Penyebab Hingga Cara Mencegah Alergi Kaporit

Fakhri Adzhar

Ilustrasi alergi kaporit. Ini penyebab dan cara mencegahnya.

Berenang bisa jadi olahraga atau aktivitas yang sangat menyenangkan. Namun semua itu bisa berubah jadi bencana kalau anda alergi kaporit.

Seperti kita ketahui, kaporit adalah salah satu obat kolam renang yang digunakan untuk menjaga kebersihan fasilitas tersebut.

Kandungan klorin di dalamnya mencegah pertumbuhan mikroorganisme air seperti ganggang hijau. Selain itu juga bisa membunuh mikroorganisme lainnya.

Namun kandungan ini juga bisa menyebabkan iritasi kulit kalau kadarnya terlalu tinggi. Tapi buat penderita alergi kaporit, paparan dengan kadar sedikit saja bisa sangat menyiksa.

Penyebab dan Dampak Buruk Alergi Kaporit

Sebenarnya yang dikatakan alergi kaporit adalah alergi klorin. Karena kandungan dalam kaporit kolam renang inilah yang bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi orang yang sensitif.  

Masalah kesehatan yang paling terlihat dari orang yang mengalami alergi klorin adalah ruam kulit. Ini terjadi ketika seseorang mengalami reaksi alergi pada kulit.

Alergi klorin terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap klorin seolah-olah itu adalah zat berbahaya. Reaksi ini lebih umum terjadi di antara mereka yang memiliki riwayat alergi lain, seperti demam serbuk sari atau asma karena alergi.

Orang dengan kulit sensitif atau kondisi kulit yang sudah mengalami masalah kulit sebelumnya seperti eksim atau dermatitis juga lebih rentan mengalami ruam setelah terpapar klorin.

Sensitivitas terhadap klorin dapat berkembang kapan saja. Bahkan setelah bertahun-tahun terpapar tanpa reaksi. Bahkan juga kontak singkat dengan air yang mengandung klorin dapat memicu ruam.

Gejala Ruam Akibat Alergi Kaporit

Ruam akibat klorin biasanya muncul ditandai dengan kulit yang gatal, merah, dan bengkak yang dapat terasa nyeri saat disentuh.

Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam setelah terpapar air yang mengandung klorin dan dapat berlangsung selama berhari-hari jika tidak diobati dengan tepat. Orang dengan alergi kronis bisa mengalami gejala yang lebih parah.

Ruam biasanya muncul di bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung klorin. Yang paling sering ada di perut, punggung, dan kaki.

Masalah kulit ini juga dapat muncul di wajah, terutama di sekitar mata, yang kulitnya lebih tipis dan lebih sensitif.

Dalam beberapa kasus yang parah, ruam dapat berkembang menjadi kondisi seperti luka bakar. Kondisi ini ditandai dengan kulit kering dan pecah-pecah yang dapat terasa sangat nyeri.

Tapi tenang saja. Meskipun ruam tidak nyaman, kondisi ini umumnya tidak serius dan dapat ditangani secara efektif dengan perawatan yang tepat.

Mengobati Iritasi Karena Alergi Kaporit

Perawatan ruam akibat klorin ini biasanya difokuskan pada meredakan gejala dan mencegah paparan lebih lanjut terhadap zat yang mengiritasi.

Dokter akan mendiagnosis ruam ini melalui pemeriksaan fisik pada kulit yang terkena. Selain itu, juga akan dilakukan evaluasi aktivitas terkini pasien.

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter biasanya akan memberikan resep pengobatan dengan dua hal yang bisa dilakukan berikut ini:

1. Menggunakan Salep

Pengobatan pertama untuk ruam akibat klorin adalah mencuci area yang terkena dengan air hangat yang bersih dan sabun lembut untuk menghilangkan sisa klorin.

Krim dan salep generik yang mengandung hidrokortison dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi peradangan.

Jika ruam parah atau terus-menerus, dokter juga dapat meresepkan steroid topikal yang lebih kuat.

Pasien biasanya juga diminta untuk menjaga kulit tetap lembab guna mencegahnya mengering dan memperparah kondisi.

2. Imunoterapi Sublingual

Jika pasien sangat sensitif terhadap klorin, imunoterapi sublingual dapat dipertimbangkan sebagai bentuk pengobatan ruam tersebut.

Perawatan ini menggunakan sejumlah kecil alergen di bawah lidah untuk secara bertahap membangun toleransi. Ini akan membuat pasien mengurangi reaksi alergi.

Metode ini umumnya digunakan untuk alergi serbuk sari dan jamur. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitasnya untuk pengobatan ruam akibat paparan klorin.

Mencegah Terjadinya Alergi Setelah Berenang

Tenang saja. Seperti disebutkan sebelumnya, alergi kaporit yang ditandai dengan ruam ini sebenarnya bisa diatasi dengan mudah.

Namun tentu saja anda akan merasa tidak nyaman jika terkenanya. Apalagi jika anda memiliki sensitivitas klorin yang cukup tinggi.

Untuk itu anda perlu mencegah terjadinya alergi kaporit ini, terutama pada paparan klorin di area kolam renang. Berikut ini beberapa hal yang bisa anda lakukan.

1. Membilas Tubuh Sebelum dan Sesudah Berenang

Jangan pernah sepelekan membilas tubuh dan sesudah berenang. Untuk mencegah alergi kaporit sebenarnya dilakukan dengan membilas tubuh setelah berenang.

Sementara membilas tubuh sebelum berenang akan meringankan tugas perawatan kolam renang. Karena sebelum anda masuk ke kolam renang, ada banyak kotoran yang menempel di tubuh dan bisa membuat kotor air kolam renang.

Kembali lagi ke topik. Membilas tubuh setelah berenang akan menghilangkan kaporit dari kulit. Kaporit sendiri merupakan zat yang mudah larut dalam air. Jadi akan sangat mudah menghilangkan zat ini dengan membilas.

2. Menggunakan Lotion

Dijelaskan sebelumnya jika membilas tubuh sebelum berenang mencegah air kolam renang jadi kotor. Salah satu kotorannya berasal dari lotion.

Namun, jika anda menggunakan kolam renang umum, bisa meminta izin terlebih dahulu untuk menggunakan lotion pencegah klorin menempel di tubuh.

Lotion ini tetap akan mengotori air kolam renang. Namun kesehatan anda adalah yang utama.

Lotion ini dibuat khusus untuk berada di area dengan klorin yang tinggi. Selain di kolam renang, lotion ini juga bisa digunakan ketika berada di laut.

Namun pastikan anda membeli yang sesuai dengan kulit anda. Pastikan cocok agar jangan ada masalah kulit sampingan akibat kulit anda tidak cocok dengan kandungan lotion yang anda beli.

3. Menggunakan Alternatif Kolam Renang Tanpa Kaporit

Yang terakhir anda bisa memilih untuk berenang di kolam renang tanpa kaporit. Biasanya kolam renang ini menggunakan sistem sanitas garam ataupun ozon.

Garam sendiri sebetulnya tetap akan diubah menjadi klorin, namun dengan susunan molekul yang berbeda dan lebih halus ketika terkena kulit.

Kolam renang air garam tetap berpotensi anda mengalami alergi kaporit. Dan pilihan yang paling aman adalah kolam renang ozon.

Ozon sendiri bertindak sebagai filter air, bukan dimasukkan ke dalam air karena zat tersebut sebetulnya berbahaya buat manusia.

Ketika melakukan tugas filtrasinya, ozon secara efektif membunuh dan menonaktifkan bakteri, parasit, dan virus.

Dan karena ozon digunakan sebagai filter, secara teknis kolam renang yang menggunakan sistem ini tidak akan mengandung bahan kimia.

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.