Bagian terpenting dari peralatan terapi air adalah kolam renang. Ada dua jenis kolam terapi yang populer, yakni kolam beton dan kolam stainless steel. Tapi, mana yang lebih baik?
Kolam renang merupakan salah satu yang paling mahal dalam biaya pembuatan awal, pemeliharaan dan perawatan, serta penggunaan energi.
Oleh karena itu, memilih jenis kolam terapi yang tepat sangat penting untuk keberhasilan proses penyembuhan pasien.
Baca Juga
Daftar Isi
Kolam Beton
Kolam biasanya terbuat dari beton dan ditutupi dengan lapisan kedap air (waterproof) dan ubin untuk menahan air.
Di sisi lain, kolam hidroterapi modern biasanya memiliki lantai yang dapat digerakkan sehingga kedalaman kolam dapat disesuaikan.
Tenang saja, anda bisa menggabungkan keduanya, material beton dan teknologi lantai bergerak, jika memutuskan menggunakan kolam jenis ini.
Kolam ini juga dapat dilengkapi dengan jendela untuk melihat, sehingga terapis dapat melihat dengan jelas bagaimana latihan dilakukan.

Namun, sebagai pilihan yang lebih modern, kolam beton dapat dilengkapi dengan kamera bawah air, sehingga terapis dapat melihat seluruh latihan dan menyimpan rekaman untuk melacak kemajuan.
Banyak orang lebih memilih kolam beton dengan lantai yang dapat digerakkan karena beton mudah dibangun dalam berbagai ukuran atau bentuk, tersedia secara luas, dan relatif murah.
Pertimbangan lainnya adalah banyak tempat yang sudah memiliki kolam renang yang ingin ditambahkan lantai bergerak untuk terapi.
Kelebihan lainnya dengan menggunakan kolam beton adalah anda bisa membuat kolam terapi dengan ukuran besar. Anda tinggal melengkapinya dengan berbagai peralatan.
Kolam terapi berukuran besar juga memungkinkan lebih banyak orang menggunakannya. Tentu saja, ini soal efisiensi waktu terapi.
Kolam Stainless Steel
Buat yang belum tau, kolam terapi saat ini lebih banyak menggunakan material stainless steel atau baja tahan karat.
Fleksibilitas penempatan dan ketahanannya terhadap kebocoran menjadi dua kelebihan yang banyak dipertimbangkan orang, rumah sakit, atau klinik.
Tidak seperti kolam beton, menggunakan material stainless steel artinya anda harus membeli satu buah cangkang kolam renang utuh.
Sama seperti kolam beton, kolam stainless steel dapat dilengkapi dengan lantai yang dapat dipindah-pindahkan, jendela observasi, kamera, dan treadmill bawah air.

Berbeda dengan kolam hidroterapi beton, kolam modular dapat dibongkar dan dibangun kembali di tempat lain jika perlu.
Kelebihan lainnya adalah kolam jenis ini jauh lebih cepat dibangun dan dirakit di tempat.
Meski begitu, berbanding terbalik dengan kolam beton, kolam stainless steel biasanya punya ukuran yang relatif kecil.
Kolam ini memang biasanya diperuntukan untuk terapi air individual, khusus digunakan satu orang dan satu terapis.
Kalau berbicara efisiensi, jelas akan banyak waktu yang terbuang jika banyak pasien yang mengantri menggunakannya.
Di sisi lain, harga pembuatannya pun mahal. Anda bisa saja memesan banyak kolam stainless steel. Namun, anda harus menyediakan ruang serta anggaran yang jauh lebih besar.
Kesimpulan
Kolam terapi beton dan stainless steel sebaiknya dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan anda. Berbagai faktor yang kami jelaskan bisa jadi pertimbangan ketika anda ingin membuat kolam ini.
Untuk kolam terapi rumahan, kami sarankan dibangun menggunakan material beton karena fungsinya yang tidak spesifik.
Untuk rumah sakit ataupun klinik, anda bisa memilih menggunakan kolam terapi stainless steel.
Meski begitu beberapa hal perlu dipertimbangkan, antara lain ketersediaan lahan, kebutuhan dan jumlah pasien, serta yang paling penting adalah anggaran.
Jika tidak memungkinkan, membuat kolam terapi beton juga sudah sangat bisa mengakomodir penambahan fasilitas rumah sakit.
Yang terpenting, harus disesuaikan dengan standar yang ditentukan Kementerian Kesehatan.











