Pada kolam renang dengan sirkulasi skimmer, limpasan air akan melewati box skimmer. Setelah penyaringan, air akan kembali ke kolam melalui fitting inlet.
Sedikit berbeda dengan sistem sirkulasi skimmer, sistem sirkulasi kolam renang overflow memanfaatkan gutter dan balancing tank untuk menjaga ketinggian air sekaligus proses sirkulasi.
Tangki limpahan atau balancing tank kolam renang dirancang untuk mempertahankan ketinggian air yang konstan di kolam renang.
Baca Juga
Di artikel ini kita akan membahas tentang balancing tank kolam renang, berikut jenis, cara menghitung kapasitasnya serta komponen yang diperlukan untuk mengoperasikannya.
Daftar Isi
Fungsi Balancing Tank Kolam Renang
Berkaitan dengan pengertian di atas, balancing tank berfungsi untuk menjaga ketinggian air kolam renang sekaligus mencegah air kolam terbuang terlalu banyak.
Fungsi balancing tank sendiri terintegrasi dengan gutter kolam renang. Ini adalah sebuah saluran di sisi kolam renang yang menampung luberan air kolam sebelum masuk ke balancing tank.
Air kolam yang masuk ke balancing tank kemudian dialirkan dengan pompa ke filter sebelum dikembalikan kembali ke kolam renang dari saluran inlet di dinding kolam.
Jenis Balancing Tank
Pada dasarnya ada dua jenis balancing tank untuk kolam renang overflow. Pilihannya tergantung pada desain dan preferensi pemilik kolam renang tersebut.
1. Balancing Tank Coran
Untuk kolam overflow yang besar, balancing tank umumnya dibangun dengan beton di ruang pompa. Untuk kolam yang lebih kecil, talang luapan dapat digunakan sebagai balancing tank.
Kedua solusi ini membutuhkan lapisan kedap air atau waterproof untuk diaplikasikan pada bagian bawah dan dinding tangki.
Menggunakan tangki limpasan beton untuk kolam besar menawarkan beberapa keuntungan. Pertama, beton memberikan struktur yang tahan lama dan dapat menahan paparan air dan bahan kimia.
Selain itu, balancing tank beton memungkinkan penyesuaian yang tepat dan dapat dirancang untuk mengakomodasi dimensi kolam tertentu.
Terakhir, lapisan waterproof yang diaplikasikan pada bagian bawah dan dinding memastikan bahwa tangki penyangga secara efektif mencegah kebocoran air.
2. Tangki Prefabrikasi
Sebenanrnya ada jug tangki balancing tank yang bisa langsung dipasang. Craanya, tinggal membuat galian dan kubur balancing tank.
Namun, jenis ini tidak kami sarankan mengingat ketahanannya yang berbeda dengan tangki coran. Penggunaannya jika benar-benar tidak ada lahan lagi untuk membuat balancing tank coran.
Sebagai informasi, bahan yang digunakan untuk pembuatan jenis ini berupa beton prefabrikasi atau tangki polietilena densitas tinggi yang dicetak.
Ukuran Balancing Tank Kolam Renang
Ukuran balancing tank bisa disesuaikan dengan ukuran kolam renang. Semakin besar kolam renang, maka balancing tank juga perlu dibuat lebih besar.
Untuk ukuran standarnya, kami biasa membuat sekitar 1,5 meter kubik. Ini cukup untuk ukuran rata-rata kolam renang rumahan.
Beberapa profesional mungkin menyarankan ukuran atau kapasitas air balancing tank harus antara 5 sampai 10% dari volume kolam, atau seperti panduan yang kami berikan di atas.
Namun, lebih dari itu, sejatinya ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam menentukan ukuran balancing tank:
- Volume kolam
- Overflow/semi overflow
- Panjang gutter
- Jumlah perenang
- Laju aliran pompa dan diameter filter,
- Keberadaan pompa tambahan, yang meningkatkan efek luapan dengan meningkatkan ketebalan lapisan air.
Komponen Pengoperasian
Balancing tank saja tidak dapat melakukan tugasnya. Desain sistem instalasinya juga harus mencakup beberapa komponen sebagai berikut:
- Pelimpah atau gutter untuk mencegah tangki meluap di ruang tanam ketika ada banyak perenang atau ketika hujan. Biasanya terhubung ke saluran pembuangan utama.
- Katup untuk mencegah kolam mengering oleh luapan balancing tank ini ketika pompa dihentikan. Namun, jika pompa berhenti ketika katup non-return ini sedikit terbuka, air kolam akan kembali ke balancing tank secara gravitasi dan ketika ketinggian air mencapai pipa pelimpah tangki, air akan mengalir ke saluran pembuangan. Dengan cara ini, kolam renang dapat disedot lebih atau kurang sepenuhnya, tergantung pada tingkat luapannya.
- Sistem kontrol ketinggian air sangat penting; sistem ini bekerja dalam kedua kasus: kekurangan air atau kelebihan air dalam balancing tank.
- Sistem pengaturan mengontrol saluran masuk air dengan katup solenoid. Air diisi ulang secara otomatis sesuai dengan kehilangan air akibat penguapan, percikan dari perenang, dll.
- Saluran atau pipa hisap antara balancing tank dan pompa.
Tahapan Pembuatan Balancing Tank Kolam Renang
Setidaknya ada tiga tahapan pembuatan balancing tank kolam renang. Sebenarnya, membuat balancing tank sama dengan membuat badan kolam renang itu sendiri.
1. Tahapan Awal
Tahapan awal membuat balancing tank mencakup pembersihan lokasi atau tanah serta melakukan penggalian.
Perlu diingat, penggalian balancing tank tidak bisa dibuat sesuai ukuran yang diinginkan, harus lebih besar. Ini karena ada struktur dan dinding yang harus dipasang.
Sebagai contoh, untuk membuat membuat balancing tank ukuran 1,5 meter kubik, setidak dibutuhkan penggalian sebesar 2 meter kubik.
2. Konstruksi
Tahapan konstruksi terbagi menjadi beberapa bagian, yakni pembuatan struktur, pemasangan bekisting luar, pembesian, pemipaan, pemasangan bekisting dalam dan pengecoran.
a. Pembuatan struktur
Saa seperti kolam renang, pembuatan struktur balancing tank terdiri dari sloof dan pondasi tapak atau lantai kerja. Pondasi ini yang akan membuat bangunan balancing tank mampu menampung beban air.
Meski begitu, jika kondisi tanah galian cukup keras, tidak dibutuhkan pembuatan pondasi tapak, namun tetap dengan sloof. Sloof yang dibuat mengelilingi bagian sisi balancing tank.
b. Bekisting Luar
Selanjutnya dilakukan pemasangan bekisting luar menggunakan hebel, batu bata, dan sejenisnya. Tergantung ketersediaan di lokasi saja.
Bekisting luar ini adalah batas bangunan balancing tank. Atau dengan kata lain, ini akan berfungsi sebagai dinding balancing tank.
c. Pembesian
Pembesian balancing tank, baik menggunakan atau tidak pakai tapak, harus dilakukan secara menyeluruh.
Pembesian sendiri berfungsi sebagai tempat material banguan menempel. Selain itu, ini juga menjaga agar material tersebut tidak goyah ketika terkena tekanan.
d. Pemipaan
Pemipaan di balancing tank sebenarnya bisa dilakukan bersamaan dengan pembesian karena keduanya berada di lokasi berbeda.
Pemipaan ini adalah tempat air mengalir. Karena balancing tank adakah tempat smenetara air kolam renang, tentunya bagian ini sangat penting.
Sistem pemipaan di balancing tank sendiri terdiri dari dua bagian, yakni pemipaan dari kolam renang dan pemipaan menuju filter kolam.
e. Bekisting Dalam
Setelah itu, dinding atau bekisting dalam ini perlu ditahan sebelum melakukan pengecoran agar t8dak buyar ketika penuangan beton. Nah, yang menahan ini disebut sebagai bekisting luar.
Material bekisting lua bisa menggunakan triplek, kaso dan bambu. Yang penting, material ini cukup kuat menahan dinding balancing tank saat pengecoran dan fleksibel saat dilakukan pemasangan.
f. Pengecoran
Tahap terakhir dalam konstruksi balancing tank adalah pengecoran. Sama seperti bangunan pada umumnya, pengecoran ini yang akan membentuk “bangunan” balancing tank tersebut.
3. Finishing
Tahapan pembuatan balancing tank terakhir adalah finishing. Ini adalah proses untuk melengkapi kebutuhan material bagian sistem sirkulasi kolam renang tersebut.
a. Plester Levelling
Setelah pengecoran dan diratakan, balancing tank akan dilakukan plester leveling. Ini dilakukan agar permukaan balancing tank rata. Untuk membantu proses ini, biasanya digunakan sebuah waterpass.
Permukaan yang rata penting dibuat agar volume air kolam renang dan bebannya bisa ditahan dengan baik oleh balancing tank.
Selain itu, permukaan yang rata juga akan memudahkan dalam pemasangan lapisan finishing balancing tank.
b. Waterproofing
Setelah itu barulah diberi lapisan waterproofing. Ini sangat penting untuk mencegah kebocoran balancing tank.
Jika balancing tank bocor, akan mempengaruhi kinerja sistem sirkulasi kolam renang. Dan jika kebocoran dibiarkan, akan merambat ke kolam renang dan merusak struktur.
Ingat, melakukan renovasi kolam renang itu mahal biayanya!
c. Pengujian Kebocoran
Untuk memastikan apsian waterproofing yang sudah kering benar-benar kedap air, dibutuhkan pengujian kebocoran.
Caranya, balancing tank direndam air semalaman (atau bisa lebih cepat, tergantung situasi). Jika tidak ada penurunan ketinggian air, proses waterproofing sudah dipastikan berjalan dengan baik.
d. Pemasangan Lapisan Finishing
Tahapan pembuatan balancing tank di fase finishing yang paling terakhir adalah pemasangan lapisan finishing. Anda bisa menggunakan material yang sama dengan lapisan finishing kolam renang. Kalau berbeda pun tak apa.
Di Dimulti Pool, biasanya lapisan finishing untuk balancing tank menggunakan keramik biasa, bukan mozaik seperti di kolam renang.
Meski keramik lebih rentan ketimbang mozaik, namun balancing tank tidak menampung beban air yang sama dengan kolam renang, bahkan jauh lebih kecil. Jadi, kemungkinan rusaknya lebih kecil.
Yang jelas, menggunakan keramik juga akan menekan biaya pembuatan kolam renang.
Kiat Menjaga Kebersihan Balancing Tank
Balancing tank yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri berbahaya, ganggang, dan kontaminan lainnya.
Jika dibiarkan, tamu-tamu yang tidak diinginkan tersebut dapat mengganggu kualitas air, yang menyebabkan bahaya kesehatan bagi perenang.
Selain itu, akumulasi puing-puing dan sedimen dapat menghalangi fungsi tangki, mengakibatkan distribusi air yang tidak merata dan potensi kerusakan pada seluruh sistem sirkulasi kolam renang.
Dengan demikian, kebersihan balancing tank bukan hanya masalah estetika tetapi merupakan aspek mendasar dalam menjaga keoptimalan seluruh sistem dalam kolam renang.
Jika anda ingin mengetahui cara menjaga kebersihan balancing tank kolam renang, kami memiliki empat tips hebat yang bisa anda aplikasikan:
1. Inspeksi Rutin
Pemeriksaan rutin adalah garis pertahanan pertama terhadap pencegahan kontaminasi. Jadwalkan pemeriksaan rutin untuk mengidentifikasi tanda-tanda munculnya ganggang, serpihan, atau penumpukan sedimen.
Identifikasi yang cepat bisa mencegah potensi masalah sebelum meningkat.
2. Sistem Filtrasi yang Memadai
Berinvestasi dalam sistem filtrasi berkualitas tinggi adalah yang terpenting. Sistem filtrasi yang dirancang dengan baik akan secara efektif menghilangkan kotoran dari air.
Hubungannya dengan kolam renang adalah, filter yang bagus bisa memastikan balancing tank tetap bebas dari puing-puing dan kontaminan.
Pantau dan pelihara sistem filtrasi secara teratur untuk menjamin kinerja optimalnya.
3. Pembersihan Berkala
Tetapkan jadwal pembersihan yang komprehensif untuk balancing tank. Tergantung pada ukuran dan penggunaan kolam renang, tangki juga memerlukan pengurusan berkala dan pembersihan menyeluruh.
Gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk menghilangkan bakteri dan ganggang jika terdapat di sana. Dengan membersihkannya, kolam renang bakal tetap aman dan nyaman digunakan.
4. Gunakan Jasa Profesional
Pertimbangkan untuk meminta bantuan tenaga profesional seperti Dimulti Pool untuk pembersihan balancing tank.
Kami akan melakukan pembersihan yang menyeluruh dan efisien, mengatasi kontaminan tersembunyi dan masalah potensial yang mungkin terlewatkan selama perawatan rutin.
Langkah Membersihkan Balancing Tank Kolam Renang
Setelah memahami mengapa perlu membersihkan balancing tank kolam renang, saatnya anda melakukannya dengan benar.
Ikuti beberapa langkah berikut ini untuk membersihkan balancing tank kolam renang dengan efektif dan memaksimalkan manfaatnya.
Langkah 1: Mempersiapkan Peralatan
Anda bisa menggunakan peralatan yang sama seperti membersihkan kolam renang, di antaranya sikat, vacuum dan telescopic handle, serta leaf skimmer.
Sikat digunakan untuk membersihkan kotoran di dinding balancing tank dan lantai, smeentara vacuum digunakan untuk menyedot kotoran yang jatuh usai disikat.
Sementara leaf skimmer digunakan jika ada kotoran berukuran cukup besar seperti daun dan ranting yang masuk ke balancing tank.
Langkah 2: Bersihkan Kotoran di Permukaan Air Balancing Tank
Sama seperti melakukan perawatan kolam renang, anda perlu mengambil kotoran yang ada di permukaan balancing tank kolam renang.
Gunakan leaf skimmer dengan ukuran jaring yang besar untuk mengambil daun dan ranting. Sementara ukuran jaring yang kecil untuk mengambil serpihan pasir atau tanah dan semacamnya.
Pastikan semua sisi permukaan air kolam renang dibersihkan untuk memaksimalkan proses membersihkan balancing tank kolam renang ini.
Langkah 3: Sikat Permukaan Balancing Tank
Anda perlu menyikat dinding dan lantai balancing tank. Jangan lupa gunakan telescopic handle untuk menjangkau sisi yang sulit dijangkau.
Sikat secara perlahan terutama di bagian yang terdapat kotoran. Jika tidak bisa dengan lembut, sedikit menekan sikat tidak masalah.
Anda tidak perlu khawatir bulu sikat akan merusak lapisan balancing tank kolam renang karena ini tidak akan mempengaruhi tampilannya mengingat balancing tank akan selalu tertutup.
Jika dibutuhkan, anda bisa menggunakan chemical atau bahan kimia khusus perontok kotoran (biasanya karat) untuk membantu membersihkan jika sulit.
Langkah 4: Vacuum Balancing Tank
Selanjutnya, untuk memaksimalkan pembersihan, anda bisa melakukan vacuum balancing tank pada kotoran yang atuh usai disikat.
Namun, langkah ini sebenarnya optional. Jika filter kolam renang anda benar-benar bersih, anda tidak perlu melakukannya karena kotoran akan terperangkap di filter.
Kemudian, perlakukan ini tidak perlu dilakukan jika kotorannya tidak terlalu banyak.
Langkah 5: Periksa Kondisi Gutter
Ini jangan sampai terlewat. Karena gutter terintegrasi langsung dengan balancing tank. Dalam artian, jika gutter kotor, bisa jadi balancing tank juga akan kotor yang akan membuat percuma proses membersihkannya.
Langkah 6: Nyalakan Sirkulasi Kolam Renang
Selanjutnya anda perlu menyalakan pompa kolam renang untuk mengaktifkan sirkulasi agar kotoran yang tersisa di balancing tank yang tidak tersedot oleh vacuum bisa masuk ke filter.
Langkah 7: Periksa Kadar Air
Air di dalam balancing tank merupakan limpahan dari kolam renang. Jadi, pastikan kadar airnya sama dengan yang ada di kolam renang.
Lebih jauh lagi, pastikan kadar airnya ideal. Sebagai pengingat, pastikan pH berada dalam kisaran 7,2 hingga 7,6 dan kadar klorin antara 1,5 hingga 3 ppm.
Langkah 7: Isi Balancing Tank (Opsional)
Ada kalanya membersihkan balancing tank memerlukan pengurasan sebagian airnya. Ini dilakukan jika benar-benar kotor.
Karena airnya berkurang, sudah pasti anda perlu mengisinya kembali. Anda bisa mengisinya langsung ke dalam balancing tank atau lewat kolam renang saja.
Yang terpenting, setelah melakukan pengisian tersebut nyalakan kembali sirkulasi dan periksa kadar air kolam renang serta pastikan kondisinya ideal.
Penutup
Itulah penjelasan tentang balancing tank. Dimulti Pool sendiri seringkali mengerjakan pembangunan kolam renang overflow, termasuk balancing tank kolam renang ini.
Karena itu, jika anda berniat membangun kolam renang di rumah atau di manapun, percayakan pada kontraktor profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool.
Dimulti Pool sendiri adalah kontraktor kolam renang profesional dengan teknisi yang berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun. Jadi soal hasil dan kualitas layanan, tak perlu diragukan.
Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











