Terapi renang saraf kejepit bisa menjadi solusi mengatasi masalah yang sangat menyakitkan tersebut. Bahkan anda harus segera mengatasinya karena kalau dibiarkan masalah ini bisa semakin parah.
Berikut ini kita akan membahas apa saja dan bagaimana gerakan terapi renang saraf kejepit yang efektif. Selain itu juga terdapat beberapa informasi penting yang perlu diketahui para penderita sakit ini.
Daftar Isi
Apa Itu Saraf Kejepit?
Saraf kejepit adalah peristiwa atau masalah ketika tekanan berlebihan diberikan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon.
Baca Juga
Kompresi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, mati rasa, sensasi kesemutan, dan kelemahan di area yang terkena.
Saraf terjepit umumnya terjadi di leher, punggung, dan pergelangan tangan.
Kondisi ini juga yang menyebabkan kondisi lanjutan seperti radikulopati servikal, skiatika, dan sindrom terowongan karpal.
Manfaat Terapi Renang untuk Saraf Kejepit
Ada banyak manfaat terapi renang untuk saraf terjepit. Pertama, daya apung air mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit sehingga rasa sakit segera teratasi.
Tarikan gravitasi yang berkurang pada tubuh memungkinkan gerakan yang lebih bebas tanpa memperparah tekanan pada saraf.
Selain itu, terapi renang juga membantu memperkuat otot-otot di sekitar saraf yang terjepit. Ini akan meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko kompresi lebih lanjut.
Hambatan air kolam renang juga bertindak sebagai bentuk latihan ketahanan alami. Hal ini akan meningkatkan kekencangan otot dan kebugaran fisik.
Sesi terapi renang secara teratur dapat memperbaiki postur. Selanjutnya hal ini akan meringankan gejala saraf terjepit.
Terapi renang juga merupakan bentuk latihan berdampak rendah. Hal tersebut karena gerakan yang dilakukan meminimalkan tekanan pada sendi dan mengurangi risiko cedera lebih lanjut.
Karena itu terapi renang adalah pilihan ideal bagi penderita saraf terjepit yang mungkin terbatas kemampuannya untuk melakukan aktivitas tinggi.
Satu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation menemukan bahwa individu dengan nyeri punggung kronis mengalami perbaikan signifikan dalam intensitas nyeri dan disabilitas setelah mengikuti program terapi renang.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terapi renang dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif dan aman bagi individu dengan saraf terjepit.
Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy meneliti efek terapi renang pada individu dengan sindrom terowongan karpal.
Hasilnya menunjukkan bahwa terapi renang menyebabkan berkurangnya rasa sakit, peningkatan kekuatan genggaman, dan peningkatan kemampuan fungsional.
Studi ini juga menyoroti potensi terapi renang sebagai pengobatan pelengkap untuk saraf terjepit di pergelangan tangan.
Cara Kerja Terapi Renang Saraf Kejepit
Terapi renang bekerja dengan memanfaatkan daya apung air yang mengurangi tarikan gravitasi pada tubuh.
Hal tersebut akan memungkinkan gerakan lebih bebas dan mengurangi tekanan pada saraf dan membuat sensasi lega. Sensasi ini kemudian akan menyebabkan berkurangnya rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Lebih jauh lagi, air juga akan memberikan bentuk latihan ketahanan yang lembut dan alami yang membantu memperkuat otot-otot di sekitar saraf yang terjepit.
Saat menjadi lebih kuat dan fleksibel, otot dapat lebih baik menopang area yang terjepit, meminimalkan kompresi saraf lebih lanjut dan meningkatkan mobilitas tubuh.
Tekanan hidrostatik air juga mengurangi peradangan dan pembengkakan sehingga memberikan kelegaan tambahan pada area yang terjepit.
Gerakan berirama dan latihan peregangan yang dilakukan di dalam air juga memperlancar peredaran darah yang dapat membantu proses penyembuhan saraf terjepit.
Gerakan Terapi Renang Saraf Kejepit
Saat melakukan terapi renang saraf kejepit juga penting diperhatikan untuk melakukannya dengan benar. Berikut ini panduan melakukan gerakan terapi renang saraf kejepit yang benar.
1. Persiapan
Sebelum memulai terapi renang saraf terjepit, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terapis bersertifikat.
Mereka dapat menilai kondisi anda dan memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan serta memandu menjalani sesi terapi.
Selain itu, penting juga untuk memilih kolam terapi atau fasilitas yang menawarkan program terapi dan memiliki terapis terlatih yang mengkhususkan diri dalam menangani saraf terjepit.
Mereka dapat membuat rencana latihan khusus berdasarkan kebutuhan anda.
2. Berjalan di Air
Jika sudah memenuhi persyaratan di atas kita masuk ke program terapi renang saraf terjepit. Yang pertama perlu dilakukan cukup simple, yakni berjalan di air.
Tidak perlu ada panduan khusus. Anda cukup berjalan seperti di daratan saat di kolam renang dan rasakan sensasi air menahan gerakan tubuh anda.
Berjalan di air kolam renang ini dapat membantu meningkatkan keseimbangan, memperkuat otot kaki dan melancarkan peredaran darah.
Latihan ini berdampak sangat rendah. Jadi sangat cocok dan bermanfaat bagi penderita saraf terjepit di punggung bawah atau kaki.
3. Gerakan Aerobik
Setelah selesai jalan di air selanjutnya anda bisa melakukan gerakan aerobic. Beberapa gerakan yang direkomendasikan antara lain jogging dan jumping jack.
Gerakan-gerakan tersebut dapat memberikan latihan kardiovaskular tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi.
Latihan ini dapat membantu meningkatkan kebugaran secara keseluruhan dan meredakan gejala saraf terjepit.
4. Gaya Renang
Anda bahkan bisa juga berenang untuk mengatasi masalah saraf kejepit.
Bergantung pada lokasi saraf yang terjepit, gaya renang tertentu dapat menargetkan area yang terjepit dan memberikan kelegaan.
Misalnya, gaya dada dapat bermanfaat bagi individu dengan saraf terjepit di leher atau punggung atas. Gaya ini dapat meregangkan dan memperkuat otot-otot di area tersebut.
Selanjutnya teknik renang gaya punggung bisa bermanfaat kalau anda mengalami saraf terjepit di bagian otot belakang.
Perhatikan Ini Saat Melakukan Terapi Renang Saraf Kejepit
Seperti dijelaskan sebelumnya, pastikan anda didampingi oleh terapis tersertifikasi dan berpengalaman. Tapi selain itu anda juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Melakukan Pemanasan dan Pendinginan
Sebelum dan sesudah sesi terapi renang penting untuk melakukan pemanasan dan pendinginan guna mempersiapkan otot dan mencegah cedera.
Kedua gerakan ini dapat mencakup peregangan ringan dan latihan rentang gerak.
2. Melakukan Perkembangan Bertahap
Jangan memaksakan melakukan terapi renang saraf kejepit semuanya. Mulailah dengan sesi yang lebih pendek dan secara bertahap tingkatkan durasi dan intensitas lebih panjang.
Hal ini akan memungkinkan tubuh anda beradaptasi dan meminimalkan risiko kelelahan atau nyeri otot.
3. Jangan Lupa Minum Air Putih
Ketika berada di kolam renang biasanya kita tidak akan merasa haus. Padahal sudah banyak energi yang terkuras.
Karena itu penting untuk tetap terhidrasi selalu. Ingatlah untuk minum air putih sebelum, selama, dan setelah sesi terapi renang saraf kejepit anda.











