Dalam dunia konstruksi sudah sangat dikenal dengan istilah MEP. Lalu bagaimana bagaimana dengan MEP dalam konstruksi kolam renang?
Di sini kita akan membahas apa itu MEP dan bagaimana penerapannya serta manfaatnya secara umum. Selain itu, tentu saja karena Dimulti Pool adalah kontraktor kolam renang kita juga akan bahas bagaimana penerapan MEP dalam konstruksi kolam renang.
Karena pada dasarnya tidak ada pengecualian jenis konstruksi yang bisa menerapkan sistem ini. Semuanya jenis konstruksi perlu bahkan wajib melakukannya.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu MEP?
Apa itu MEP? Pada dasarnya ini adalah sebuah singkatan dari Mechanical (Sistem Mekanik), Electrical (Sistem Kelistrikan) dan Plumbing (Sistem Pemipaan).
Dilihat sekilas dari kepanjangan tersebut ketiganya merupakan bagian penting dari sebuah proyek konstruksi termasuk kolam renang.
Jadi bisa disimpulkan bahwa MEP ini adalah sebuah sistem yang diperlukan agar sebuah konstruksi layak huni atau layak digunakan. Sistem ini kemudian jadi acuan oleh banyak pekerjaan konstruksi.
Siapa yang menciptakan Sistem MEP? Tidak ada. Ini adalah hasil perkembangan teknologi rekayasa dalam pembuatan sebuah bangunan.
Sejarahnya perkembangan Sistem MEP ini dimulai di tahun 2000-an. Saat itu para insinyur dan arsitek mengandalkan lapisan gambar 2D yang memakan waktu untuk mengidentifikasi dan mencegah “bentrokan” antara sistem MEP secara manual.
Munculnya perangkat lunak pemodelan 3D telah menyederhanakan koordinasi MEP. Saat ini, alih-alih melapisi ratusan gambar statis, para insinyur dan pembangun menggunakan model bangunan 3D virtual waktu nyata untuk mengelola MEP dalam konstruksi.
Pada intinya MEP ini adalah sebuah disiplin ilmu yang merekayasa sebuah konstruksi melalui tiga sistem tadi sebelum bangunan benar-benar jadi.
Tujuan dan Manfaat Penggunaan MEP
Sistem ini sudah diaplikasikan sejak jaman dahulu kala. Karena itu kita sekarang bisa melihat banyak bangunan tinggi yang aman dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Tiga sistem tersebut dinilai menjadi tonggak utama dalam sebuah pembangunan. Arsitek, desainer dan semua yang terlibat perlu memperhatikannya.
1. Keamanan dan Daya Tahan
Tujuan utama penerapan sistem MEP adalah untuk keamanan dan daya tahan bangunan. Meski begitu, penerapan ketiganya harus berdampingan dan tidak boleh saling tumpang tindih.
Dalam pembuatan kolam renang, penerapan MEP ini bisa memastikan jika fasilitas bisa dibuat dengan aman. Karena perlu anda ingat kolam renang harus mampu menampung bobot air hingga puluhan ton.
Secara teknis material kolam renang harus mampu menampung beban tersebut. Karena itu dibutuhkan material yang bagus.
Pun begitu dengan sistem kelistrikan dan pemipaan. Kabel dalam kelistrikan kolam renang harus diatur sedemikian rupa supaya aman di lingkungan dengan banyak air.
Pipa yang digunakan untuk kolam renang juga demikian. Harus menggunakan pipa khusus yang bisa mengalirkan air dengan tekanan tertentu dan tahan terhadap obat kolam renang.
2. Konsumsi Energi yang Efisien
Saat ini manfaat penerapan MEP pada semua konstruksi lebih difokuskan terhadap penggunaan energy. Dengan menerapkannya anda bisa lebih hemat energy dan tidak berbahaya buat lingkungan.
Saat ini perusahaan konsultan MEP fokus menerapkan material atau alat-alat yang hemat energi. Misalnya dalam sistem kelistrikan menggunakan Lampu LED.
Contoh lainnya adalah menggunakan kran dengan sensor yang dinilai lebih hemat air dan meminimalisir kebocoran.
Peran Arsitek dan Konsultan dalam Aplikasi MEP
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi penerapan MEP pada sebuah proyek.
Namun untuk meminimalisir budget, banyak juga kontraktor yang mewajibkan para arsiteknya untuk memahami bagaimana Sistem MEP ini diterapkan.
Pada intinya keduanya bekerja dengan cara yang sama. Berikut ini beberapa dokumen dan pelaksanaan yang dikerjakan oleh konsultan MEP atau arsitek yang memahaminya.
- Gambar dan diagram terperinci semua denah lantai, elevasi, dan bagian.
- Spesifikasi teknis pada sistem yang akan dipasang.
- Daftar bahan dan produk yang dibutuhkan.
- Gambaran umum metode pelaksanaan untuk material, produk, dan sistem.
Aplikasi MEP dalam Konstruksi Kolam Renang
Penerapan MEP dalam konstruksi kolam renang juga penting diperhatikan. Meski tidak semua kontraktor kolam renang mencantumkan ini dalam SOP mereka, pada dasarnya kebanyakan tahapan pembuatan kolam renang telah menerapkannya.
Sementara soal aturan penerapan aturan MEP dalam konstruksi kolam renang sendiri bisa mengacu ke banyak hal.
Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) mencantumkan penerapan MEP. Ada juga Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mengatur berbagai aspek MEP ini.
Tapi memang tidak ada yang secara spesifik memuat aturan untuk pembuatan kolam renang.
Karena itu sebagai kontraktor kolam renang dan sebagai kliennya perlu memahami penerapan MEP dalam konstruksi kolam renang berdasarkan pekerjaan tersebut. Berikut ini kami berikan panduannya:
1. Mechanical/Mekanis/Mesin
Sistem mekanis dalam kolam renang ini sistem pemanas, pompa, filter dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya bukan cuma ini yang dibahas di aspek ini.
Pada bagian ini, semua material yang digunakan harus dipastikan mampu menahan semua beban struktural hidrolik baik untuk kondisi penuh maupun kosong.
Inilah mengapa pompa dan filter harus menyesuaikan dengan volume air kolam renang. Pun begitu material yang digunakan harus menyesuaikan dengan besarnya kolam renang.
Sebagai contoh, kolam renang ukuran 3×6 meter cukup menggunakan pompa dan filter dengan kekuatan 1 Hp. Sementara kolam Olympic bahkan harus menggunakan pompa 4 HP.
Kolam kecil juga mungkin cukup menggunakan keramik kolam renang. Sementara kolam Olympic disarankan menggunakan mozaik karena kemampuannya menahan tekanan dari air kolam renang.
2. Electrical/Kelistrikan
Sistem kelistrikan kolam renang mencakup semua yang menggunakan listrik. Pompa butuh listrik untuk bergerak. Pun begitu dengan lampu kolam renang, air terjun dan semuanya yang membutuhkan listrik.
Banyak faktor yang bisa direalisasikan sesuai aspek penerapan MEP ini. Misalnya pemutus sirkuit wajib digunakan serta semua stop kontak yang dipasang di area kolam renang harus memiliki penutup kedap air.
Hal lainnya misalnya pemilihan jenis lampu kolam renang. Lampu LED lebih disarankan ketimbang halogen karena mengkonsumsi listrik lebih sedikit dan lebih tahan lama.
3. Plumbing/Instalasi Pemipaan
Terakhir adalah sistem pemipaan kolam renang. Pada umumnya setiap kontraktor kolam renang punya mekanisme sendiri dalam membuat sistem ini.
Pada intinya kontraktor kolam renang perlu membuat sistem pemipaan ini efisien untuk aliran air. Mulai dari pemilihan pipa dan sambungannya, belokan atau tekukannya, serta kualitas pipa itu sendiri.
Kami berikan satu contoh penerapan MEP dalam konstruksi kolam renang di bagian Sistem Pemipaan ini. Penggunaan Pipa JIS lebih disarankan ketimbang pipa putih biasa.











