Mencegah Ruam Kulit karena Sensitivitas Klorin Kolam Renang

Fakhri Adzhar

Ilustrasi ruam setelah berenang akibat sensitivitas klorin.
Ilustrasi ruam setelah berenang akibat sensitivitas klorin.

Kaporit adalah bahan kimia yang umum digunakan untuk perawatan kolam renang. Zat ini berfungsi untuk mencegah tumbuhnya organism seperti ganggang.

Namun, penggunaan kaporit juga harus ideal. Jika tidak, kandungan klorin di dalamnya bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah timbulnya ruam setelah berenang. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang punya kulit dengan sensitivitas klorin cukup tinggi.

Di artikel ini kita akan membahas masalah kesehatan sensitivitas klorin berikut cara penanganan dan mencegahnya terjadi. Baca terus artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Apa Itu Sensitivitas Klorin?

Ini adalah jenis masalah pada kulit yang sering terjadi ketika bersentuhan dengan air kolam renang, baik untuk berenang atau kegiatan lainnya. Hal tersebut karena kulit orang tersebut sensitif terhadap klorin.

Setelah menyentuh air kolam renang, akan timbul bercak-bercak merah baik berbentuk bintik-bintik maupun berukuran cukup besar.

Masalah dengan sensitivitas klorin bahkan bisa berkembang pada orang-orang yang sebelumnya baik-baik saja dengan berenang di air yang mengandung klorin.

Gejala Sensitivitas Klorin

Tergantung pada tingkat keparahan sensitivitas, gejala-gejala ini dapat terjadi segera setelah terpapar air yang mengandung klorin atau bahkan beberapa jam setelahnya.

1. Bercak-bercak kulit gatal

Gejala yang paling umum dari sensitivitas klorin adalah bercak-bercak kulit gatal.

2. Bentol-bentol di sekujur tubuh

Ini juga merupakan jenis sensitivitas klorin tetapi lebih merupakan reaksi alergi terhadap klorin itu sendiri.

3. Kulit kering atau pecah-pecah

Hal ini juga umum terjadi setelah berenang di kolam yang mengandung klorin.

4. Luka atau lecet

Lecet biasanya tidak terbentuk dari sensitivitas klorin ringan. Jadi jika luka dan lecet memang terbentuk, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

5. Kesulitan bernapas

Ini juga dikenal sebagai reaksi asma terhadap asap kaporit. Hal ini terjadi ketika ada konsentrasi klorin yang sangat tinggi di dalam kolam renang di mana bahan ini mengeluarkan gas.

Siapa pun yang mengalami hal ini harus segera mendapatkan perawatan medis.

Perawatan

Ruam dan kulit kering dan pecah-pecah yang disebabkan oleh sensitivitas klorin biasanya sembuh dengan sendirinya setelah beberapa jam atau hari.

Salep yang mengandung hidrokortison juga dapat membantu meredakan bercak-bercak kulit yang gatal. Untuk gatal-gatal dan reaksi alergi lainnya, krim dengan antihistamin dapat membantu.

Mencegah Masalah

Selain menjauhi air yang mengandung klorin, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah timbulnya ruam akibat paparan air yang mengandung klorin.

1. Mandi sebelum masuk ke kolam renang

Klorin terkadang bereaksi dengan lotion dan produk kosmetik lainnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan ruam.

Bersihkan tubuh secara menyeluruh sebelum masuk ke kolam renang untuk memastikan bahwa tidak ada jenis produk tersebut di kulit anda untuk mengurangi reaksi ini.

2. Mandi dengan sabun setelah keluar dari kolam renang

Membilas tubuh dengan air saja setelah berenang tidak cukup untuk membersihkan klorin secara menyeluruh.

Air kolam renang yang mengering di kulit dapat meninggalkan bercak klorin yang terkonsentrasi. Hal ini dapat menyebabkan ruam dan masalah sensitivitas klorin lainnya.

3. Mengoleskan lotion khusus ke area yang sensitif terhadap klorin

Sebelum berendam di kolam renang, melindungi area di mana ruam klorin sebelumnya pernah terjadi dapat membantu meminimalkan hal tersebut terulang kembali.

4. Mengoleskan penghilang kaporit setelah menggunakan kolam renang

Banyak produk yang bisa dicari di Google yang berfungsi menghilangkan kaporit dan menenangkan kulit setelah berenang di kolam renang.

Anda juga dapat bertanya kepada dokter kulit untuk mengetahui produk mana yang paling cocok untuk jenis kulit anda.

5. Membilas dan berganti pakaian segera setelah keluar dari kolam renang

Setelah berenang, bilas dengan bersih dan ganti pakaian yang longgar dan kering agar kulit anda dapat bernapas.

6. Berhenti berenang untuk sementara

Kecuali jika ruam dipicu oleh reaksi alergi, beristirahat sejenak dari kegiatan berenang akan membantu kulit anda sembuh dan pulih dari sensitivitas klorin.

7. Menjaga kadar klorin

Banyak masalah sensitivitas klorin muncul karena konsentrasi bahan kimia ini terlampau tinggi. Karena itu, penting untuk menjaga kadar klorin kolam renang pada tingkat ideal (1 hingga 3 ppm).

Penutup

Itulah penjelasan tentang sensitivitas klorin berikut cara penanganan dan mencegahnya terjadi. Ingat, lakukan selalu perawatan pada kolam renang jika tak mau masalah ini terjadi. <DP>

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.