Sebagai kontraktor kolam renang, Dimulti Pool selalu menyarankan pemilik kolam untuk rajin melakukan pengujian kadar air.
Pengujian ini untuk mengetahui kandungan bahan kimia yang biasanya digunakan dalam perawatan kolam renang.
Seperti diketahui, kelebihan atau kekurangan bahan kimia tersebut bisa membuat dampak negatif, misalnya tumbuhnya ganggang hijau hingga membuat iritasi.
Baca Juga
Tapi, pengujian kadar air juga harus dilakukan dengan tepat. Mengapa? Sederhana saja, supaya mendapatkan hasilyang akurat. Jika tidak, maka kembali ke alasan di paragraph sebelumnya.
Kita sudah mengetahui bagaimana cara pengujian kadar air yang benar. Tapi, kesalahan tetap bisa terjadi.
Karena itu, di artikel ini kami akan membahas cara pengujian kadar air yang salah. Ini dapat anda gunakan sebagai panduan supaya bisa mengantisipasi hal-hal tersebut.
Lokasi yang Salah
Meskipun semua air kolam renang Nampak sama, namun kandungan kimia di dalamnya berbeda-beda mengingat sirkulasi yang terus berputar. Karena itu, mengambil sampel di lokasi yang tepat harus dilakukan.
Beriku adalah beberapa lokasi yang slaah untuk mengambil sampe air kolam renang.
- Dekat permukaan
Kimiawi air kolam renang di dekat permukaan akan sedikit berbeda dari bagian kolam lainnya. Air permukaan lebih hangat.
Selain itu, juga memiliki lebih banyak kontaminan seperti minyak tubuh yang mengambang, serpihan, serangga, dan hal-hal lain yang dapat mengubah hasil pengujian.
2. Dekat Inlet
Lokasi ini juga akan memiliki pembacaan kimiawi yang “tidak sesuai”. Air yang berasal dari return jet baru saja disaring. Karena itu, kadar klorinnya pasti sedikit.
3. Dekat Sudut / Anak Tangga / Tangga
Lokasi-lokasi ini tidak mendapatkan sirkulasi sebanyak bagian lain dari kolam renang anda. Jadi, hindari mengambil sampel air dari lokasi-lokasi ini.
Lantas, di mana titik tepat mengambil sampel air? Jawabannya di lokasi yang jauh dari tempat-tempat di atas. Selain itu, pastikan mengambil air di kedalaman setidaknya satu kaki atau sampai siku.
Daftar Isi
Tidak Menguji Sampel dengan Segera
Sebisa mungkin, segera uji sampel yang sudah anda ambil. Jangan meletakkannya di suatu tempat lalu digunakan lagi.
Mengapa? Setelah air keluar dari kolam, akan mulai berinteraksi dengan udara, menguap, meningkatkan suhu, dan hal-hal lain yang dapat memengaruhi pembacaan pengujian.
Terlalu Banyak atau Sedikit Air
Hal ini hanya berlaku untuk alat uji reagen. Botol pengujian memiliki kadar air yang direkomendasikan berikut alasannya alasannya.
Reaksi reagen sebenarnya dikalibrasi berdasarkan volume. Setiap perubahan volume air yang diuji akan memengaruhi hasil pengujian juga.
Terlalu Banyak atau Sedikit Reagen
Reagen adalah senyawa atau campuran yang ditambahkan ke suatu sistem untuk menimbulkan reaksi kimia atau menguji apakah suatu reaksi terjadi. Begitupun dalam pengujian kadar air kolam renang, reagen juga digunakan.
Cara yang benar untuk menggunakannya adalah dengan memegang botol reagen secara vertikal untuk mendapatkan ukuran tetesan yang tepat.
Memiringkan botol reagen pada suatu sudut akan memungkinkan udara menyelinap masuk dan menghasilkan tetesan reagen yang lebih kecil atau lebih besar seharusnya.
Jika Anda menggunakan reagen jenis tablet, gunakan seluruh tablet. Menggunakan setengah tablet akan memberikan setengah reaksi. Selanjutnya, pembacaan juga bakal salah.
Reagen yang Jelek
Sederhananya, reagen yang jelek dapat memberikan hasil yang buruk. Berikut adalah beberapa alasan mengapa reagen anda jadi jelek.
- Reagen Kadaluarsa
Ini adalah salah satu alasan mengapa Anda tidak boleh berhemat dalam pengujian dan penggunaan reagen.
Reagen pengujian kolam biasanya memiliki tanggal kedaluwarsa dua tahun sejak tanggal produksi, atau mungkin pendek dari itu. Karena itu, periksa botol untuk mengetahui tanggal kedaluwarsanya.
Satu hal yang perlu diperhatikan, setelah reagen dibuka, paparan udara bisa merusak reagen. Jadi, segera lakukan pengujian.
2. Reagen yang tidak disimpan dengan benar
Reagen pengujian kolam harus disimpan di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung. Sinar UV dan suhu akan sangat memengaruhi fungsinya.
3. Botol reagen yang retak atau rusak
Jika anda menemukan kerusakan pada botol reagen, maka kemungkinan besar reagen di dalamnya rusak dan tidak akan memberikan hasil yang akurat. Ganti sesuai kebutuhan.
4. Reagen yang dicampur dari produsen berbeda
Meskipun beberapa orang akan mengatakan bahwa reagen itu sama saja, siapa pun yang memproduksinya, tapi ini justru akan menimbulkan efek negatif dalam pengujian.
Ini bukan tentang loyalitas merek, tetapi hanya karena produsen yang berbeda akan memiliki kalibrasi yang berbeda untuk alat pengujian mereka.
Bagaimana bisa berbeda? volume air per pengujian, ukuran pipet botol reagen, serta skema warna yang berbeda menjadi spesifikasi yang tiap produsen berbeda cara kerjanya.
5. Reagen yang Terkontaminasi
Reagen pengujian kolam renang bereaksi dengan bahan kimia lain. Jadi setelah terkontaminasi dengan bahan lain, reagen tersebut pada dasarnya “habis” dan tidak lagi akurat.
Penyebab utama reagen yang terkontaminasi adalah mencampur tutup reagen karena beberapa bagian reagen mungkin tertinggal di penutupnya. Selain itu, juga membiarkan reagen tidak tertutup untuk waktu yang lama.
Jadi, setelah menggunakan botol reagen, segera kembalikan tutupnya untuk menghindari kontaminasi reagen.
Kontaminasi tidak hanya berasal dari sumbernya, tetapi juga bisa terjadi pada botol pengujian! Reagen yang mengering dari pengujian sebelumnya akan mengubah hasil pengujian anda.
Jadi, setelah sesi pengujian, bilas botol pengujian secara menyeluruh dan biarkan mongering. Letakkan dalam keadaan terbalik untuk memastikan tidak ada tetesan air yang tersisa.
Warna Kit yang Sudah Pudar
Jika bagan warna dalam test kit sidah memudar, maka inilah saatnya untuk mendapatkan test kit baru. Ingat, untuk menentukan kadar kimia kolam renang dengan benar, anda membandingkan hasilnya secara visual dengan bagan warna yang telah dikalibrasi dalam bagan tersebut.
Hal lain yang dapat mempengaruhi hasil tes anda adalah jika botol uji mulai tergores atau buram. Cahaya yang melewati botol akan terpengaruh yang akan menyebabkan interpretasi yang salah terhadap hasilnya.











