Penting untuk mengetahu apa saja satandar baku mutu kolam renang, terutama buat para pemilik kolam renang umum. Buat kolam pribadi, standar ini bisa jadi panduan agar kolam renang anda tetap aman digunakan.
Banyak orang yang semakin berminat membuat kolam renang di rumahnya. Lokasi ini bisa jadi tempat healing terbaik menghilangkan kepenatan.
Meski begitu, jangan asal buat kolam renang. Ketahui parameter fisik, kimia, dan biologi dalam standar baku mutu kolam renang sebelum membuatnya.
Baca Juga
Pemerintah Indonesia sudah menetapkan aturan tersebut. Hal ini berdasarkan Permenkes RI Nomor 32 tahun 2017.
Baik pelanggan maupun kontraktor, diharapkan memahami dan mematuhi aturan ini karena penting untuk kesehatan penggunanya.
Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang berpengalaman terus mengikuti update aturan standarisasi ini. Jadi, jangan khawatir untuk menggunakan jasa kami.
Daftar Isi
Pengertian Standar Baku Mutu
Sebelum membahas apa saja standar baku mutu kolam renang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan standar tersebut.
Standar Mutu adalah kesepakatan yang telah disepakati bersama oleh sekelompok orang atau organisasi dan telah didokumentasikan yang terdiri dari spesifikasi teknis dan kriteria akurat yang digunakan sebagai peraturan, petunjuk atau definisi tertentu untuk menjamin kualitas suatu barang, produk, proses atau jasa sesuai dengan yang telah dinyatakan dan disepakati.
Ini adalah standar yang dikeluarkan oleh organisasi induk atau pengawas untuk pekerjaan tertentu.
Misalnya dalam standar kualitas air kolam renang, yang mengeluarkan standar ini adalah Kementerian Kesehatan karena kondisi air kolam renang akan mempengaruhi kesehatan penggunanya.
Dengan kata lain, Standar baku mutu suatu komoditas belum tentu sesuai dengan komoditas lain karena perbedaan latar belakang tersebut.
Standar Baku Mutu Kolam Renang
Berikut ini standar baku mutu kolam renang berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi serta apa saja yang harus terpenuhi.
1. Parameter Fisik
Parameter fisik dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air Kolam Renang meliputi bau, kekeruhan, suhu, kejernihan dan kepadatan.
Untuk kepadatan, semakin dalam Kolam Renang maka semakin luas ruang yang diperlukan untuk setiap perenang.
Berikut tabel standar baku mutu kolam renang parameter fisik.

2. Parameter Kimia
Parameter kimia dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air Kolam Renang meliputi 6 parameter yaitu pH, alkalinitas, sisa khlor bebas, sisa khlor terikat, total bromine/sisa bromine, dan potensial reduksi oksidasi (oxidation reduction potential).
Konsentrasi minimum untuk setiap parameter bergantung pada jenis Kolam Renang. Jika Kolam Renang menggunakan disinfektan bromide, maka konsentrasi minimum juga berbeda dibandingkan dengan konsentrasi khlorin.
Berikut tabel standar baku mutu kolam renang parameter kimia.

Parameter kimia ini jadi masalah paling concern para pelanggan kolam renang. Berdasarkan pengalaman kami sebagai kontraktor, banyak akibat yang timbul jika parameter ini tidak terpenuhi.
Beberapa akibat jika kandungan air kolam renang terlalu asam atau pH rendah diantaranya :
- Jika kolam renang menggunakan keramik, kadar air kolam renang yang terlalu asam akan merusak dasar keramik dan mempercepat tumbuhnya lumut.
- Bahan yang terbuat dari logam terutama besi akan cepat berkarat. Karat yang tercampur dengan air akan membuat air berwarna kecoklatan. Walaupun air tersebut tidak beracun jika terminum akan menyebabkan diare dan dehidrasi.
- Pemakaian klorin akan meningkat.
- Kadar air kolam renang yang terlalu asam menyebabkan mata terasa terbakar. Sedangkan untuk kulit akan terasa kering dan gatal.
- Pakaian renang akan mudah rusak.
Beberapa akibat jika kandungan air kolam renang terlalu basa atau pH tinggi diantaranya :
- Air kolam renang akan mudah berubah menjadi keruh.
- Kalsium dalam air yang berkombinasi dengan carbonat akan membentuk gumpalan berwarna hitam yang mengikat debu. Jika gumpalan tersebut jika masuk kedalam filter akan merusak filter dan air menjadi keruh.
- Kemampuan klorin sebagai disinfektan berkurang.
- Menyebabkan iritasi pada mata, terasa panas di hidung, dan menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal.
Chlorine yang terlalu rendah akan mengakibatkan tumbuhnya lumut dan bakteri dalam air dan akan membuat air kolam menjadi keruh. Jika kadar chlorine terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan iritasi mata, hidung, dan kulit.
3. Parameter Biologi
Parameter biologi dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air Kolam Renang terdiri dari 5 (lima) parameter.
Empat parameter tersebut terdiri dari indikator pencemaran oleh tinja (E. coli), bakteri yang tidak berasal dari tinja (Pseudomonasaeruginosa, Staphylococcus aureus dan Legionella spp).
Sedangkan parameter Heterotrophic Plate Count (HPC) bukan merupakan indikator keberadaan jenis bakteri tertentu tetapi hanya mengindikasikan perubahan kualitas air baku atau terjadinya pertumbuhan kembali koloni bakteri heterotrophic.
Berikut tabel standar baku mutu kolam renang parameter biologi.

Penutup
Itulah parameter dari standar baku mutu kolam renang yang ditentukan pemerintah Indonesia.
Jujur saja, saat ini masih banyak yang belum aware terhadap standar baku mutu kolam renang ini, baik dari pemilik maupun kontraktor.
Namun, dengan memahaminya, diharapkan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kolam renang. Karena sejatinya, fasilitas ini dibuat untuk kesenangan.
Yang jelas, selalu lakukan perawatan kolam renang untuk memastikan standar baku mutu kolam renang ini terpenuhi.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool untuk mengetahui tentang segala hal yang berkaitan dengan standar baku mutu kolam renang, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











