Anda suka kerokan dan berenang? Khawatir berenang setelah kerokan bakal membuat tubuh anda tambah sakit? Kita akan membahasnya dalam artikel ini.
Kami mengumpulkan berbagai sumber yang ada di internet, baik dari website penyedia layanan medis maupun penelitian.
Jadi, mari kita lihat!
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Kerokan?
Kerokan merupakan metode pengobatan alternatif yang dilakukan turun temurun masyarakat Indonesia. Rasanya semua orang Indonesia sudah memahami cara ini.
Terapi ini menggunakan koin atau benda logam bulat apapun lalu digosok ke permukaan kulit. Biasanya di bagian punggung, lengan, pundak hingga leher.
Sebelum benda logam bulat digosokkan ke kulit, kulit akan dibaluri minyak terlebih dahulu supaya lebih mudah dikerok dan mencegah iritasi.
Kerokan sendiri sering dipercaya untuk mengobati masuk angin. Meski sebenarnya, baik masuk angin maupun kerokan, tidak dikenal dalam keilmuan medis.
Istilah masuk angin mengacu pada kondisi tubuh yang menurun. Karena itu, tubuh lebih rentan terinfeksi virus ataupun bakteri.
Penurunan kondisi tubuh tersebut banyak disebabkan karena kekurangan vitamin seperti Vitamin C, D, E dan A.
Jadi, masuk angin sebenarnya bukan disebabkan karena angin masuk ke dalam tubuh kita.
Sementara kerokan yang dipercaya bisa mengeluarkan angin tersebut hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebut bisa menyembuhkan penyakit.
Namun banyak dokter dan pakar kesehatan meyakini bahwa kerokan bisa memberikan efek plasedo pada tubuh. Ini adalah efek dimana tubuh memberikan respon psikologis secara positif terhadap gerakan kerokan.
Tubuh kemudian mulai memproduksi sel darah putih lebih banyak untuk melawan virus atau bakteri pada tubuh yang menyebabkan “masuk angin” tersebut.
Apakah Boleh Berenang Setelah Kerokan?
Banyak yang melarang berenang setelah kerokan karena diyakini “angin” di dalam tubuh kita belum sepenuhnya keluar. Jadi air dingin di kolam renang bisa memperparah kondisi tubuh.
Untuk membahas apakah boleh berenang setelah kerokan, kita perlu memahami kondisi tubuh terlebih dahulu.
Kita sudah memahami bahwa sebenarnya masuk angin yang dilakukan pengobatan dengan kerokan bukan karena ada angin yang masuk ke tubuh. Melainkan adanya bakteri atau virus.
Kerokan sendiri tidak secara langsung menyembuhkan penyakit. Jadi, ketika setelah kerokan, kita perlu mawas diri dan merasakan apakah badan masih terasa sakit atau sudah sembuh.
Biasanya untuk memastikan bakteri atau virus tersebut benar-benar sudah hilang atau mati, kita butuh minum obat.
Jadi, disarankan untuk beristirahat dan jangan berenang terlebih dahulu jika anda sedang masuk angin. Baik anda melakukan pengobatan kerokan atau tidak.
Namun banyak juga masyarakat Indonesia yang malah suka kerokan, karena memang efeknya yang positif diterima otak dan bisa membuat ketagihan.
Kalau kondisinya seperti ini, dengan kata lain tidak ada masalah kesehatan secara medis, sebenarnya boleh-boleh saja berenang setelah kerokan.
Lalu bagaimana dengan garis-garis merah yang dihasilkan setelah kerokan? Secara medis, ini sebenarnya adalah luka memar karena sentuhan benda padat dengan kulit.
Memar ini memang akan membuka pori-pori kulit. Namun, air kolam renang tidak akan masuk ke dalam kulit. Jadi, aman-aman saja.
Beda cerita jika kerokan yang dilakukan membuat kulit jadi infeksi. Air kolam yang mengandung obat kolam renang seperti kaporit bisa membuatnya tambah perih.
Meski tidak akan terjadi masalah lanjutan, rasa perih bakal membuat kita jadi tidak nyaman di kolam renang. Namun kalau ini bukan masalah buat anda, tidak apa-apa berenang setelah kerokan.
Perhatikan Ini Kalau Mau Berenang Setelah Kerokan
Meski sebenarnya sah-sah saja kalau kita berenang setelah kerokan, ada kondisi di mana anda perlu memperhatikan tubuh sebelum masuk ke kolam renang.
1. Kondisi Tubuh
Yang pertama kondisi tubuh anda setelah kerokan. Seperti dijelaskan, kalau anda masih merasa meriang dan sakit setelah kerokan, jangan memaksakan berenang.
Ketika tubuh meriang, suhu tubuh sedang tinggi. Sementara jika anda berenang di air kolam yang dingin bisa membuat tubuh terkejut dan memberikan sensasi tidak nyaman.
Sensasi ini sebenarnya tidak akan jadi masalah. Namun karena kondisi tubuh anda sedang sakit, kekuatan tubuh akan melemah.
Kondisi tidak nyaman ini bisa berbahaya apalagi jika anda berenang di kolam yang dalam. Bisa jadi anda tidak bisa bergerak atau berenang leluasa dan potensi tenggelam jadi tinggi.
2. Pastikan Tubuh Bebas dari Minyak
Seperti dijelaskan di awal, kerokan biasanya menggunakan minyak untuk membuat tubuh menjadi licin. Namun, minyak ini bisa jadi penyebab kolam renang jadi kotor.
Karena itu, ketika anda ingin berenang setelah kerokan, pastikan minyak yang digunakan di tubuh anda sudah benar-benar kering. Anda bisa mengelapnya terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam.
Minyak tidak hanya membuat kolam jadi kotor. Jika masuk ke dalam filter kolam renang bisa membuat masalah pada media pasir di dalamnya.
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah chanelling, di mana minyak membuat media pasir jadi punya semacam celah dan saluran.
Air kolam renang akan dengan leluasa mengalir di celah ini. Hal ini akan mengurangi efektifitas filter dalam menyaring kotoran kolam renang.
Mitos Berenang Setelah Kerokan
Kita sudah memahami bahwa berenang setelah kerokan sebenarnya tidak masalah. Namun masih juga yang mempercayai bahkan melarang karena hal ini disebut bisa menyebabkan angin duduk.
Kembali lagi, angin duduk bukanlah angin yang masuk ke dalam tubuh kita. Dalam istilah medis, angin duduk dikenal dengan nama angina.
Ini adalah kondisi dimana anda akan merasakan nyeri dada yang disebabkan karena kurangnya aliran darah yang menuju ke jantung. Efek paling buruknya adalah kematian karena jantung kekurangan oksigen.
Di sisi lain, kerokan justru akan memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Begitupun dengan berenang.
Efek berenang setelah kerokan, jika masih sakit, hanya membuat tidak nyaman karena perbedaan suhu antara tubuh dan air. Jadi, tidak ada hubungannya antara angin duduk dengan berenang setelah kerokan.











