Memiliki kolam renang bisa menjadi hal yang menyenangkan. Anda akan punya tempat berkumpul untuk menikmati hangatnya suasana. Namun, anda juga perlu tau basic perawatan kolam renang.
Tapi, mempunyai kolam renang memang tak seindah yang dibayangkan. Butuh perawatan rutin untuk menjaganya tetap berfungsi optimal.
Kami akan merangkum semua basic perawatan kolam renang. Ini berguna buat anda yang baru atau ingin punya kolam renang. Baca terus artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Baca Juga
Daftar Isi
Fungsi Perawatan Kolam Renang
Sebelum mulai membahas basic perawatan kolam renang, anda perlu memahami mengapa langkah ini wajib dilakukan. Setidaknya ada dua alasan:
1. Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Sangatlah penting untuk menjaga sanitasi dan keamanan kolam renang dengan melakukan perawatan rutin. Kalau tidak, ada banyak bakteri yang akan tumbuh.
Air kolam renang yang kotor membuat perenang bisa mengalami iritasi kulit dan mata saat berenang. Ini juga akibat air kolam renang punya tingkat pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Memiliki tingkat pH yang terlalu tinggi juga dapat mempengaruhi kemampuan klorin untuk melawan bakteri.
Jadwal pembersihan rutin diperlukan untuk memastikan peralatan seperti pompa, pemanas, katup, dll tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Jika komponen peralatan kolam renang tersebut rusak, sudah pasti kolam renang bakal berubah jadi danau alias dipenuhi dengan ganggang.
2. Kurangi Jumlah Perbaikan
Menjaga kebersihan kolam renang serta melakukan perawatan rutin dapat membantu mencegah beberapa perbaikan.
Kolam renang yang tidak dirawat pada akhirnya akan menyebabkan kebocoran. Kebocoran paling parah bisa mencapai tingkat struktur.
Kalau kebocoran sudah parah, bisa jadi kolam renang harus dilakukan renovasi yang menelan biaya mahal. Sebagai gambaran, harga renovasi kolam renang bahkan bisa mendekati biaya pembuatannya.
Perawatan Sirkulasi
Perawatan kolam renang dimulai dengan sirkulasi kolam renang.
Jika air kolam renang tidak bergerak, pompa tidak memompa dan menyaring, anda akan berjuang keras untuk menjaga kolam renang tetap bersih.
Hal ini karena air yang tergenang merupakan tempat berkembang biak yang sangat baik bagi pertumbuhan ganggang.
Ada beberapa bagian yang membentuk sistem sirkulasi kolam renang, yakni Skimmer, pompa, filter, dan jet. Jika salah satu dari bagian ini terhambat, kualitas air akan menurun.
Berikut penjelasan singkat sirkulasi untuk menjaga air kolam tetap bersih:
- Pompa menyedot air dari kolam renang melalui skimmer (biasanya berupa pintu persegi panjang)
- Air mengalir melalui pompa ke filter
- Filter membersihkan partikel-partikel yang membuat air Anda kotor
- Air didorong kembali ke kolam renang melalui jet kolam renang
1. Pompa
Pompa adalah jantung kolam renang. Komponen ini menarik air melalui sistem penyaringan lalu dibersihkan dari kotoran. Dari sana, air bersih kembali ke kolam renang.
Jalankan pompa kolam renang 8-12 jam sehari. Jika Anda berada di iklim yang lebih hangat, pompa dinyalakan sedikit lebih lama.
Untuk meminimalisir biaya, gunakan pompa yang bisa mengatur kecapatannya sendiri atau punya kecepatan bervariasi.
2. Filter
Cuci ulang atau bersihkan filter pompa ketika pengukur filter membaca sekitar 10 psi lebih tinggi dari batas normal (biasanya 10-15 psi untuk filter yang bersih).
Jika anda menggunakan filter kartrid, maka perlu membersihkan kartrid filter tersebut
3. Skimmer
Bersihkan keranjang skimmer sekitar 1 sampai 2 kali dalam satu minggu.
Keranjang yang tersumbat membuat pompa bekerja lebih keras untu memutar air. Hal ini dapat mengurangi masa pakai pompa.
Untuk membersihkan keranjang skimmer, cukup matikan pompa dan kosongkan keranjang yang dapat dilepas di bawah tutup skimmer, lalu ganti.
4. Posisi Jet Pompa
Posisi jet pompa anda harus berada jauh dari skimmer. Hal ini memudahkan sirkulasi air oleh pompa serta memudahkan skimmer menyaring kotoran.
Mengarahkan ke bagian bawah kolam renang juga bagus untuk memastikan sirkulasi air merata. Selain itu, juga ke bagian kolam yang sulit dibersihkan, seperti di sekitar tangga, celah dan sudut kolam.
Pembersihan
Pembersihan dilakukan dengan cara menyedot kotoran dengan vakum kurang lebih seminggu sekali. Selain itu, sikat dan skim dinding kolam minimal dua hari sekali.
1. Sikat
Menggosok dinding dengan sikat kolam renang dapat mencegah ganggang, noda, dan kerak, terutama di sekitar “area mati” seperti anak tangga, celah, dan di bawah skimmer.
2. Skim
Menyapu permukaan air dengan jaring atau penggaruk daun untuk menghilangkan kotoran yang besar. Kotoran ini dapat jatuh ke dasar kolam dan meninggalkan noda.
3. Vakum
Menyedot debu kolam renang adalah bagian penting lainnya untuk menghilangkan kotoran yang dapat mengurangi sirkulasi. Gunakan vakum yang dipasang ke skimmer.
Penggunaan Chemical
Penggunaan Chemical atau bahan kimia juga penting untuk menjaga kolam renang anda tetap bersih. Ada banyak bahan kimia yang digunakan sesuai dengan fungsinya.
Jika digunakan dengan komposisi yang tepat, anda tidak akan mengalami masalah seperti air keruh, air berwarna hijau, atau penumpukan bakteri berbahaya.
Berikut ini adalah ebebrapa chemical atau obat kolam renang yang biasa digunakan dalam perawatan kolam renang:
1. PAC (Poly Aluminum Chloride)
Poly Aluminum Chloride, atau yang biasa disingkat PAC, adalah sejenis bahan kimia yang berbentuk bubuk. Obat kolam renang berfungsi mengikat kotoran dalam air dan dibawa mengendap kedasar kolam.
Hal ini akan mempermudah proses pembersihan kolam renang, karena kotoran yang mengendap didasar kolam akan mudah untuk di angkat menggunakan vacuum. Sehingga, proses pembersihan kolam bisa lebih maksimal.
2. Soda Ash
Soda Ash yaitu yaitu sejenis bahan kimia yang digunakan untuk menaikan pH pada air kolam. Jika pH air kurang dari batas normal, maka kualitas air kolam akan turun jika terkena tambahan air, baik itu tambahan dari air hujan atau air dari kran.
3. Terusi (Copper Sulphate)
Terusi yaitu sejenis bahan kimia yang digunakan untuk mecegah pertumbuhan ganggang hijau. Obat kolam renang ini juga dapat berfungsi untuk menjernihkan dan memberi warna kebiruan pada air kolam sehingga kolam terlihat lebih indah.
4. Kaporit
Mungkin anda sudah familiar dengan nama ini. Kaporit atau kalsium hipoklorit bertugas menjaga air tetap bersih. Ini karena kaporit bakal mematikan mikoorganisme yang tumbuh di dalam air.
Kaporit sendiri tersedia dalam bentuk butiran, granul, dan tablet.
5. HCL
Dengan sifat asam yang dimilikinya, HCL biasa digunakan untuk menyeimbangkan air kolam saat pH air terlalu basa.
Tingkat keasaman HCL sangatlah tinggi, sehingga HCl digolongkan dalam obat kimia yang keras. Biasanya, penggunaan HCL dilakukan saat kondisi air kolam sangat keruh dan banyak ditumbuhi lumut.
Pengujian Kadar Air Kolam Renang
Setelah menggunakan chemical, anda juga harus melakukan pengujian kadar air kolam renang. Ini dimaksudkan agar chemical tidak mempengaruhi air kolam renang.
Tapi sebenanrnya perubahan kadar air kolam renang sendiri bukan hanya karena chemical. Yang paling utama justru karena adanya kotoran di kolam renang.
Lakukan pengujian rutin untuk mengetahui kadar ideal yang disarankan dalam air. Pengujian bisa dilakukan 1 samapi 2 kali seminggu.
Terlepas dari apapun sumbernya, anda perlu melakukan pengujian kadar air kolam renang pada beberapa parameter berikut ini:
1. pH
pH adalah tingkat keasaman air kolam renang. Penggunaan asam seperti HCL membantu meningkatkan kadar ini. Sementara soda ash bisa menurunkan pH air.
Kadar pH ideal adalah berkisar 7.2 – 7.6 ppm. Tingkat pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan berbagai masalah perawatan kolam renang, mulai dari korosi peralatan hingga peningkatan pertumbuhan ganggang hijau.
Sebaliknya, jika air terlalu basa bisa membuat air jadi keruh, menyebabkan iritasi dan gatal-gatal serta menurunkan efektifitas klorin sebagai penjernih.
2. Klorin
Jika anda tidak familiar dengan klorin, ini adalah kandungan yang ada dalam kaporit. Kadarnya harus ideal, berkisar 200 sampai 400 ppm.
3. Alkalinitas
Alkalinitas ideal dalam air berkisar 120 hingga 150 ppm. Jika berada di bawah kisaran ini, pH kolam renang dapat terpengaruh, permukaan kolam akan lebih rentan terhadap noda.
Sebaliknya, jika kadarnya jauh melebihi batas ideal, air kolam bisa menjadi keruh.
4. Kesadahan
Kesadahan kolam renang ada kalanya juga harus diperiksa. Parameter ini menunjukkan seberapa banyak kalsium yang ada di kolam renang.
Kenapa kalsium? inilah yang menyebabkan kolam renang nada bernoda. Di sisi lain, kalsium juga terkandung dalam kaporit. Karena itu, kadarnya harus dijaga tetap ideal.
Jika tingkat kesadahan kalsium terlalu rendah, kolam berisiko mengalami kerusakan pada lapisan plester.
Tetapi jika kesadahan kalsium kolam anda terlalu tinggi akan menimbulkan endapan kalsium yang sulit dihilangkan.
5. Fosfat
Jika air kolam anda berwarna hijau dan keruh terus-terusan bahkan setelah pengendapan, ada kemungkinan kadar fosfat di kolam terlalu tinggi. Terlalu banyak fosfat di kolam dapat meningkatkan pertumbuhan ganggang hijau.
Hal ini karena fosfat merupakan zat yang menjadi makanan ganggang hijau. Hal seupa juga berlaku pada nitrat.
Penutup
Itulah penjelasan tentang basic perawatan kolam renang yang bisa anda ikuti. Memang agak memusingkan dan itulah resiko punya kolam renang.
Tapi, jangan khawatir! Jika anda terlalu sibuk, bisa menggunakan jasa perawatan kolam renang dari Dimulti Pool.
Teknisi kami berpengalaman selama belasan tahun melakukan tugas ini. Jadi, jangan khawatir pekerjaan tidak maksimal.
Segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.









