Apakah Anda pernah buang air kecil di kolam renang? Jujur saja. Bahkan sebuah data menunjukkan bahwa bahkan perenang Olimpiade pun pernah melakukan hal ini.
Tapi inilah masalahnya: Buang air kecil di kolam renang adalah hal yang tidak sehat. Anda benar-benar sangat tidak boleh melakukannya.
Baca terus artikel ini untuk mengetahui mengapa buang air kecil di kolam renang luar dan dalam ruangan tidak baik. Jangan sampai malah timbul banyak masalah.
Baca Juga
Daftar Isi
Alasan Dilarang buar Air Kecil di Kolam Renang
Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, ada banyak masalah yang bisa terjadi jika ada yang buang air kecil di kolam renang.
Berikut ini bahaya yang disebabkan ada seseoran yang buang air kecil di kolam renang. Berikut beberapa di antaranya:
1. Klorin Tidak “Membunuh” Air Seni
Ini adalah kesalahpahaman yang umum terjadi: Banyak yang percaya bahwa tidak apa-apa buang air kecil di kolam renang.
Memang benar bahwa klorin dan bahan kimia kolam renang lainnya bertindak sebagai disinfektan dan membunuh bakteri dan ganggang tertentu. Tapi air seni bukanlah zat hidup. Ia tidak bisa “dibunuh”.
Ketika anda buang air kecil di kolam renang, klorin tidak membuatnya menghilang. Klorin masih ada di sana, yang juga berarti anda sekarang berenang dalam campuran air kencing dan air kolam renang.
Orang sering pergi ke kolam renang umum atau kolam air panas dan berasumsi bahwa airnya “sangat bersih” karena aroma kaporit yang kuat. Namun, bau itu justru merupakan tanda adanya sejumlah besar air kencing di dalam air!
Ketika masuk ke area kolam renang dan mencium aroma kaporit yang menyengat, sebenarnya anda sedang mencium gas yang disebut trikloramin.
Hal ini tercipta dari reaksi kimia antara klorin dan air seni. Trikloramin tidak hanya menimbulkan bau yang menyengat, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
Komponen utama urin dikenal sebagai urea, yang bertanggung jawab untuk membawa nitrogen dari tubuh manusia.
Ketika zat yang kaya nitrogen dalam urin ini bersentuhan dengan klorin, maka terjadilah reaksi kimia yang kuat. Reaksi ini melepaskan nitrogen klorida alias trikloramin.
Seperti yang telah kami sebutkan di atas, trikloramin adalah bahaya kesehatan yang serius. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat ditimbulkannya:
2. Menyebabkan Iritasi Mata dan Kulit
Jaringan sensitif, seperti mata dan kulit, adalah yang pertama kali bereaksi terhadap efek kaustik trikloramin.
Gejala yang umum terjadi adalah mata merah dan berair, sakit hidung dan tenggorokan, serta ruam kulit.
Hal ini dapat terjadi setelah bersentuhan dengan air kolam renang atau bahkan hanya karena berada di dekat kolam renang sehingga terpapar gas trikloramin.
3. Menyebabkan Masalah Pernapasan
Selain iritasi mata dan kulit yang disebabkan oleh trikloramin, bahaya lain dari gas trikloramin adalah masalah pernapasan, tepatnya kesulitan bernapas. Hal ini berbahaya untuk penderita asma.
Menghirup gas trikloramin dapat memicu serangan asma, dan secara signifikan dapat memperburuk intensitas penyakit.
Trikloramin tidak hanya berdampak pada mereka yang menderita asma, tetapi bahkan juga menyebabkan asma pada perenang profesional yang berada di sekitar kolam renang secara teratur.
4. Tempat Tumbuh Bakteri
Interaksi antara klorin dan urin tidak hanya menghasilkan trikloramin yang berbahaya, tetapi juga membuang-buang klorin.
Ketika air seni ditambahkan ke dalam air kolam renang, kadar klorin akan turun, sehingga memberi lebih banyak ruang bagi bakteri untuk berkembang biak di dalam air.
Dengan kata lain, ketika anda buang air kecil di kolam renang, klorin kolam renang malah akan melawan air seni dan bukannya membunuh kuman-kuman berbahaya.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur?
Jika anda menemukan masalah air kolam renang, bisa jadi banyak kotoran yang ada di kolam renang, salah satunya mungkin adanya air seni di kolam renang.
Meski lebih baik dicegah, jika sudah terjadi yang perlu anda lakukan adalah melakukan perawatan kolam renang.
Jika kolam renang tumbuh alga atau ganggang hijau, yang pertama anda bisa melakukan proses pengendapan menggunakan PAC ditambah dengan HCL untuk mencabut semua akar Ganggang Hijau.
Selanjutnya, vacuum kolam renang dan pastikan semua kotoran atau ganggang hijau sudah disedot ke dalam filter kolam renang.
Setelah semuanya sudah dipastikan bersih, anda perlu menyeimbangkan kadar air kolam renang kembali. Selanjutnya, nyalakan sirkulasi dan cek kembali keesokan harinya.
Jika sudah tepat kadar airnya, anda bisa menggunakan kembali kolam renang. Namun, jika masih tidak stabil, anda bisa melakukan vacuum kembali dan ulangi langkah berikutnya.
Penutup
Itulah penjelasan tentang mengapa dilarang buar aing kecil di kolam renang. Sekali lagi, jangan pernah melakukannya kalau tidak mau terserang penyakit!
Tapi, jika sudah terjadi, anda harus langusng melakukan treatment perawatan kolam renang yang tepat.
Langkah yang kami jelaskan di atas memang membutuhkan kesabaran dalam melakukannya. Namun, jika anda tidak memiliki waktu atau masih kesulitan, bisa menggunakan jasa perawatan kolam renang dari Dimulti Pool.
Teknisi kami berpengalaman belasan tahun dalam industri kolam renang. Jadi, soal hasil dan kualitas layanan, tidak perlu diragukan.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











