Perawatan Kolam Terapi: Ini yang Harus Dilakukan

Fakhri Adzhar

Ilustrasi peralatan perawatan kolam renang. Ini yang dilakukan pada kolam terapi.

Kolam terapi, sama seperti kolam renang pada umumnya, juga harus dilakukan perawatan. Di sini, kita akan bahas cara melakukannya.

Langkah-langkah perawatan kolam terapi berikut ini akan mengurangi risiko kesehatan bagi pengguna termasuk penyebaran infeksi dan meminimalkan ketidaknyamanan.

Selain itu, dengan melakukan perawatan ini sekaligus memaksimalkan umur struktur fasilitas dan meminimalkan biaya operasi kolam terapi yang anda miliki.

Suhu Harus Sesuai

Suhu di ruang hidroterapi harus dicatat dua kali sehari dan harus tetap berada pada suhu 35,5 hingga 36°C, dan tidak boleh lebih dari 38°C.

Ini dilakukan untuk mengakomodir berbagai kondisi pasien dengan kondisi medis tertentu, contohnya neuropati.

Penyakit ini menyebabkan pasien kehilangan kemampuan untuk mendeteksi perubahan suhu. Oleh karena itu pengukuran suhu sangat penting.

Selanjutnya, tindakan pencegahan harus dilakukan untuk pasien dengan kondisi yang dapat diperburuk oleh paparan suhu panas yang ekstrim dalam waktu yang lama.

Sebagai contoh, suhu yang lebih tinggi dapat mempengaruhi pasien dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau gangguan sirkulasi.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa suhu yang lebih dingin dapat memperburuk gejala pada pasien dengan penyakit Raynaud, chilblains, acrocyanosis, atau eritrosianosis.

Pastikan pH Optimal

pH adalah ukuran keseimbangan relatif asam dan basa dalam air. Jika pH terlalu rendah, mata perih dan iritasi kulit dapat terjadi sementara kolam renang dan perlengkapannya dapat rusak karena korosi.

Jika pH terlalu tinggi, proses desinfeksi menjadi kurang efektif, pembentukan kerak dapat terjadi dan air menjadi keruh.

Efektivitas klorin dan desinfektan lainnya sangat dipengaruhi oleh pH air. Klorin kehilangan kapasitas desinfeksinya pada tingkat pH yang lebih tinggi.

pH harus diukur pada awal hari, kemudian setiap 2 jam dan akhirnya pada akhir hari. Ini harus berada dalam kisaran 7,2 – 7,8.

Pantau Kadar Air

Ada berbagai parameter kadar air yang harus anda pantau. Parameter ini sebenarnya sama saja seperti perawatan kolam renang pada umumnya.

Namun, ini menjadi lebih krusial sebab yang akan menggunakan kolam kita adalah para pasien yang sedang dalam dalam pemulihan penyakit.

1. Klorin

Bahan kimia yang paling umum digunakan untuk desinfeksi adalah kaporit. Klorin adalah zat di dalam kaporit yang bertugas membasmi mikroorganisme tersebut.

Optimalkan perawatan desinfeksi untuk menghindari iritasi kulit (dermatitis) atau infeksi bakteri pada kulit, terutama bila pasien memiliki luka terbuka.

Dermatitis dapat disebabkan oleh kontak dengan kontaminan atau zat tambahan dalam air seperti dikloramin dan trikloramin yang terbentuk melalui reaksi dengan senyawa organik (kulit, keringat, urea, dll) saat menggunakan klorin.

Klorin Bebas harus diukur setidaknya tiga kali sehari dan harus antara 1,5 dan 5,0 mg/l. Klorin Total harus diukur pada saat yang sama. Tingkat Klorin Bebas dan Klorin Total tidak boleh lebih dari 10 mg/l saat fasilitas sedang digunakan.

Direkomendasikan agar fasilitas dioperasikan dengan tingkat klorin gabungan (Klorin Total dikurangi Klorin Bebas) tidak lebih besar dari 30% Klorin Bebas.

2. Asam Sianurat

Asam sianurat dan Total Padatan Terlarut (TDS) harus diukur setiap hari. Jika asam sianurat digunakan, maka harus dipertahankan pada tingkat 30 – 50 mg/l dan tidak pernah melebihi 200mg/l.

3. Total Dissolve Solid (TDS)

Direkomendasikan agar tingkat TDS (atau kita kenal dengan Total Padatan Terlarut) di kolam renang dipertahankan tidak lebih dari 1000mg/l di atas tingkat TDS air suplai dan tidak melebihi 1500mg/l.

Disarankan untuk mencegah tingkat TDS yang terlalu tinggi terakumulasi, karena dapat mengakibatkan percepatan korosi pada komponen logam.

4. Total Alkalinitas

Alkalinitas adalah ukuran kemampuan air untuk menahan perubahan pH. Alkalinitas harus dipertahankan dalam kisaran 60 – 200mg/l.

5. Kesadahan Kalsium

Kesadahan kalsium harus dipertahankan dalam kisaran 50-400mg/l. Jika kesadahan kalsium terlalu rendah, air menjadi korosif.

Jika kesadahan kalsium terlalu tinggi, hasilnya adalah pembentukan kerak yang menyebabkan pengurangan efisiensi penyaringan dan meningkatkan biaya energi. <DP>

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.