Membuat kolam renang di perbukitan memang menyenangkan. Anda bisa menikmati pemandangan alami sambil menyegarkan badan.
Namun, tahukah anda kalau ternyata membuat kolam renang di tanah lereng atau miring seperti itu ternyata membutuhkan perlakuan khusus?
Dimulti Pool sendiri sebagai kontraktor kolam renang menerima permintaan pembuatan kolam renang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk di dataran tinggi yang tanahnya miring atau berlereng.
Baca Juga
Berdasarkan pengalaman kami, di sini kami akan jelaskan bagaimana masalah yang terjadi serta bagaimana membuat struktur kolam renang di lokasi dengan jenis tanah tersebut.
Daftar Isi
Penyebab Kerusakan Struktur Kolam Renang di Tanah Lereng
Kolam renang mengalami gangguan struktural yang serius paling sering ketika berada di tanah lereng atau tanah yang menurun. Biasanya berada di perbukitan.
Kejadian alami yang disebut “slope creep” atau pergeseran lereng menyebabkan sebagian besar kerusakan struktural kolam renang yang mengakibatkan perbaikan yang mahal.
Struktur kolam yang umum adalah dinding dan lantai beton yang dirancang untuk menahan tekanan tanah di sekitarnya, seperti dinding penahan.
Dinding penahan yang dirancang dengan baik harus dibangun di atas pondasi atau pijakan yang didukung oleh tanah yang kokoh. Dalam kasus kolam renang, lantai kolam berfungsi sebagai pondasi atau pijakan.
Namun kolam renang berbeda dengan dinding penahan tanah karena kolam renang juga akan menahan puluhan ribu liter air selain tekanan dari tanah di sekitarnya.
Jika tanah di bawah sebagian kolam tidak mendukung kolam, area kolam tersebut akan mengendap.
Ketika sebagian kolam mengendap sementara tanah di sisi lain kolam renang tidak mengendap, ini bisa menyebabkan penurunan tanah atau disebut diferensiasi tanah. Hal ini mengakibatkan keretakan pada kolam.
Pergeseran Lereng
Ketika tanah di lereng tersebut menjadi basah, ia cenderung membengkak seperti spons, atau biasa disebut “tanah ekspansif”. Ketika tanah ekspansif menyerap air dan membengkak, tanah akan bergerak.
Di tanah yang datar, tanah akan terangkat atau bergerak ke atas. Jika tanahnya miring, tanah ekspansif bergerak ke atas dan ke samping.
Ketika tanah ekspansif mengering, tanah akan menyusut kembali hampir ke ukuran aslinya.
Ketika lereng yang menurun yang mengandung tanah ekspansif mengalami siklus pembasahan dan pengeringan yang berulang-ulang, hal itu dan gaya gravitasi menghasilkan gerakan berkelanjutan yang membuat merayapnya tanah di permukaan lereng.
Perayapan terjadi secara perlahan, hampir terus menerus, dan memiliki efek penurunan tanah hingga lebih dari 0,5 cm per tahun.
Pergeseran lereng sendiri mempengaruhi lima hingga delapan kaki bagian atas atau luar tanah pada lereng. Lereng sendiri secara umum memiliki kemiringan satu kaki vertikal hingga dua kaki horizontal.
Ini berarti bahwa pergeseran lereng dapat mempengaruhi struktur bangunan, termasuk kolam renang, 10 hingga 16 kaki atau lebih dari puncak lereng yang menurun.
Membuat Pondasi Kolam Renang di Tanah Lereng
Kadar air tanah cenderung menjadi lebih seragam dengan bertambahnya kedalaman. Berat tanah di atasnya juga cenderung mengurangi jumlah perubahan volume yang dapat terjadi.
Oleh karena itu, semakin dalam tanah, tanah cenderung tidak terlalu bermasalah dari tanah ekspansif dan pergeseran lereng.
Jika kolam renang terletak di area yang mengandung tanah ekspansif dan berada di dalam zona yang mengalami pergeseran lereng, bagian kolam renang di dalam zona pergeseran akan kehilangan penopang dan mengendap, berputar, dan retak akibat pergeseran lereng.
Setelah keretakan dimulai, air yang bocor dari kolam biasanya akan memperburuk masalah.
Karena itu, diperlukan penggalian lebih dalam untuk struktur pondasi kolam renang. Penggalian biasanya dilakukan menggunakan strauss pile atau bore pile.
Strauss Pile dan Bore Pile
Strauss Pile dan Bore Pile adalah dua proses penggalian tanah untuk membuat struktur bangunan menggunakan sebuah alat bor. Biasanya, peralatan ini digunakan untuk mencapai kedalaman tanah yang cukup dalam.
Perbedaan Strauss Pile dan Bore Pile terletak pada ukuran bor yang digunakan serta cara menggunakannya.
Strauss Pile memiliki ukuran yang relatif kecil. Proses pengeboran tanah menggunakan alat ini dilakukan oleh dua orang dengan tenaga manual.
Sementara itu, Bore Pile merupakan bor besar yang biasanya digunakan dengan menggunakan mesin penggerak.
Dalam kasus membuat kolam renang di tanah lereng, kedua alat ini bisa digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah kami jelaskan di bagian sebelumnya.











