Membandingkan material decking kolam renang berbahan PVC vs WPC, mana yang lebih baik? Kita akan bahas di artikel ini.
Jenis material yang sering digunakan untuk decking kolam renang adalah Wood Plastic Composite atau WPC. Ini adalah campuran serat kayu dengan plastik.
Namun, decking yang sepenuhnya dibuat dari plastik atau PVC juga bisa jadi alternatif. Keduanya sama-sama punya durability atau daya tahan yang baik.
Baca Juga
Lantas, mana lebih baik? Kita akan paparkan di artikel ini.
Daftar Isi
Komposisi Bahan
Sebagai alternatif dari decking kayu alami, baik WPC maupun PVC memiliki kelebihan masing-masing, terutama dalam hal daya tahan.
Saat membandingkan decking PVC vs WPC, perbedaan utamanya terletak pada komposisinya. PVC sepenuhnya sintetis, sementara decking WPC merupakan perpaduan kayu dan plastik.
Daya Tahan / Durability
Biasanya, orang mempertimbangkan durabilitas kedua material ini saat memilih salah satu di antaranya. Di sini, kami akan uraikan.
1. WPC
Decking WPC, selain tahan lama, juga menawarkan tampilan kayu asli yang tidak dimiliki oleh PVC. WPC Decking terbuat dari 60% serat kayu, 35% HDPE, dan 5% aditif.
Material serat kayu pada WPC dibuat dari daur ulang kayu alami. Dengan begitu, untuk membuat jenis material ini hampir tidak ada satu pohon pun yang ditebang.
Terakhir, struktur kayu yang berserat membuatnya menjadi produk yang lebih mudah untuk dipasang, seperti kayu alami.
Sebagai catatan, anda bisa memilih Decking WPC yang terbuat dari serat kayu Oak. Jenis kayu ini membuat warna decking lebih tahan lama daripada decking WPC biasa.
2. PVC
Decking PVC dikenal dengan daya tahannya yang luar biasa, tahan terhadap pembusukan, jamur, dan lengkungan akibat panas matahari.
Material ini terbuat dari 100% plastik. Decking PVC sangat tahan air. Karena itu, material ini juga dikenal punya ketahanan yang sangat baik terhadap pembusukan.
Selain itu, decking ini juga tahan pudar dibandingkan decking WPC yang tidak tidak dilapisi.
Setelah tidak digunakan, bahan decking ini bisa dipakai lagi untuk berbagai kebutuhan. Ini jadi salah satu keuntungan dari daya tahan dan umur plastik yang panjang.
Namun, plastik punya kekurangannya sendiri. Misalnya, decking PVC tidak dapat dipotong atau dibengkokkan. Membutuhkan alat khusus untuk memotongnya. Jadi, proses pemasangannya lebih sulit.
Sementara itu, material WPC lebih fleksibel karena kandungan serat kayunya. Dengan begitu, akan lebih mudah memasang material ini.
Mengembang dan menyusut adalah masalah besar saat menggunakan decking PVC. Ukurannya bisa berubah cukup drastis akibat suhu yang ekstrim.
Pada cuaca yang sangat panas, decking PVC menahan panas di permukaan sehingga menyakitkan untuk berjalan dengan kaki telanjang. Pemuaian yang terjadi pada material ini juga dapat merusak dan bahkan berpotensi merusak papan.
Sebaliknya, dalam cuaca dingin, decking PVC dapat menjadi rapuh dan retak di bawah tekanan.
Terakhir, decking PVC benar-benar buatan. Sulit untuk meniru bentuk berbagai material alami seperti kayu menggunakan bahan ini.
Perawatan
Baik PVC dan WPC membutuhkan perawatan yang minim. Namun, PVC biasanya membutuhkan lebih sedikit perawatan dibandingkan dengan WPC
Pilihan Estetika dan Desain
Secara estetika, pilihan antara penghiasan PVC vs komposit bisa jadi sulit.
PVC menawarkan lebih banyak warna dan tekstur, sementara WPC menghadirkan tampilan dan nuansa kayu yang lebih otentik.
Perbandingan Biaya
Dalam hal biaya, decking komposit vs PVC dapat bervariasi. PVC umumnya lebih mahal di awal tetapi berpotensi lebih hemat biaya dalam jangka panjang karena perawatan yang lebih rendah.
Decking WPC vs PVC, Mana Lebih Baik?
Tergantung pada faktor apa yang paling penting bagi anda. Jika anda memprioritaskan daya tahan dan perawatan yang minim, PVC mungkin lebih baik.
Namun, untuk tampilan yang lebih alami dan ramah lingkungan, decking WPC bisa menjadi pilihan yang lebih baik.











