Saat memutuskan membuat kolam renang, anda harus memperhatikan bagaimana teknisi atau tukang mengerjakan kolam anda.
Ada banyak tahapan yang harus diperhatikan untuk menjamin kolam renang dibuat secara tepat sehingga bisa awet.
Bekisting adalah salah satu proses dalam pembuatan kolam renang. Sejatinya, tahapan ini dilakukan untuk hampir setiap konstruksi bangunan.
Baca Juga
Tahapan ini kelihatannya sederhana, tapi jika dikerjakan dengan salah maka bisa berakibat fatal pada konstruksi kolam.
Di artikel ini akan membahas tentang pengertian hingga apa saja yang perlu diperhatikaan saat membuat bekisting kolam renang. Ini juga bisa jadi panduan buat anda ketika membangun bangunan lain.
Daftar Isi
Pengertian dan Fungsi Bekisting Kolam Renang
Bekisting adalah struktur, biasanya bersifat sementara, yang digunakan untuk menampung beton yang dituang dan mencetaknya sesuai dimensi.
Tahapan ini juga membutuhkan dukungan yang dibutuhkan untuk menopang dirinya sendiri, seperti kawat pengikat atau baut untuk menyatukan satu sama lain.
Bekisting terdiri dari bahan kontak permukaan dan penopang yang secara langsung mendukung bahan kontak permukaan tersebut.
Pekerjaan konstruksi yang cocok menggunakan bekisting antara lain bangunan gedung bertingkat, pembuatan jembatan, tiang pancang, struktur beton prategang, pondasi, dan fondasi.
Tahapan ini juga dapat digunakan untuk pembentukan struktur-struktur lain seperti balok, kanal saluran air ataupun tanggul, termasuk kolam renang.
Bekisting berguna untuk menahan dan memebentuk beton kolam renang. Walaupun dibuat sementara saja, harus dibuat dengan baik dan material yang tepat.
Jenis dan Tahapan Membuat Bekisting Kolam Renang
Dalam pembuatan kolam renang, tahapan membuat beskiting dilakukan dua kali, yakni untuk bekisting luar dan beskting dalam.
1. Bekisting Luar
Bekisting luar dilakukan dengan tujuan sebagai cetakan dinding beton kolam renang. Biasanya, jenis ini tidak dipasang permanen alias dibongkar setelah beton mencapai kekuatan untuk berdiri sendiri.
Untuk membuatnya, pertama, buatlah rancangan bekisting dalam sebuah desain 2D atau 3D, perhitungkan secara presisi mengenai ukuran dari bekisting kolam renang yang akan dibuat.
Selain itu, pastikan juga tanah sudah digali sesuai dengan kedalaman yang disesuaikan dan proses pembesian sudah dilakukan
Kemudian, siapkan alat dan material pembuatan bekisting. Dibutuhkan paku dalam jumlah banyak ukuran disesuaikan, palu, dan juga lembaran kayu.
Ketebalan kayu minimal 2 cm – 3 cm dengan lebar 15 cm sampai 20 cm. Lalu, mulailah susun kayu mengelilingi konstruksi kolam renang yang sudah dibuat.
Pastikan menggunakan paku yang sesuai, jangan sampai terlalu pendek, sehingga rangka beksitingnya bisa tetap kuat.
Untuk membuat kolam renang dengan ukuran dan bentuk yang datar, bekisting yang digunakan bisa lebih tebal.
Namun, jika anda ingin membuat kolam renang yang berkelok-kelok, bisa gunakan kayu lebih tipis agar mudah dibengkokkan.
Sejatinya, bekisting jenis ini tidak perlu dibongkar juga tidak masalah, malah kana memberikan kekuatan lebih pada strukur bangunan.
Selain itu, membutuhkan lahan lebih luas untuk proses pemasangannya jika bekisting ini mau dibongkar. Dengan tambahan lahan tersebut sudah pasti akan membutuhkan tambahan biaya.
2. Beskiting Dalam
Jika anda melihat proses pembangunan kolam renang lalu terdapat kayu yang disusun kotak-kotak di dasar galian kolam, itulah proses bekisting dalam.
Jenis bekisting ini dilakukan di atas proses pembesian. Rangka kayu dibuat menggunakan pola persegi berukuran kecil-kecil, atau disesuaikan lagi dengan pola kolam renang awal.
Bekisting ini biasanya dibuat dengan triplek ukuran 9mm. Cetakan beton pada kolam renang ini diperkuat dengan kayu kaso dengan ukuran 5/7 dan ukuran 4/6.
Kayu-kayu kaso ukuran 4/6 akan dipasang menyerupai kotak-kotak dengan jarak per 60 centimeter Sementara kayu kaso ukuran 5/7 untuk bagaian list triplek yang sisi luar dan sisi tengahnya.
Buatlah pada setiap lembar triplek sebanyak ukuran panjang dinding kolam renang, dan sesuaikan tingginya dengan tinggi beton dindingnya.
Jangan lupa perkuat cetakan beton pada kolam renang anda dengan memasang stut atau penyangga memakai kayu kaso ukuran 5/7.
Material Bekisting Kolam Renang
Dalam konstruksi pada umumnya, ada beberapa material untuk membuat bekisting kolam renang yang bisa digunakan. Berikut penjelasannya.
1. Plywood (Kayu)
Jenis ini merupakan yang paling umum digunakan. Kayu lapis digunakan sebagai material utama dalam bekisting plywood, atau biasa juga dikenal dengan material triplek.
Menggunakan material ini adalah mudah untuk dipasang dan disesuaikan dengan ukuran struktur yang akan dibangun. Selain itu, juga relatif lebih ringkas dan mudah dibongkar ketimbang baja atau beton prategang.
Namun demikian, penggunaannya memiliki kekurangan yakni relatif cepat rusak jika terkena air atau cuaca ekstrem. Oleh karena itu, jenis ini hanya cocok untuk proyek jangka pendek.
Bekisting ini juga digunakan pada konstruksi kolam renang. Pembangunan kolam renang yang tidak terlalu lama seperti rumah masih kompatibel dengan material plywood.
Penggunaan plywood dengan ukuran minimal 9 mm bisa dijadikan pilihan. Dengan catatan, tebal multiplek harus menyesuaikan dengan ukuran kolam renang.
2. Baja
Berbeda dengan bekisting plywood, baja formwork atau bekisting kolam renang memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap air dan cuaca ekstrem. Dengan demikian, jenis beksiting in lebih cocok untuk proyek-proyek jangka panjang.
Namun, jenis ini cukup berat sehingga tidak dapat dipindah-pindah dengan mudah. Selain itu, biaya pembuatan jenia bekisting ini juga relatif lebih mahal dibandingkan plywood.
3. Plastik
Merupakan jenis yang relatif baru namun mulai digunakan pada beberapa proyek konstruksi. Bekisting plastik terbuat dari polietilena dan digunakan untuk mendukung struktur beton agar mudah dibentuk.
Kelebihan material bekisting kolam renang ini adalah memiliki ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca ekstrem, sehingga cocok untuk proyek jangka panjang. Selain itu, plastik formwork juga mudah dipasang karena beratnya yang ringan.
Syarat Pengerjaan Bekisting
Sebelum melakukan pembuatan bekisting yang sudah disebutkan di atas, anda dan pekerja yang membuat kolam renang harus memperhatikan persyaratan berikut ini:
1. Standar Bahan yang Digunakan
Selain jenis material, pastikan bahan yang digunakan keras dan mampu menahan semua beban dalam pengecoran kolam renang.
Selain itu, material atau bahan yang digunakan harus sesuai standar keamanan. Pastikan juga bisa dan cocok diterapkan di kolam renang yang akan dibuat.
Jika anda menggunakan bekisting kayu, lebih baik menggunakan kayu yang baru. Ini karena material tersebut mudah lapuk dan ini bisa terjadi jika anda menggunakan bahan bekas. Imbasnya, bekisting tidak kuat.
2. Efektif, Efisien dan Sesuai Anggaran
Inilah gunanya merancang RAB kolam renang. Karena setiap proses pembuatan, termasuk bekisting kolam renang, harus menggunakan material yang sudah dianggarkan agar tidak boros.
Pastikan juga pekerja yang anda gunakan adalah teknisi profesional. Mereka bisa melakukannya dengan cepat namun efisien sehingga tidak ada lagi pembengkakan biaya.
Posisi pemasangan bekisting juga harus benar. Pekerja yang berpengalaman sudah paham bagaimana melakukannya dengan tepat.
3. Mengatasi Maslah Lengket
Setelah pengecoran, bekisting luar akan dilepas. Karena itu pastikan juga anda menggunakan material yang bisa dilepas dengan mudah.
Tapi masalahnya, bekiting khususnya yang kayu kerap menempel ketika ingin dilepas. Untuk mengatasi masalah lengket yang mungkin saja terjadi, bisa menggunakan minyak bekisting.
Kelebihan dan Kekurangan
Setiap proses konstruksi dengan penggunaan material yang berbeda-beda memang akan memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, ikuti panduan yang tepat untuk menentukan yang ideal.
1. Kelebihan
Pekerjaan pembuatan kolam renang dapat dilakukan dengan cepat karena seluruh struktur beton dapat dibuat secara bersamaan. Penggunaannya juga dapat mengurangi waktu pengerjaan secara signifikan.
Adanya bekisting kolam renang juga memberikan hasil yang lebih rapi dan presisi karena bentuknya yang sesuai dengan desain struktur beton yang diinginkan.
2. Kekurangan
Setelah digunakan, material bekisting kolam renang harus segera dibersihkan dan disimpan dengan baik agar dapat digunakan lagi.
Material ini juga membutuhkan banyak ruang penyimpanan sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk menyimpannya juga cukup tinggi.
Ketika tidak dipasang dengan benar, ada kemungkinan bahwa struktur beton yang dihasilkannya tidak sesuai dengan desain yang diinginkan.
Jangan lupakan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk pembuatan alat-alat pendukung seperti tongkat, kawat, dan lainnya untuk membantu proses pemasangan.
Penutup
Itulah penjelasan proses bekisting kolam renang yang juga dilakukan pada pembuatan kolam renang. Tahapan dan teknis pembuatannya harus benar untuk menghasilkan kolam renang yang awet.
Dalam setiap tahapan membuat kolam renang sendiri tidak boleh asal dikerjakan. Karena itu, sebaiknya anda gunakan kontraktor kolam renang profesional dan terpercaya seperti Dimulti Pool.
Dimulti Pool sendiri adalah kontraktor kolam renang profesional dengan teknisi yang berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun. Jadi soal hasil dan kualitas layanan, tak perlu diragukan.
Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
FAQ
Berapa Lama Membuat Bekisting Kolam Renang?
Sementaea bekisting dalam dilakukan ketika ingin melakukan pengecoran. Jika semua material sudah ada, bisa dilakukan dalam satu hari.











