Banyak beredar di internet yang menunjukkan video bayi berenang dengan sendirinya ketika dimasukkan ke dalam kolam renang. Ini sebenarnya disebut dengan diving reflex pada bayi.
Video tersebut bagus buat para orang tua sehingga mereka jadi ingin mengajarkan bayi berenang. Karena memang banyak manfaat berenang buat bayi yang bisa dirasakan.
Namun video-video yang beredar ini juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Karena jangan sampai mentang-mentang bayi punya refleks seperti ini dibiarkan saja berenang sendiri di kolam renang.
Baca Juga
Kita akan membahas diving reflex pada bayi, apa yang terjadi pada tubuh mereka serta bagaimana mengajarkan bayi berenang yang aman.
Daftar Isi
Penjelasan Diving Reflex pada Bayi
“Diving Reflex” adalah refleks alami yang umum terjadi pada banyak mamalia, termasuk manusia. Refleks ini juga dikenal dengan nama “respon bradikardi”.
Ini adalah Ketika seorang bayi terendam di dalam air, dikenal juga dengan refleks bertahan hidup. Bayi akan menahan napas dan membuka mata di dalam air. Ini adalah reaksi yang sama yang dapat anda pancing dengan meniup wajah bayi.
Tubuh bayi juga akan bereaksi dengan cara lain. Detak jantung akan menurun dan darah disimpan dalam organ vital. Hal ini memungkinkan untuk bertahan hidup di bawah air sampai bantuan orang dewasa tiba.
Diving Reflex pada bayi juga bisa dilihat ketika anda meletakkan mereka tengkurap di dalam air. Bayi akan melambai dan menendang-nendang lengan dan kaki dengan gerakan yang mirip dengan gerakan berenang. Refleks ini biasanya berlangsung hingga usia mereka mencapai 6 bulan.
Apakah Bayi Tidak Perlu Diajarkan Berenang?
Diving Reflex pada Bayi bukanlah cara mereka berenang yang sebenarnya. Seperti dijelaskan, ini adalah refleks pelindung yang menunjukkan bahwa bayi terlahir dengan kemampuan untuk memahami lingkungan kolam renang.
Academy of American Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa adanya refleks tersebut tidak membuat bayi mampu berenang.
Bayi belum mampu menahan napas secara teratur layaknya orang dewasa berenang. Selain itu bayi juga belum mampu mengangkat kepalanya ke atas air dengan baik.
Kalau anda memaksakan melepas bayi di kolam renang untuk melakukan gerakan tersebut bisa berakibat fatal bahkan kematian.
Tindakan memasukkan kepala bayi ke dalam air dengan suhu dingin akan meningkatkan risiko kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome).
Perhatikan Ini Saat Mengajarkan Bayi Berenang
Meski perlakukan menenggelamkan bayi untuk memicu diving reflex pada bayi ini dilakukan hampir di semua tempat les renang bayi, namun pelatih renang pasti sudah tau bagaimana melakukannya dengan tepat.
AAP sendiri merekomendasikan untuk mengajarkan bayi berenang saat usia mereka mencapai 1 tahun. Ini supaya mencegah tenggelam dan kematian mendadak tadi.
Jika anda ingin mengajarkan bayi anda berenang sejak dini, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Kenalkan Lingkungan Air Terlebih Dahulu
Kalau ini adalah pertama kali anda mengajak bayi ke kolam renang, jangan langsung memaksa mereka masuk ke dalam kolam.
Perkenalkan terlebih dahulu area kolam renang. Anda bisa duduk di pinggiran kolam renang bersama bayi anda sambil memainkan air.
Lakukan ini dalam beberapa kali kunjungan anda ke kolam renang. Bahkan kalau bisa hingga usia bayi anda mencapai 1 tahun terlebih dahulu.
Setelah itu, barulah anda bisa mulai mengajarkannya berenang. Dan tentu saja direkomendasikan menggunakan pelatih untuk mendapatkan program yang tepat.
Anda juga bisa menggunakan alat bantu mengapung di air khusus bayi seperti ban atau pelampung sebelum benar-benar mengajarkan mereka berenang.
Anda juga bisa membawa mainan kolam renang agar bayi anda senang berada di kolam renang. Ini akan memudahkan anda mengajarkannya kelak.
2. Jangan Terlalu Lama Berenang
Anggota tubuh bayi masih sensitif. Sementara seperti kita ketahui, kolam renang biasanya mengandung banyak obat kolam renang yang keras yang bisa membuat kulit bayi iritasi.
Sebelum mengajak bayi berenang, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter anak yang anda pilih. Tanyakan apakah kulit bayi anda akan cocok berenang di kolam renang.
Jika sudah direkomendasikan, jangan terlalu lama berenang. Mulai dari 10 menit lalu perlahan tambah hingga 20 menit. Tapi disarankan jangan sampai lebih dari 30 menit.
3. Suhu Air Kolam Renang yang Aman Buat Bayi
Selain banyaknya bahan kimia, air kolam renang juga bisa berbahaya buat bayi jika suhunya terlalu dingin atau terlalu panas.
Pastikan suhu kolam renang yang anda gunakan untuk mengajarkan bayi berenang berada di antara 31,5 dan 33°C.
Suhu air tersebut tetap bisa membuat bayi menggigil jika terlalu lama. Karena itu jika anda melihat bayi anda sudah menggigil, segera angkat dan bungkus mereka dengan handuk tebal.
4. Pastikan Kolam Renang Bersih
Sebaiknya anda pilih kolam renang yang dibuat khusus bayi. Kolam renang ini biasanya lebih minim bahan kimia dan airnya akan selalu bersih karena tidak digunakan oleh banyak orang dalam satu waktu.
Ketika belajar renang, bayi biasanya secara refleks meminum air kolam renang. Jika airnya kotor dan banyak bahan kimia bisa sangat berbahaya buat tubuh mereka.
5. Pilih Tempat Les Renang Bayi dengan Instruktur Tersertifikasi
Sudah dijelaskan kalau biasanya pelatih renang bayi juga akan memanfaatkan diving reflex pada bayi saat mengajarkan mereka berenang.
Namun ini dilakukan oleh pelatih yang memang paham ilmunya. Karena itu ketika anda memilih les renang untuk bayi, pastikan instruktur atau pelatihnya sudha tersertifikasi.
Sertifikasi pelatih renang sendiri dikeluarkan oleh banyak lembaga. Pastikan juga lembaga yang menggelarnya kompeten.











