Manfaat Aerasi dalam Meningkatkan pH Air Kolam Renang. Bagaimana penjelasannya? Berikut ini kami jabarkan.
Pada kolam renang, kadar ideal dari total alkalinitas dalam air kolam renang harus berkisar antara 100 hingga 150 ppm.
Kisaran alkalinitas ini menjaga pH tetap stabil dan membuat chemical kolam renang lain, misalnya klorin, tetap berjalan efektif.
Baca Juga
Masalah fluktuasi pH dan alkalinitas ini sebenarnya ada di alkalintas-nya. Jika pH air kolam renang stabil, alkalinitas tidak akan terpengaruh sama sekali.
Namun, kalau alkalinitas mulai naik, maka pH tidak stabil dan akan mulai meningkat seiring dengan alkalinitas.
Jadi, jika tingkat alkalinitas dan pH keduanya meningkat, barulah anda harus mengambil tindakan untuk menurunkan tingkatnya.
Nah, cara termudah untuk menjaga kadar keduanya tetep ideal sekaligus memecahkan masalah fluktuasi ini adalah dengan aerasi.
Di artikel ini kita akan membahas manfaat aerasi untuk meningkatkan pH tanpa meningkatkan total alkalinitas. Berikut informasi selengkapnya.
Daftar Isi
Hubungan pH dan Total Alkalinitas
pH adalah ukuran seberapa asam atau seberapa mendasar suatu zat. Ini diukur pada skala dari 1 hingga 14, dengan air yang benar-benar murni tepat di tengah di 7.
Sementara itu, Total Alkalinitas diukur dalam bagian per juta (ppm). Ini adalah ukuran absolut dari konsentrasi semua zat alkali dalam larutan.
Zat alkali yang paling umum pada air kolam renang adalah karbonat, bikarbonat, dan hidroksida.
Zat alkali ini penting karena pengaruhnya terhadap pH. Mereka bertindak sebagai buffer, menjaga pH agar tidak naik atau turun. Mereka melakukan ini dengan menetralkan asam.
Dengan kata lain, alkalinitas total adalah ukuran seberapa kuat air kolam Anda dapat menahan perubahan pH.
Menurunkan Total Alkalinitas Tanpa Mempengaruhi pH? Aerasi Jawabannya!
Menurunkan alkalinitas di kolam renang tanpa menurunkan pH sangat menantang. Masalah utama dalam mengatur alkalinitas atau pH adalah karena kedua parameter tersebut sangat erat kaitannya.
Inilah sebabnya mengapa menurunkan salah satu dari dua parameter tersebut akan menyebabkan parameter lainnya turun juga.
Oleh karena itu, mencoba menurunkan alkalinitas tanpa menurunkan pH, atau sebaliknya, sebenarnya, sangat tidak realistis.
Tapi, satu-satunya cara untuk menurunkan alkalinitas adalah dengan menurunkan keduanya, dan kemudian menaikkan tingkat pH dengan mengangin-anginkan air atau aerasi.
Aerasi menciptakan turbulensi, yang menyebabkan karbon dioksida (CO2) keluar dan meningkatkan pH.
Cara termudah untuk melakukan ini adalah dengan menyalakan sistem pengembalian kolam renang dari inlet fitting ke permukaan air.
Metode apapun yang anda gunakan untuk mengaerasi kolam renang akan meningkatkan pH tanpa menurunkan alkalinitas.
Tapi ingat, jika tingkat pH stabil, tidak perlu menyesuaikan tingkat alkalinitas total.
Bagaimana Langkah Meningkatkan pH dengan Aerasi?
Pertama-tama, turunkan alkalinitas dan pH dengan Asam Muriatik, lalu naikkan hanya pH-nya dengan aerasi.
Menurunkan pH secara signifikan akan meningkatkan jumlah karbonat yang berada dalam bentuk karbon dioksida di dalam air.
Hal tersebut akan meningkatkan laju gas buang (karbon dioksida yang keluar dari air). Aerasi juga akan meningkatkan laju gas buang ini.
Saat karbon dioksida keluar, pH akan naik tanpa perubahan alkalinitas total. Anda kemudian dapat menambahkan asam untuk menurunkan pH dan TA.
Kesimpulannya, tambahkan asam hingga alkalinitas mencapai sekitar 90 hingga 100 ppm. Kemudian aerasi hingga pH naik menjadi 7,4 hingga 7,6.
Yang perlu diingat adalah dibutuhkan 25,6 oz. asam muriatik dengan minimal 31,45 persen asam klorida untuk menurunkan alkalinitas total sebesar 10 ppm dalam 10.000 galon. <DP>











