Anda pernah mendengar korosi tegangan? Yup, ini memang kurang populer, apalagi di lingkungan kolam renang. Namun, ini bisa terjadi di fasilitas tersebut, loh!
Stainless steel sudah terkenal untuk digunakan sebagai material membuat beberapa peralatan kolam renang. Ternyata, baja jenis ini bisa terpapar yang dinamakan korosi tegangan.
Tak seperti korosi atau karat, korosi tegangan bisa menyebabkan keretakan pada baja, termasuk stainless steel. Ini bisa bahaya kalau retakan itu menimbulkan sudut tajam.
Baca Juga
Karena itu, ada baiknya anda juga mempelajari apa itu korosi tegangan dan apakah bisa terpapar di peralatan yang ada di area kolam renang.
Daftar Isi
Aplikasi Stainless Steel di Kolam Renang
Sebelum membahas korosi tegangan, lebih baik kita lihat dulu aplikasi Stainless steel yang banyak digunakan di area kolam renang. Berikut diantaranya:
- Pegangan tangan dan pagar
- Tangga Kolam Renang
- Peralatan ruang ganti, loker dll.
- Water Boom kolam renang yang bisa dipindahkan
- Aplikasi struktural – struktur pendukung pencahayaan, dukungan saluran pemanas, rangka jendela
- Peralatan tambahan seperti catering di area yang berdekatan dengan kolam renang
- Pelapis Kolam Renang
Ketahanannya terhadap korosi, penampilan estetis, dan kemudahan perawatan menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk aplikasi ini.
Namun, ada faktor-faktor yang sangat spesifik pada bangunan kolam renang yang perlu diperhitungkan saat mendesain kolam renang baru atau merenovasi kolam renang yang sudah ada.
Faktor terpenting dari hal ini adalah potensi terjadinya korosi tegangan pada beberapa jenis baja tahan karat alias stainless steel.
Masalah Korosi Tegangan
Korosi tegangan merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi pada stainless steel. Ada 4 faktor yang menyebabkan terjadinya retak korosi tegangan:
- Tegangan tarik. Baik dari beban eksternal atau tegangan sisa dari proses fabrikasi
- Suhu yang cukup tinggi
- Lingkungan yang cukup korosif
- Bahan yang rentan
Korosi tegangan pada stainless steel standar tidak terjadi di bawah sekitar 50 derajat C. Masalah ini biasanya ditemukan dalam rekayasa proses untuk bahan kimia atau makanan dan minuman.
Namun, penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa korosi dapat terjadi pada suhu 25 derajat Celcius dalam kondisi kandungan klorida tinggi ditambah keasaman tinggi dan klorida sangat tinggi dalam kondisi netral.
Penyebab kondisi ini di bangunan kolam renang adalah produksi bahan kimia organik yang disebut kloramin (bahan aktif dalam klorin).
Bahan kimia ini terbentuk dari interaksi bahan kimia desinfeksi kolam berbasis klorin dan senyawa organik dari perenang, terutama keringat dan urin (air seni).
Bahan kimia ini menguap dan mengembun di permukaan dan dapat sangat terkonsentrasi tergantung pada kombinasi suhu dan kelembaban di kolam renang, terutama kolam renang indoor.
Area di ruang atap sangat rentan karena sulit dibersihkan. Sementara itu, peralatan berbahan stainless steel yang terendam di air sama sekali tidak rentan terhadap korosi tegangan.
Korosi Tegangan Tidak Terjadi di Peralatan Kolam Renang Stainless Steel yang Terendam
Anda tidak perlu khawatir korosi tegangan terjadi di area tangga, handrail, maupun pagar pembatas kolam anak dan dewasa karena semua itu berada di bawah air.
Untuk aplikasi ini, masalah utamanya bukanlah korosi tegangan, melainkan memastikan bahwa material tersebut mempertahankan lapisan awalnya sepanjang masa pakainya.
Stainless steel standar seperti 304 dan 316 telah terbukti efektif di banyak kolam renang.
Namun, banyak stainless steel yang mengalami karat. Ada baiknya memeriksa faktor-faktor yang dapat menyebabkannya dan tindakan perbaikan yang dapat diambil.











