Sejarah renang gaya kupu-kupu tidak terlepas dari eratnya dengan hubungan gaya renang lain, yaitu gaya dada. Adanya renang gaya kupu-kupu ini jadi revolusi renang gaya dada yang dinilai terlalu lamban.
Renang gaya kupu-kupu sendiri dianggap banyak orang merupakan gaya renang yang paling sulit dipelajari.
Di kurikulum pendidikan pun biasanya renang gaya ini dipelajari paling akhir usai gaya dada, gaya bebas dan gaya punggung.
Baca Juga
Ini tidak mengherankan karena renang gaya kupu-kupu dianggap gaya renang yang paling efisien dan cepat.
Kecepatan yang dicapai dalam renang gaya kupu-kupu dinilai lebih cepat daripada gaya bebas.
Gerakan tarikan dengan dua lengan memiliki daya dorong yang besar. Bila dikombinasikan dengan hentakan tendangan, lebih cepat daripada tarikan dengan satu lengan dalam gaya bebas.
Dalam perkembangan sejarahnya, bahkan renang gaya ini sempat dilarang digunakan. Berikut sejarah renang gaya kupu-kupu selengkapnya.
Daftar Isi
Sejarah Renang Gaya Kupu-Kupu Awal
Tidak ada satu orang pun yang diakui sebagai pencetus gaya ini. Gaya ini dikaitkan dengan banyak orang yang semuanya mencoba berenang lebih cepat dibanding dengan gaya dada.
Namun secara resmi, International Swimming Hall of Fame mengakui Sydney Cavill dari Australia yang lahir tahun 1881 sebagai pencetus gaya ini.
Sydney merupakan anak keempat dari 9 bersaudara yang semuanya adalah juara lomba renang. Ayah mereka, Fred, adalah seorang Mantan Angkatan Laut yang dijuluki “Profesor” karena berbagai aksi gilanya di perairan saat itu.
Namun karena informasi di zaman itu tidak secepat sekarang, tidak ada literatur yang menjelaskan bagaimana Sydney mengembangkan gerakan lengan gaya kupu-kupu tersebut.
Selanjutnya pada akhir tahun 1933, Atlet asal Amerika Serikat, Henry Myers berenang dengan gaya dada dan kupu-kupu di Brooklyn Central YMCA, sebuah kejuaraan nasional renang AS.
Ia dikatakan sebagai orang pertama yang menggunakan lengan gaya kupu-kupu untuk perlombaan gaya dada. Hal tersebut kemudian membingungkan petugas dan peserta dalam lomba medley sejauh 150 yard tersebut.
Selanjutnya David Armbruster, seorang pelatih renang di Universitas Iowa, merumuskan metode untuk gerakan lengan gaya kupu-kupu. Ia membawa lengan keluar dari air saat berenang gaya dada pada tahun 1934.
Pada tahun 1935, seorang perenang dari Universitas Iowa yang juga mahasiswa Armbruster, Jack Sieg , mengembangkan teknik menendang gaya kupu-kupu. Ini merupakan versi awal dari gerakan tendangan lumba-lumba gaya kupu-kupu saat ini.
Armbruster dan Sieg kemudian bersama-sama menemukan bahwa kombinasi gerakan lengan dan tendangan tersebut menghasilkan renang yang lebih cepat dan lebih ramping.
Menurut catatan lain, fisikawan Volney C. Wilson dianggap sebagai penemu gaya awal tendangan kupu-kupu.
Dalam buku Richard Rhodes berjudul The Making of the Atom Bomb , Wilson yang merupakan bagian dari Manhattan Project digambarkan sedang mengamati dengan seksama cara ikan berenang.
Ia lalu menggunakan gerakan tendangan yang meniru gerakan bergelombang ini pada Olimpiade 1938 pada kategori renang gaya dada.
Namun, ia didiskualifikasi karena campuran gaya dada dan gaya kupu-kupu ini tidak sah menurut peraturan renang dari FINA.
Pada akhirnya di tahun 1952 FINA memutuskan untuk membagi gaya dada dan gaya kupu-kupu menjadi kategori lomba tersendiri.
Pelopor Renang Gaya Kupu-Kupu Modern
Sama seperti penemuan lainnya, penggunaan gaya kupu-kupu pertama kali tidak seperti yang dilihat sekarang. Masih banyak kombinasi gerakan lengan dan kaki yang berbeda yang digunakan para atlet.
Sementara renang gaya kupu-kupu yang kita saksikan saat ini dipelopori oleh orang yang berbeda dari catatan sejarah renang gaya kupu-kupu sebelumnya.
Meskipun bukan orang pertama yang menggunakan gaya kupu-kupu dan gaya dada campuran, Jiro Nagasawa dari Jepang dianggap sebagai penemu gaya kupu-kupu modern.
Kisah Nagasawa ini cukup unik. Pada Olimpiade Helsinki 1952, ia berada di urutan keenam pada gaya dada 200 m karena radang sendi di kedua lututnya.
Karena perjuangannya melawan radang sendi, ia mengubah tendangan gaya dada menjadi tendangan lumba-lumba yang jauh lebih kuat.
Usahanya tidak sia-sia, bahkan berbuah hasil yang jauh lebih besar. Pada Olimpiade tahun 1956, Nagasawa mencetak lima rekor dunia pada gaya kupu-kupu 200 m dan 220 m.
Ia juga dianggap sebagai orang yang memperkenalkan gaya ini ke Jepang dan Asia.
Mengubah Aturan Renang di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade
Gaya kupu-kupu formal sendiri pertama kali dipertandingkan di Olimpiade 1956 di Melbourne. Saat itu dipertandingkan nomor gaya kupu-kupu 200m putra dan nomor gaya kupu-kupu 100 m putri.
Sebelum gaya kupu-kupu menjadi gaya renang yang disahkan FINA, perlombaan Individual Medley atau hanya memiliki tiga gaya renang dan hanya tiga atau enam panjang kolam. Pada saat itu, perlombaan ini dikenal sebagai “three-stroke medley”.
IM sendiri adalah jenis perlombaan renang di mana atlet melakukan beberapa gaya renang dalam satu waktu.
Pada tahun 1950-an, gaya kupu-kupu ditambahkan ke perlombaan IM sehingga mengubah nomor perlombaan menjadi perlombaan IM 200 dan 400 meter modern.
Ketika FINA pertama kali memasukkan gaya renang, para pria berenang pada gaya kupu-kupu 200 meter sementara para wanita berenang pada gaya kupu-kupu 100 meter.
Saat ini, baik pria maupun wanita berenang pada gaya kupu-kupu 50 meter, 100 meter, dan 200 meter di berbagai kejuaraan di seluruh dunia.
Namun jarak renang 50 meter saat ini tidak masuk dalam kategori yang diperlombakan di Olimpiade.











