Sumber air adalah aspek penting yang perlu diperhatikan pemilik kolam renang. Tentunya karena air digunakan untuk mengisi kolam. Jangan sampai terdapat jenis kontaminasi sumber air kolam renang ini.
Air di kolam renang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Namun, ada dua sumber utama, yakni air kota atau PDAM dan air sumur. Air gunung juga bisa digunakan sebagai pilihan.
Air untuk kolam renang harus memiliki kualitas yang baik dan bebas kontaminasi untuk memastikan keamanan bagi pengguna.
Baca Juga
Sumber air bisa terkena kontaminasi oleh mikroorganisme dan polutan. Hal ini bisa mempengaruhi jumlah dan jenis bahan kimia untuk desinfeksi dan sanitasi kolam.
Oleh karena itu, pemilik kolam renang harus memilih sumber air terbaik dan proses pengolahan yang tepat untuk menjamin standar air.
Dalam artikel kali ini, kami akan membahas berbagai jeis kontaminasi sumber air kolam renang dan dampaknya terhadap kejernihan air.
Daftar Isi
Sumber Air Kolam Renang
Berikut ini adalah beberapa jenis sumber air yang bisa digunakan untuk pengisian kolam renang. Setidaknya ada tiga yang sering digunkakan.
1. Air Sumur
Kualitas air sumur sangat dipengaruhi oleh lokasi geografisnya.
Air sumur umumnya mengandung kontaminan seperti zat besi, tanin, dan bakteri besi, yang menyebabkan perubahan warna kolam renang dan peningkatan permintaan akan pembersih.
2. Air PDAM
Air ini dibuat dengan mengambil air dari sungai atau danau lalu didekontaminasi dan dimurnikan. Penyalurannya melalui pipa untuk mencapai konsumen.
Sumber air ini hampir tidak mengandung persentase kontaminan yang tinggi karena persyaratan dan pedoman khusus yang diberlakukan oleh pemerintah.
3. Air Gunung
Singkatnya, air gunung adalah air yang berasal dari pegunungan.
Jika air gunung yang digunakan untuk air minum biasanya diambil di hulu mata air. Sementara yang digunakan untuk rumah tangga biasanya sudah ada di kawasan lereng atau kaki gunung.
Jenis Kontaminasi Sumber Air Kolam Renang
Sumber air punya risiko kontaminasi yang tinggi yang disebabkan oleh logam berat, nitrat, dan fosfat yang mempengaruhi kejernihan air kolam renang.
Pipa-pipa tua yang digunakan untuk transportasi air dapat menyebabkan kontaminasi kolam adanya kotoran seperti tembaga.
Berikut ini adalah jenis kontaminasi sumber air kolam renang yang sering ditemukan dan bahayanya untuk kolam renang.
1. Nitrat
Jumlah nitrat dalam air minum nitrat tidak boleh melebihi 10 ppm per liter dalam air minum. Ini adalah kontaminan utama air tanah, terutama di daerah pedesaan di mana terdapat banyak kegiatan pertanian.

Pupuk, sistem septiktank, dan penyimpanan kotoran juga jadi alasan utama keberadaan nitrat dalam air tanah.
Di kolam renang, konsentrasi nitrat yang tinggi menyebabkan masalah ganggang, yang meningkatkan kebutuhan klorin.
2. TDS
Total semua zat padat terlarut (TDS) mengacu pada semua kotoran, mikroba, dan polutan yang ditemukan di dalam air. Tingkat TDS bervariasi tergantung pada wilayah geografis.

Umum ditemukan sumber air yang mengandung konsentrasi kalsium dan magnesium yang tinggi. Dalam kasus seperti ini, disarankan untuk mencari sumber air yang tidak terlalu terkontaminasi.
3. Logam
Sumber air mendapatkan zat-zat kontaminasi baik dari sumbernya maupun dari tempat pengolahannya. Contohnya kalsium yang sengaja dimasukkan ke dalam air untuk meningkatkan kesadahan.
Air yang bersentuhan dengan logam juga bisa menyebabkan kontaminasi. Bakteri tertentu yang dikenal sebagai bakteri besi ditemukan dalam air sumur dan menyebabkan perubahan warna pada air dan permukaan kolam.

Selain itu, beberapa jenis pembersih kolam bisa bergabung dengan logam berat seperti besi dan tembaga untuk menciptakan peningkatan konsentrasi.
Berurusan dengan logam berat di kolam renang perlu melibatkan penggunaan produk penghilang logam secara rutin.
4. Fosfat
Fosfat digunakan untuk melindungi pipa dari korosi. Zat ini umum ditemukan di air PDAM.
Meskipun fosfat mencegah korosi, secara tidak langsung menyebabkan peningkatan penggunaan klorin untuk perawatan kolam renang.

Fosfat berfungsi sebagai nutrisi untuk ganggang. Setelah itu, ganggang, bereproduksi secara signifikan yang menyebabkan penggunaan klorin yang berlebihan.
Untungnya, fosfat dapat dihancurkan dengan menggunakan penghilang fosfat yang mengandung garam lantanum. Garam ini akan mengembunkan fosfat dan membuatnya mudah untuk disaring.
5. Kloramin
Air PDAM biasanya diklorinasi dengan reaksi klorin dan amonia dalam air. Proses ini menghasilkan zat yang disebut kloramin. Selama proses reaksi, monokloramin dihasilkan.
Monokloramin dan klorin digunakan dalam fasilitas pengolahan air untuk penggunaan skala besar dan skala kecil.

Kloramin dapat menyebabkan dan memperburuk masalah pernafasan. Kloramin yang ditemukan di air kolam renang dapat dihilangkan melalui proses yang dikenal sebagai super klorinasi.
Itulah penjelasan tentang sumber kontaminasi pada air yang digunakan untuk kolam renang.
Standar air kolam renang sangat dipengaruhi oleh air sumber, yang sering menjadi habitat mineral dan logam berat.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengujian kadar air kolam renang secara rutin dan membuat rencana perawatan yang tepat untuk menghindari efek buruk kontaminasi tersebut.
Penutup
Itulah penjelasan tentang jenis kontaminasi sumber air kolam renang serta bagaimana mengatasi dan mencegahnya.
Berdasarkan pemaparan di atas, penting untuk mengetahui air apa yang anda pilih ketika melakukan pengisian kolam renang. Selain itu, pastikan juga melakukan teratment atau perawatan kolam renang yang tepat.
Ketika membuat kolam renang, Dimulti Pool akan secara spesifik melakukan treatment awal sesuai dengan jenis air pengisi. Jadi, hasilnya akan maksimal.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool untuk melakukan pengisian kolam serta treatment lainnya, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











