Merawat kolam renang agar selalu berada dalam kondisi optimal sangatlah penting. Jika airnya kotor, bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan.
Kolam renang yang kotor pun bisa disebabkan banyak hal, misalnya alga, dedaunan, bahkan siput. Ya, hewan ini memang suka kelembaban. Kalau dia ada di kolam renang, berarti airnya kotor.
Kalau dilihat, sepertinya tidak apa-apa ketika ada siput di kolam renang. Gerakannya yang lambat serta ukutannya yang relatif kecil nampak tidak akan mengganggu para perenang.
Baca Juga
Tapi, di sini masalahnya! Siput membawa parasit yang bisa menyebabkan rasa gatal pada perenang setelah berenang. Masalah ini dikenal dengan nama Swimmer’s Itch.
Di artikel ini kita akan membahas apa itu Swimmer’s Itch (dalam Bahasa Indonesia: Gatal Perenang) serta cara mengobati dan mencegahnya. Baca terus untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Daftar Isi
Apa Itu Swimmer’s itch?
Swimmer Itch’s atau Dermatitis Cercarial sangat berbeda dengan ruam yang disebabkan oleh sensitivitas klorin. Jenis ruam ini tidak disebabkan oleh klorin, tetapi oleh reaksi alergi terhadap parasit di dalam air.
Parasit ini masuk ke dalam air yang biasanya dibawa oleh siput. Parasit biasanya menginfeksi burung dan mamalia kecil lainnya.
Meskipun manusia bukanlah inang yang cocok untuk parasit ini, hewan mikro ini dapat menyebabkan reaksi alergi yang dikenal sebagai Swimmer’s itch.
Gejala Swimmer’s itch
Meskipun kelihatannya sama, Swimmer’s itch memiliki beberapa gejala yang dapat membedakannya dari sensitivitas klorin atau infeksi jamur.
1. Kesemutan dan gatal-gatal awal yang diikuti dengan jerawat kemerahan
Tidak seperti sensitivitas klorin di mana rasa gatal dan disertai dengan perkembangan ruam, terdapat jeda waktu Swimmer’s itch.
Rasa gatal hanya akan muncul dalam waktu 12 jam setelah rasa kesemutan. Artinya, akan ada rasa gatal awal tanpa gejala yang terlihat.
2. Dapat terjadi di mana saja
Tidak seperti infeksi jamur seperti kutu air yang biasanya ditandai dengan kemunculannya di area kaki dan tangan, Swimmer’s itch dapat terjadi di bagian tubuh mana pun yang terpapar air yang terkontaminasi.
3. Adanya siput di sekitar area kolam renang
Tanda bahwa air telah terkontaminasi adalah jika anda melihat siput di sekitar area kolam renang. Hewan ini adalah satu-satunya pembawa parasit yang menyebabkan Swimmer’s itch.
Pengobatan
Swimmer’s itch sebenarnya bukan masalah serius dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari karena ini hanyalah reaksi alergi. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi gejalanya.
Oh iya, ketika ini terjadi usahakan jangan digaruk. Dengan menggaruk, dapat menyebabkan ruam menjadi terinfeksi. Ini adalah masalah lain yang perlu penanganan lain juga.
1. Gunakan Salep Kortikosteroid
Salep ini ada banyak di jual bebas di apotek. Dengan menggunakannya, akan mengurangi peradangan dan rasa gatal.
2. Mengompres dengan Air Dingin
Kompres dengan air dingin, bukan panas. Hal ini juga akan membantu mengurangi peradangan untuk mengurangi sensasi gatal.
3. Lotion Anti Gatal
Lotion ini banyak tersedia di banyak apotek. Kandungan anti gatalnya sangat ampuh untuk mengatasi gatal pada perenang karena Swimmer’s Itch.
Cara Mencegahnya
Satu-satunya cara untuk mencegah masalah ini adalah dengan menjaga tingkat sanitasi air dengan tepat sehingga larva parasit di dalam air tidak akan bertahan hidup.
Selain itu, awasi siput. Jika anda menemukannya, segera buang dan jangan biarkan siapa pun berenang di kolam renang sampai benar-benar bersih.
Agar benar-benar aman, setelah membuang siput, lakukan shocking treatment untuk menghilangkan kontaminan.
Itulah penjelasan tentang Swimmer’s Itch berikut cara mengobatinya ketika terpapar serta cara mencegahnya.
Jika anda memerlukan perawatan kolam renang untuk mencegah masalah ini terjadi, jangan ragu untuk gunakan jasa Dimulti Pool.
Kami adalah kontraktor kolam renang profesional dengan teknisi berpengalaman belasan tahun di bidang ini. Kami siap membuat kolam renang anada selalu bersih, aman, dan nyaman. <DP>











