serta di tempat dengan curah hujan yang tinggi, mungkin ini tidak akan jadi masalah.
Tapi jika lokasinya berada di tanah yang kering, sudah pasti akan sangat sulit menemukan air tanah. Kalaupun ada, semburannya biasanya sedikit.
Mengisi kolam renang dengan air sumur secara normal saja bisa memakan waktu sangat lama. Bagaimana kalau semburan air tanahnya sedikit?
Penutup
Itulah penjelasan mengapa mengisi kolam renang dengan air sumur tidak disarankan. Dimulti Pool sendiri menyarankan menggunakan air gunung untuk melakukan tahapan ini.
Jangan lupa untuk melakukan treatment awal air kolam renang sebelum menggunakannya. Jika anda menggunakan jasa pembuatan kolam renang dari Dimulti Pool, tahapan ini sudah termasuk dalam paket pekerjaan.
Pengalaman teknisi kami selama belasan tahun akan memastikan semua prosesnya berjalan lancar dan sesuai prosedur. Anda tinggal duduk manis menunggu kolam renang siap digunakan.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











