Di artikel sebelumnya kita sudah membahas kombinasi bahan kimia yang tidak ideal yang dapat berdampak buruk buat kolam renang.
Sekarang, kita akan membahas kombinasi bahan kimia yang bisa merusak kondisi kolam renang, bahkan dalam jumlah berapapun yang ditambahkan.
Kami selalu menganjurkan untuk menjaga kadar air ideal untuk memastikan kolam renang anda sebersih dan sejernih mungkin.
Baca Juga
Meski begitu, setiap bahan kimia yang digunakan juga punya efek masing-masing. Jika di air kolam renang saja bereaksi, apalagi kalau bertemu dengan bahan kimia lain.
Karena itu, penting untuk mengikuti panduan perawatan kolam renang untuk menghindari permasalahan lain jika salah menggunakannya.
Di artikel ini, kita akan membahas kombinasi bahan kimia yang bukan saja tidak cocok, tapi juga bisa merusak kolam renang anda.
Baca terus artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Shocking Treatment dan Algasida
Shocking Treatment menggunakan klorin dapat mengoksidasi dan menghancurkan senyawa kimia dalam Algasida ketika ditambahkan pada saat yang bersamaan.
Meskipun tidak ada hal buruk yang akan terjadi seperti ledakan atau gas beracun, ketika ditambahkan bersamaan, hal ini akan membuang-buang anggaran.
Ketika anda berencana untuk menambahkan algasida, pastikan untuk menguji air kolam renang terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kadar klorinnya sudah turun.
Daftar Isi
Kombinasi Shocking Treatment dan Air Baru
Dampak negatif ini biasanya terjadi ketika anda mengisi ulang kolam renang dengan air baru. Air baru memiliki kadar logam yang tinggi yang menyebabkan shocking treatment bereaksi.
Proses perawatan tersbeut akan mengubah air kolam renang menjadi hijau. Pada kasus paling buruk, aka nada garis-garis hitam dan noda pada permukaan kolam.
Jadi, uji kadar air baru terlebih dahulu sebelum menambahkannya ke kolam renang. Selain itu, bisa menambahkan sekuestran logam jika tidak yakin dengan sumber air kolam renang baru anda.
Sekuestran Logam dan Shocking Treatment
Kami memang menyarankan untuk menggunakan Sekuestran Logam pada bagian sebelumnya, tetapi sebagai peringatan, tunggu satu hari setelah menambahkannya sebelum melakukan shocking treatment.
Alasannya? Sederhana. Shocking Treatment dapat mengurangi keefektifan sekuestran logam yang anda tambahkan.
Double Penjernih/Clarifier
Menambahkan lebih banyak penjernih/clarifier setelah memberi dosis penjernih pertama dapat menyebabkan kandungan bahan kimianya menjadi seperti dispersan. Kolam malah akan jadi keruh.
Jadi, jika perawatan pertama tidak berhasil, tunggu selama seminggu sebelum menggunakan penjernih lagi agar benar-benar aman.
Asam Sianurat dan Klorin yang Distabilkan
Asam Sianurat bertindak sebagai penyangga klorin bebas dalam air kolam renang untuk menjaga keefektifan chemical tersebut.
Sementara klorin yang distabilkan biasanya berbentuk tablet (yang tidak distabilkan biasanya berbentuk cair. Kami sudah membahasnya di artikel lain).
Jika anda menggunakan klorin yang distabilkan, maka tidak perlu menambahkan asam sianurat untuk memastikan bahwa tingkat stabilisator tidak melebihi 50 ppm dan sebaliknya.
Jadi, jika anda menggunakan asam sianurat, gunakanlah klorin yang tidak distabilkan.
Klorin Murni dan Bahan Kimia Lain
Efek perawatan pada klorin biasanya didapat dari penambahan kaporit. Sementara itu, kita juga bisa menggunakan klorin murni, dengan catatan jenis ini lebih korosif. Jadi, harus dilakukan dengan penanganan yang tepat.
Jangan pernah menambahkan klorin murni ke bahan kimia lain. Reaksinya akan menimbulkan gas beracun, ledakan hingga kebakaran.
Penutup
Itulah penjelasan kombinasi bahan kimia kolam renang yang tidak cocok satu sama lain bahkan bisa berbahaya jika diberikan secara bersamaan.
Jika anda masih bingung atau membutuhkan penanganan karena salah satu dampak negatifnya terjadi, silakan berkonsultasi dengan Dimulti Pool.
Kami adalah kontraktor kolam renang profesional dengan tenisi berpengalaman belasan tahun di bidang ini. Selain konsultasi dan pembangunan, kami juga melayani jasa perawatan kolam renang.











