Cedera saat berenang memang sangat lumrah terjadi, sama seperti ketika anda melakukan olahraga lainnya. Di sini, kita akan bahas jenis, penyebab hingga cara mencegahnya.
Sebagai kontraktor kolam renang profesional, kami tidak hanya menyediakan jasa pembuatan hingga perawatan fasilitas, namun juga perlu mengedukasi pemilik kolam renang untuk memakai fasilitas dengan aman.
Meskipun berenang menyenangkan, anda perlu memastikan untuk tidak melakukannya secara berlebihan atau mengambil tindakan pencegahan yang tepat ketika terjadi cedera.
Baca Juga
Baca artikel ini selengkapnya.
Daftar Isi
Bagaimana Cedera Saat Berenang Bisa Terjadi?
Cedera secara umum disebabkan penggunaan otot secara berlebihan dalam olahraga apa pun. Ini terjadi akibat terlalu banyak melakukan latihan yang sama dengan intensitas yang terlalu tinggi.
Namun, perenang sering mengalami cedera ini dengan cara yang berbeda seperti olahraga lainnya. Biasanya, bukan satu kejadian traumatis yang menyebabkan perenang merasakan nyeri.
Sebaliknya, perenang merasakan nyeri akibat stres dan ketegangan yang berulang akibat aktivitas tersebut.
Tubuh perenang mengapung di atas air, sehingga meminimalkan gaya pada bagian dalam sendi mereka. Namun, gerakan mereka mengalihkan gaya ke jaringan lunak di bagian luar sendi .
Dengan latihan tingkat tinggi, gerakan berulang dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang membebani otot dan tendon, yang berpotensi menyebabkan nyeri atau cedera saat berenang.
Jenis Cedera Saat Berenang
Berikut ini adalah beberapa jenis cedera saat berenang yang paling sering dan mungkin terjadi.
1. Cedera Bahu
Cedera bahu adalah salah satu cedera saat berenang terbesar dan paling seirng dialami. Hal ini disebabkan oleh gerakan unik dan berulang dari gaya renang perenang.
a. Penyebab
Gerakan renang ini bisa membuat otot lengan dan bahu tegang dan akhirnya dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Bahu perenang dapat mengalami impingement rotator cuff, tendonitis bisep, bursitis, atau robekan rotator cuff .
b. Pencegahan
Anda dapat mencegahnya dengan menyempurnakan gaya renang. Seluruh tangan anda harus masuk ke dalam air sekaligus, bukan ibu jari terlebih dahulu.
Selain itu, hindari ketegangan yang tidak perlu.
Yang kedua, tentunya anda harus melakukan pemanasan sebelum masuk ke kolam renang. Ini akan membuat otot anda lebih rileks sehingga menghindari ketegangan berlebihan.
2. Cedera Lutut
Ketika orang berpikir tentang renang, lengan dan bahu biasanya muncul pertama kali dalam pikiran, tetapi kaki dan pinggul juga menanggung sebagian besar gaya.
a. Penyebab
Otot bagian lutut biasanya lebih banyak digunakan pada mereka yang lebih suka gaya dada karena posisi kaki saat menendang.
Sama seperti bahu, lutut juga bisa mengalami impingement rotator cuff, tendonitis bisep, bursitis, atau robekan rotator cuff .
b. Pencegahan
Hindari hal ini dengan memvariasikan rutinitas gaya renang anda, misalnya dengan gaya bebas atau gaya punggung.
Selain itu, anda juga perlu memperbaiki sudut gerakan kaki dari pinggul khususnya saat melakukan gaya dada.
Sama seperti olahraga lainnya, pastikan anda melakukan penguatan otot sebelum berenang dengan stretching atau pemanasan.
3. Cedera Leher
Leher anda merupakan target cedera renang yang jarang diketahui. Padahal, resiko cedera di area ini merupakan salah satu yang paling fatal.
Leher merupakan salah satu bagian tempat udara lewat yang ada di tenggorokan. Jika ada otot yang berkontraksi terlalu berlebihan di sini, pergerakan udara bisa bermasalah.
a. Penyebab
Cedera leher biasanya karena anda terlalu menjaga kepala tetap di atas air saat melakukan gaya dada atau kesalahan teknik rotasi leher saat berenang gaya bebas.
Leher sendiri memiliki struktur yang fleksibel. Karena tidak ada tulang yang menyangganya, otot bagian leher lebih banyak dan kemungkinan cederanya juga lebih besar.
b. Pencegahan
Jaga leher anda tetap aman dengan menyelaraskannya dengan bagian tubuh lainnya saat berenang.
Saat melakukan renang gaya bebas, pastikan anda memutar semuanya secara menyeluruh (bukan hanya leher) saat mengambil napas.
Jangan lupa lakukan stretching bagian leher sebelum anda masuk ke kolam renang.
4. Cedera Pinggang Bawah
Cedera pinggang juga salah satu cedera yang sering dialami oleh perenang. Ini karena biasanya bagian pinggang akan terus berkontraksi saat berenang.
Kontraksi ini perlu dilakukan untuk mematikan tubuh anda tetap mengapung di air. Jika tidak, gerakan renang anda bisa kacau.
a. Penyebab
Cedera pinggang biasanya terjadi karena anda menghabiskan banyak waktu dengan posisi atau gaya punggung dalam posisi hiperekstensi saat berenang.
Nyeri punggung bawah biasanya terjadi karena penyakit cakram lumbal atau spondilosis (keausan pada cakram tulang belakang).
b. Pencegahan
Memperkuat inti tubuh dan beristirahat secara berkala dapat membantu mengurangi cedera ini.
Selain itu, sama seperti yang lain, pastikan anda melakukan stretching atau pemanasan sebelum masuk ke kolam renang.
5. Cedera Telinga
Ya, anda tidak salah baca. Telinga anda bisa mengalami cedera saat berenang, bukan Cuma kemasukan air seperti yang sering kita alami.
Telinga perenang mungkin tidak berhubungan dengan ortopedi atau tulang, tetapi tetap merupakan akibat yang umum dan menyakitkan.
a. Penyebab
Cedera telinga biasanya diakibatkan karena terlalu banyak berenang di kolam renang, terutama pada anak-anak.
Gejalanya termasuk pendengaran yang terganggu, liang telinga tersumbat, sensasi gatal di telinga, atau kepekaan pada telinga bagian luar dan dapat menyebabkan pembengkakan dan demam jika tidak diobati.
b. Pencegahan
Hindari hal ini dengan membersihkan telinga anda setelah berenang.
Namun, jika anda mengalami cedera telinga yang berkelanjutan, dokter akan membersihkan telinga anda secara menyeluruh dan meresepkan obat tetes telinga.
Perawatan Cedera
Mencegah cedera saat berenang saja tidak cukup. Ketika hal ini terjadi, anda perlu memastikan perawatan yang tepat.
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika anda mengalami cedera saat berenang:
1. Istirahat dan Kurangi Intensitas Renang
Mengistirahatkan otot yang sakit dapat membantu. Namun, sebaiknya jangan menghentikan latihan renang sepenuhnya.
Direkomendasikan untuk mengurangi intensitas latihan di kolam renang sebelum meningkatkan intensitasnya lagi.
2. Menggunakan Pereda Nyeri Jangka Pendek
Ibuprofen, gel topikal, dan kompres es dapat membantu mengurangi peradangan. Ini akan memantik respons sistem imun terhadap kerusakan jaringan pada persendian dan otot.
3. Temui Terapis Fisik atau Dokter Olahraga
Terapis fisik dapat membantu mengidentifikasi dan memperbaiki ketidakseimbangan otot.
Dokter olahraga dapat membantu menentukan sumber ketidaknyamanan dan mengidentifikasi kerusakan struktural yang mendasari pada tendon, otot, atau sendi.
Penutup
Itulah penjelasan segala hal tentang cedera saat berenang yang perlu anda ketahui. Pastikan selalu melakukan peregangan otot sebelum berenang!
Anda bisa menemukan berbagai tips lainnya di Dimulti Pool Media untuk meningkatkan pengalaman anda bermain di fasilitas ini.
Jika anda membutuhkan bantuan untuk perbaikan maupun perawatan yang mendukung anda berenang di kolam renang, Dimulti Pool selalu siap membantu.
Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











