Renang jadi salah satu olahraga yang paling banyak digemari di dunia. Banyak juga kejuaraan renang dunia yang diikuti oleh atlet dari seluruh penjuru bumi.
Renang dahulu hanya sebuah kegiatan rekreasi yang dilakukan orang di dalam air. Namun dalam perkembangannya, terbentuklah berbagai induk organisasi renang di seluruh dunia untuk mengakomodir olahraga ini supaya jadi lebih berprestasi.
Indonesia tentunya juga punya induk organisasi renang tersebut. Dan dari sini para atlet dipersiapkan untuk bisa berprestasi di kancah internasional.
Baca Juga
Daftar Isi
Induk Organisasi Renang Nasional
Induk organisasi renang Indonesia sendiri dahulu bernama Persatuan Reanang Seluruh Indonesia atau PRSI. Saat ini namanya sudah berganti menjadi Akuatik Indonesia.
Pergantian nama menjadi bagian sejarah renang Indonesia yang cukup panjang. Kita akan membahasnya lebih dalam di sini.
1. Sejarah Akuatik Indonesia PRSI
Dilansir dari laman resmi Akuatik Indonesia, PRSI didirikan pada tanggal 21 Maret 1951 dengan Ketua Umum pertama Prof. dr. Soedarmo. Nama awal Organisasi ini adalah Zwembond Voor Indonesia.
Namun saat itu organisasi ini belum berbadan resmi hukum. Cukup lama hingga PB PRSI mengurus akta pendirian organisasi tersebut.
Barulah di tahun 2012, PB PRSI didirikan berdasarkan akta pendirian dengan No 01 tanggal 5 Maret tahun 2012.
Namun sejarah pembentukan induk organisasi renang nasional ini sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman kolonial. Dahulu orang-orang Belanda di Indonesia mendirikan organisasi renang di tingkat daerah dengan nama Bandungse Zwembond.
Kemudian muncul organisasi-organisasi renang lainnya, seperti West Java Zwembond pada 1918, Netherland Indische Zwembond tahun 1924, dan East Java Zwembond pada 1927.
Sejak pendiriannya, PRSI diketahui sudah melakukan 4 kali kongres untuk membahas berbagai hal penting, termasuk di kongres keempat yang membahas pergantian nama dari Zwembond Voor Indonesia menjadi PRSI.
Sejak saat itu, PRSI rutin melakukan kongres setiap satu periode kepengurusan.
Pada Musyawarah Nasional Khusus atau Munasus yang berlangsung di Hotel Luwansa Jakarta, 5 Agustus 202, PB PRSI mengesahkan pergantian nama dan logo.
Di era kepemimpinan Ketua Umum Anindya Bakrie, PB PRSI berganti nama dan logo menjadi Akuatik Indonesia.
Logo baru telah mewakili cabang olahraga akuatik seperti renang, polo air, loncat indah, renang artistik, renang perairan terbuka, renang master dan high diving.
Perubahan ini merupakan respon dari Federasi renang Dunia atau FINA yang juga berganti nama dan logo menjadi World Aquatics.
Akuatik Indonesia menjalankan operasional organisasi berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dan berpedoman kepada standar pengelolaan organisasi yang dikeluarkan Kemenpora.
Sementara Ketua Umum organisasi ini dipilih oleh pengurus induk organisasi provinsi dalam forum Munas yang dilaksanakan di akhir masa periode dengan struktur organisasi.
2. Visi dan Misi
Tugas utama Akuatik Indonesia adalah melakukan pelatihan dan pembinaan untuk para Pelatih renang baik tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, induk organisasi renang nasional ini juga mendatangkan pelatih dari luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas dari para pelatih pelatih renang yang ada di tingkat daerah maupun nasional.
Semua program tersebut dilakukan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan visi dan misi Akuatik Indonesia. Dan berikut ini visi dan misi tersebut:
Visi:
Membangun karakter dan mengharumkan nama bangsa melalui olahraga akuatik. Berambisi untuk terus mencetak atlet-atlet baru dan andal dengan karakter terbai
Misi:
- Memasyarakatkan olahraga renang sebagai kebutuhan hidup dasar
- Menjadikan olahraga renang sebagai gaya hidup sehat
- Mendorong lahirnya atlet-atlet akuatik yang berprestasi
- Merangkul semua pihak dalam mengembangkan olahraga akuatik
- Memastikan perbaikan kualitas sumber daya manusia yang merata di semua daerah.
3. Berbagai Penyelenggaraan Kejuaraan
Seperti yang dijelaskan di laman resminya, Akuatik Indonesia tidak hanya menjadi induk organisasi renang nasional, namun juga berbagai olahraga lainnya.
Karena itu Akuatik Indonesia tidak hanya bertugas menyelenggarakan kejuaraan renang.
Akuatik Indonesia mempunyai menyelenggarakan kejuaraan olahraga akuatik antara lain Kejurnas Renang, Kejurnas Polo Air, Kejurnas Loncat Indah, Kejurnas Renang Indah, Kejurnas Renang Perairan Terbuka Serta Kejurnas Master.
Induk Organisasi Renang Dunia
Dalam sejarah Akuatik Indonesia juga dijelaskan mengapa terjadi pergantian nama dan logo. Ini karena induk organisasi renang dunia juga berganti nama.
Dalam pelaksanaan organisasi, Akuatik Indonesia juga berpatokan pada ketentuan yang dikeluarkan World Aquatic. Organisasi ini dulunya bernama Federation Internationale de Natation atau FINA.
1. Sejarah World Aquatic (FINA)
Dilansir laman resminya, “Fédération Internationale de Natation” (FINA) didirikan di London pada 19 Juli 1908 selama Olimpiade London, Inggris.
Delapan federasi nasional ikut berpartisipasi atas pembentukan FINA ini yaitu dari Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Inggris Raya, Hungaria, dan Swedia.
Pembentukan ini juga respon dari kebutuhan akan induk organisasi renang semenjak penyelenggaraan olimpiade yang semakin populer. Olimpiade sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 1896.
Sejak pendiriannya, FINA konsisten mendukung olimpiade untuk penyelenggaraan kompetisi cabang olahraga renang.
Pada akhirnya di tahun 1973, FINA membuat kejuaraan kelas dunianya sendiri yang saat ini dikenal sebagai Piala Dunia Renang atau Kejuaraan Renang Dunia.
Kejuaraan Dunia FINA pertama di Belgrade. Cabang renang, polo air, selam, dan renang sinkronisasi turut serta.
Sejak 2022, di bawah pimpinan Ketua Umum Husain Al Musallam, FINA resmi berganti nama menjadi World Aquatics. Saat ini induk organisasi renang dunia ini memiliki 209 Federasi Anggota Nasional di lima benua.
2. Visi dan Misi
Tidak hanya perubahan nama dan logo. World Aquatic juga punya visi dan misi baru dalam menjalankan organisasi.
Visi baru World Aquatics adalah “Dunia yang disatukan oleh air, untuk kesehatan, kehidupan, dan olahraga”.
Sementara misi-nya adalah “Untuk memastikan kemampuan untuk berpartisipasi, bersaing dan mendapatkan manfaat dari olahraga air”.
3. Kejuaraan Dunia World Aquatic
Pada perkembangannya, World Aquatic saat ini tidak hanya menyelenggarakan kejuaraan renang dunia, tapi juga kejuaraan akuatik dunia.
Kejuaraan renang dunia sendiri adalah kompetisi renang internasional. Kompetisi ini menggunakan ukuran kolam renang dengan panjang 2 meter atau dikenal juga dengan kolam lintasan pendek.
Sementara kejuaraan akuatik dunia adalah kompetisi untuk enam disiplin akuatik yaitu renang, menyelam, menyelam tinggi, renang perairan terbuka, renang artistik, dan polo air. Cabang olahraga renang dalam kejuaraan akuatik dunia ini menggunakan ukuran kolam renang Olympic dengan panjang 50 meter. Ada 9 nomor yang dipertandingkan baik itu perorangan maupun estafet.











