Sebagai kontraktor kolam renang, masih banyak pelanggan kami yang kerap menanyakan, apakah bisa menggunakan pompa air untuk kolam renang?
Kami akan jelaskan jawabannya di sini sekaligus memberikan anda pencerahan terkait kedua jenis pompa tersebut.
Ini juga berguna buat anda agar tidak salah pilih pompa kolam renang. Jika salah, akibatnya kolam renang bisa kotor bahkan rusak dan tidak bisa digunakan.
Baca Juga
Baca sampai habis artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Daftar Isi
Pengertian dan Cara Kerja
Sebelum membahas apakan bisa menggunakan pompa air untuk kolam renang, ada baiknya kita pahami dulu dua jenis pompa ini berikut cara kerjanya.
1. Pompa Air
Pompa air juga dipakai untuk menyedot air dari sumber murni seperti sumur, dipindahkan ke lokasi terdekat, dimurnikan atau dipakai untuk irigasi, mandi atau pengolahan limbah, atau untuk mengevakuasi air dari lokasi jauh.
Dengan kata lain, pompa air mempunyai cara kerja menyedot air dari sumber air seperti tanah lalu mengalirkannya ke pipa-pipa rumah tangga, di samping fungsi lainnya seperti disebutkan di atas.
2. Pompa Kolam Renang
Pompa kolam renang merupakan pompa air yang bekerja sebagai pompa sirkulasi kolam. Pompa sirkulasi kolam renang bekerja dengan cara menarik air dari kolam yang kemudian disalurkan ke filter.
Filter tersebut berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran kecil lainnya. Setelah melewati proses pembersihan di filter, air akan dikembalikan ke kolam dalam keadaan bersih.
Perbandingan Pompa Air untuk Kolam Renang vs Pompa Kolam Renang
Sebelum memutuskan apakah menggunakan pompa air untuk kolam renang, ada baiknya melihat terlebih dahulu perbandinganya dengan pompa kolam renang khusus berikut ini.
1. Ukuran Pipa
Kekuatan pompa air dan pompa kolam renang memang ada banyak kesamaan. Misalnya, pompa air punya seri dengan kekuatan 1 HP, pun juga dengan pompa kolam renang.
Namun, jika dilihat dari ukuran pipa yang digunakan, pompa air tidak sebesar pompa kolam renang.
Sebagai gambaran, kebanyakan pompa air di pasaran punya ukuran pipa hanya ½ Inch . Sementara itu, pompa kolam renang punya ukuran pipa yang berbeda-beda berdasarkan kekuatannya.
Untuk pompa dengan kekuatan ¾ sampai 2 HP, ukuran pipanya biasanya 1,5 inch. Untuk pompa dengan kekuatan 2 HP, ukuran pipanya 2 Inch.
Ini belum termasuk pompa sentrifugal yang bisa menarik air dari dalam tanah, ukuran pipanya bisa mencapai 4 Inch.
Lantas apa pengaruhnya dengan kolam renang? jawabannya adalah waktu sirkulasi kolam renang. Waktu sirkulasi kolam renang pribadi standar biasanya antara 6-8 jam untuk memastikan semua air mengalir ke filter.
Ini biasanya dilakukan dengan pompa kolam renang berkekuatan ¾ sampai 1 HP. Dengan kata lain, pipanya berukuran 1,5 Inch.
Bayangkan jika anda menggunakan pompa air untuk kolam renang, waktunya bisa berjalan lebih lama.
Dan perlu diingat, sistem pemipaan kolam renang butuh pipa yang panjang. Ini juga akan berpengaruh pada waktu sirkulasi kolam renang.
2. Efektivitas Chemical
Masih berhubungan dengan poin pertama, semakin lama air kolam renang bersirkulasi, efektivitas chemical, khususnya klorin dalam kaporit, akan berkurang.
Ini karena klorin akan menguap sebelum semua air kolam renang tersanitasi dengan baik jika aliran air berjalan lambat.
Jika klorin hilang, proses pembersihan dengan membunuh mikroorganisme dalam air akan terhambat. Bisa jadi, kolam renang anda akan lebih cepat berlumut.
Seperti kita ketahui, kolam renang berlumut akan sangat sulit diatasi. Jika mekasakan menggunakan sebelum lumut benar-benar hilang, banyak resiko penyakit yang mengintai.
3. Pembersihan Kotoran
Pada komponen sirkulasi kolam renang, terdapat sebuah alat untuk menyaring kotoran, yakni filter. Secara sirkulasi air saja, sudah berbeda dengan sirkulasi air rumah tangga.
Anda bisa memasang filter tambahan, namun biasanya tidak wajib untuk air rumah tangga.
Pompa air sendiri tidak punya filter. Perbedaanya dengan pompa kolam renang adalah alat ini terdapat strainer basket yang berfungsi menyaring kotoran besar yang tidak tersaring filter.
Jadi, secara tidak langsung, pompa kolam renang juga berfungsi membersihkan air kolam renang.
4. Menyesuaikan Ukuran Kebutuhan Filter
Produsen pompa kolam renang sendiri sudah mendesain produknya agar sesuai dengan ukuran filter kolam renang.
Sebagai contoh, jika anda menggunakan pompa kolam renang ¾ HP, anda bisa menggunakan filter dengan ukuran 18 Inch, dan seterusnya.
Sekarang, bayangkan jika anda menggunakan pompa air untuk kolam renang yang hanya punya kekuatan 0,25 HP. Akan sangat sulit menyesuaikan ukuran filter yang digunakan.
Ukuran pompa dan filter sendiri disarankan sesuai agar proses pembersihan air kolam renang lebih baik.
Jika Pompa terlampau kecil, air lama disaring filter sementara filternya sendiri terus bekerja. Walhasil, filter akan berpotensi rusak.
Sementara jika filter yang terlampau kecil, air akan terlalu cepat masuk ke filter yang mengakibatkan pembersihannya tidak dilakukan dengan maksimal karena overload.
Penutup
Itulah penjelasan terkait pertanyaan, apakah bisa menggunakan pompa air untuk kolam renang?
Jika diringkas, jawabannya sebenarnya bisa saja. Karena pada dasarnya, kedua pompa ini memiliki cara kerja yang mirip, yakni menarik air dari sumber air lalu mengalirkannya kembali.
Namun, saran kami, tetap gunakan pompa kolam renang khusus agar proses sirkulasi kolam renang berjalan efektif dan efisien.
Jika anda masih punya pertanyaan terkait pompa kolam renang, bisa langsung berkonsultasi dengan Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











