Anda punya kolam ikan yang mau dijadikan kolam renang? Jangan ragu hubungi Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang profesional untuk mengerjakannya. Kami berpengelaman belasan tahun di bidang ini dengan teknisi ahli.
Kami juga sudah berpengalaman mengerjakan kolam renang yang bekas kolam ikan. Seperti di artikel ini, kita akan bahas proyek kami di Cikarang, milik Bapak Ali.
Daftar Isi
Apakah Kolam Ikan Bisa Jadi Kolam Renang?
Jawabannya jelas, bisa! Kolam Renang Pak Ali ini menjadi salah satu bukti kalau kolam ikan bisa dijadikan kolam renang.
Baca Juga
Namun, yang perlu ada ingat adalah struktur kolam renang bisa dibilang sangat jauh berbeda dengan kolam ikan.
Biasanya kolam ikan tidak memerlukan pondasi, begitupun di proyek Kolam Renang milik Pak Ali di Cikarang ini.
Bekas kolam ikan punya kondisi tanah di bawah strukturnya yang lebih lembek. Karena itu, ketika membuat pondasi kolam renang, diperlukan penambahan struktur agar lebih kuat.
Overview Proyek
Proyek ini berada di lahan yang cukup besar. Ukuran kolam ikan adalah 9 X 5 meter. Tak hanya satu, ada beberapa kolam ikan lain di lokasi ini. Namun, yang dijadikan kolam renang hanya satu.

Setelah kolam renang jadi, ukurannya menjadi 10 x 5 meter dengan kolam anak setengah lingkaran dengan diameter 2 meter.
Sementara itu, kedalaman kolam dewasanya ada dua variasai, yakni 1,2 meter dan 1,5 meter. Kolam ini menggunakan sistem semi overflow.
Berikut ringkasan proyek kolam renang tersebut:
- Ukuran: 10 x 5 meter, kedalaman 1,2 – 1,5 meter
- Volume Maksimal Air: 10 x 5 x (1,2 x 1,5 : 2) = 67,5 meter kubik atau 67500 liter air
- Sistem Sirkulasi: Semi-Overflow
- Pelapis Finishing: Mozaik
- Bibir Kolam: Batu Alam Andesit
- Pompa: 1,5 HP, 1 Unit
- Waktu Pengerjaan: 4 bulan
Tahapan Proyek
Setelah melihat sekilas tentang proyek ini, mari kita lanjut pada tahapan pembangunan kolam renang bekas kolam ikan milik Pak Ali Ini.
1.Survey
Sebelum mengerjakan proyek, tim Dimulti Pool akan selalu melakukan survey lokasi, termasuk ke proyek ini. Survey dilakukan baisanya hanya satu hari.
Adapun tahapan survey yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Pengukuran Lahan
Pengukuran lahan termasuk berapa panjang dan lebar serta kedalaman kolam renang yang akan dibuat. Ini juga termasuk pengukuran luas lahan yang tersedia.
Analisa Lingkungan Sekitar
Ketika membuat koam renang, akan banyak material yang berlalu lalang di sekitar lokasi proyek. Karena itu, kita harus memastikan mobilisasi materialnya aman serta berkoordinasi dengan masyarakat atau pejabat setempat.
Tak hanya itu, pembangunan kolam renang juga membutuhkan banyak tenaga pekerja. Saat survey, pastikan lokasi tempat tinggal pekerja juga tersedia.
Bouwplank
Terakhir, dilakukan Bouwplank. Bouwplank berfungsi untuk tempat penentuan titik-titik as bangunan yang nantinya digunakan untuk penentuan jalur/arah pondasi yang membantu bagi proses pembuatan pondasi.
Selain itu papan dan patok Bouwplank juga berfungsi sebagai dasar untuk membuat ukuran tinggi, level, peil penentuan ketinggian lantai bangunan dari permukaan jalan.
Ketepatan pemasangan Bouwplank nantinya akan berpengaruh pada struktur bangunan, termasuk kesikuan pada sudut-sudut bangunan.
2. Desain
Setelah semua ukuran sudah didapatkan dan harga sudah deal, kemudian masuk ke tahap desain. Ada dua desain yang digunakan, yakni 2D dan 3D.
Desain 2D digunakan sebagai gambaran lahan yang akan dipakai untuk kolam renang. Sementara desain 3D digunakan sebagai gambaran bagaimana hasil akhir proyek kolam renang tersebut.
Berikut adalah desain 2D Proyek Kolam Renang vekas Kolam Ikan Pak Ali di Cikarang:

Berikut adalah desain 3D Proyek Kolam Renang vekas Kolam Ikan Pak Ali di Cikarang:

3. Pengurasan Kolam
Sebelum dilakukan konstruksi, tentunya harus dilakukan pengurasan. Lama pengurasan kolam renang tergantung volume air.
Di proyek ini, karena volume air tidak terlalu banyak, pengurasan dilakukan selama satu hari menggunakana mesin penyedot air.
4. Konstruksi
Kalau anda bertanya, “memang harus dilakukan konstruksi lagi?” jawabannya adalah, Iya!
Seperti dijelaskan di awal, konstruksi kolam ikan dan kolam renang bebeda. Tanah di lokasi bekas kolam ikan pun akan lebih lembek. Karena itu, penting dilakukan konstruksi ulang.
Intinya, baik kolam renang yang dibangun seperti biasa atau bekas kolam ikan, tahapan konstrukrinya akan sama saja.

Yang membedakan adalah kita tidak perlu lagi melakukan penggalian badan kolam di kolam renang bekas kolam ikan.
Proses konstruksi kolam renang bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan, tergantung kerumitan proyek. Di proyek ini, proses konstruksi ulang cukup singkat, selama 1,5 bulan. Ini karena kami tidak perlu lagi menggali badan kolam.
Berikut adalah tahapan konstruksi kolam renang:
- Penggalian badan kolam renang
- Penggalian pondasi struktur (sloof)
- Pemasangan bekisting hebel (bisa pakai bata merah atau batako) yang bersinggungan langusng dengan tanah
- Pembuatan lantai kerja (bekisting luar), materialnya campuran semen pasir (acian)
- Pasangan sparingan pipa
- Pembesian pondasi, sloof, dinding, lantai kerja
- Pemasangan Bekisting Dalam Menggunakan triplek atau kaso atau bambu atau besi plat
- Pengecoran (Menggunakan semen Minimal K300)
- Pembongkaran Bekisting Dalam
4. Finishing
Setelah konstruksi selesai, saatnya mausk ke finishing kolam renang. Setiap finisihing prosesnya akan sama, termasuk di proyek Pak Ali ini. Berikut tahapannya:
Penutupan Pori-Pori Beton
Beton aau acian pasti terdapat pori-pori. Karena itu, kita harus menutup pori-pori ini agar air tidak sampai tembus ke beton bahkan pondasi. Ingat, musuh utama struktur konstruksi adalah air.
Waterproofing
Ini juga wajib dilakukan, Karena kolam renang akan direndam air sepanjang waktu, penting memastikan beton terlindungi.
Selain menutup pori-porinya, diperlukan juga lapisan waterproofing sebagai garda utama menahan air tidak tembus ke strukstur kolam renang.
Sebelum dilakukan waterproofing, pastikan kolam renang dibersihkan dulu. Untu proyek ini, proses pembersihan memakan waktu 4 jam.
Waterproofing dilakukan sebanyak 3 kali. Jangan lupa juga dilakukan tes rendam untuk memastikan tidak ada kebocoran.
Plester Levelling
Ini juga penting dilakukan. Plester leveling berfungsi meratakan permukaan lantai beton untuk mencapai ketepatan dimensi dan ketinggian yang dibutuhkan.
Dengan begitu, teknik levelling dapat disebut sebagai pemeran utama untuk memastikan kestabilan, keamanan, dan kualitas dari lantai beton yang dipakai
Pemasangan finishing
Setelah semuanya kering, kemudian dilakukan pelapisan finishing. Ada beberapa jenis pelapis seperti mozaik, keramik, dan batu alam. Namun, yang umum digunakan adalah mozaik.
Di proyek ini, pelapisan juga menggunakan mozaik dengan ukuran kepingan 5 cm. Semakin besar ukuran kepingan, pemasangannya semakin mudah, waktu pengerjaan pun bakal makin cepat.
Pemasangan aksesoris
Terakhir pastinya dilakukan pemasangan aksesoris. Aksesoris wajib di antaranya tutup main drain dan skimmer (kalau pakai sistem skimmer) serta inlet fitting.
Sementara tambahannya bisa berupa lampu kolam underwater serta water feature seperti air terjun dan sebagainya.
Di proyek kolam renang Pak Ali ini, terdapat dua main drain, yakni satu di kolam dewasa dan satu di kolam anak.
Sementara itu, terdapat empat buah inlet fitting yang bertugas mensirkulasikan air serta ada satu lampu underwater.
Hasil Akhir Kolam Renang
Kolam renang bekas kolam ikan ini selesai dibangun hingg siap digunakan memakan waktu hingga 4 bulan. Hasilnya sudah pasti memuaskan.
Dengan kapasitas air hingga 67.500 liter, kolam renang ini menggunakan pompa dengan kekuatan I,5 HP. Jumlahnya, cukup satu. Jumlah dan kekuatan pompa ini tergantung ukuran kolam renang.
Beriku gambar hasil akhir kolam renang bekas kolam ikan milik Pak Ali:












