Dimulti Literasi: CO2 Sebagai Alternatif HCL untuk Kolam Renang

Fakhri Adzhar

Ilustrasi CO2 dan HCL. CO2 bisa sebagai alternatif HCL untuk perawatan kolam renang.
Ilustrasi CO2 dan HCL. CO2 bisa sebagai alternatif HCL untuk perawatan kolam renang.

Anda mungkin sudah paham betul bagaimana fungsi HCL dalam perawatan kolam renang. Namun, di sini kami akan membahas alternatif yang, mungkin juga, bisa anda gunakan untuk fungsi yang sama, yakni CO2. 

Asam Klorida atau HCL sudah sangat lazim digunakan untuk menurunkan pH air kolam renang. Ph air yang terlalu tinggi sendiri bisa berbahaya buat perenang.

Sayangnya, HCL juga sama berbahayanya dengan ph air kolam renang yang tidak ideal, bahkan bisa lebih. 

Karena itu, jika anda mau, anda bisa menggunakan alternatif lain untuk menurunkan atau mengontrol ph air kolam renang, salah satunya dengan CO2. 

Sebagai informasi, Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang profesional belum pernah merekomendasikan cara ini kepada para customer. Kami juga masih menggunakan HCL untuk jasa perawatan kolam renang.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari kami menggunakan CO2 sebagai alternatif HCL jika memungkinkan atau ada pesanan dari pelanggan.  

HCL untuk Kolam Renang

Banyak pemilik kolam renang yang lebih memilih untuk menggunakan HCL untuk merawat kolam renang mereka karena keserbagunaannya. 

Selain mengatur tingkat pH air, HCL juga dapat digunakan untuk membersihkan kolam renang.

Anda dapat menggosok dinding kolam renang dengan chemical ini untuk menghilangkan noda, kotoran, dan bahkan pertumbuhan ganggang yang membuat air keruh. 

Chemical ini juga secara efektif menghilangkan kerak kalsium pada kolam renang, yang biasanya terjadi ketika tingkat pH air terlalu tinggi.

Selain itu, HCL juga digunakan untuk membersihkan filter cartridge kolam renang. Rendam filter dalam campuran satu bagian asam muriatik dan 30 bagian air. Biarkan cartridge terendam setidaknya selama 10 menit, bilas, lalu pasang kembali ke dalam tangki filter.

Akan tetapi, mungkin sulit untuk memperkirakan berapa banyak HCL yang dibutuhkan kolam renang untuk menyeimbangkan kembali tingkat pH-nya. 

Menambahkan terlalu banyak dapat menghasilkan air yang asam, yang dapat menyebabkan ruam dan iritasi ketika menyentuh kulit.

Selain itu, HCL sulit untuk disimpan dan dibuang. Anda tidak boleh menyimpan asam dalam wadah logam atau membuangnya ke saluran pembuangan karena sangat korosif. 

Untuk membuang chemical ini, anda harus membawanya ke fasilitas limbah berbahaya yang dapat menangani asam dengan benar.

Untuk alasan ini, sebaiknya cari penstabil tingkat pH alternatif yang bekerja sama efektifnya dengan HCL tetapi dengan risiko kesehatan yang lebih sedikit.

CO2 untuk Kolam Renang

Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, dan merupakan alternatif penurun pH yang lebih aman karena merupakan zat yang terbentuk secara alami. 

Anda tidak perlu memakai alat pelindung saat menangani CO2 karena tidak menimbulkan potensi risiko kesehatan bagi manusia yang bersentuhan langsung dengannya.

Selain itu, tidak memerlukan wadah khusus untuk menyimpannya, tidak seperti HCL yang perlu disimpan dalam wadah PVC dan disimpan di ruangan yang kering dan berventilasi baik, jauh dari sumber kelembaban.

Dibandingkan dengan HCL, CO2 membuat kontrol tingkat pH lebih akurat. Chemical ini merupakan penyangga alami yang secara bertahap meningkatkan tingkat pH air.

Dengan begitu, anda dapat dengan mudah mencapai keseimbangan pH yang disarankan yaitu 7,2 hingga 7,6.

CO2 juga bisa lebih hemat biaya daripada HCL dalam jangka panjang. Anda tidak perlu menyediakan pakaian pelindung khusus untuk prosedur aplikasinya ke kolam renang.

Meskipun CO2 bisa sedikit mahal saat pertama kali instalasi alatnya, anda dapat menghemat biaya dengan mengisi ulang tangki alih-alih menggantinya setiap kali.

Mengapa CO2 Lebih Baik daripada HCL untuk Kontrol pH Kolam Renang?

Seanagai rangkuman, berikut beberapa alasan mengapa CO2 lebih baik dari HCL dalam fungsinya mengontrol Ph air kolam renang: 

  1. Biaya perawatan dan perbaikan yang lebih rendah
  2. CO2 tidak terlalu korosif dibandingkan asam mineral pada kolam renang dan peralatan kolam renang.
  3. Biaya operasional yang lebih rendah karena berkurangnya konsumsi klorin.
  4. Penanganan yang lebih aman tanpa melibatkan bahan kimia, menghindari cedera seperti luka bakar pada kulit dan percikan asam pada mata.
  5. Lebih ramah lingkungan. <DP>

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.