Ada banyak aspek yang perlu anda perhatikan ketika membuat kolam terapi, khususnya untuk penggunaan rumahan.
Anda bisa mengikuti berbagai tips yang kami jelaskan di sini untuk memberikan keuntungan dan keefektifan penggunaan kolam terapi.
Jangan sampai anda terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan uang yang sia-sia namun tidak optimal manfaatnya.
Baca Juga
Daftar Isi
Pasokan Air
Pastikan anda memiliki sumber air yang bersih. Jika anda menggunakan air sumur, periksa tingkat keasamannya. Air kolam terapi anda harus seimbang pada ph7.2 untuk proses sanitasi air yang efisien.
Desain Kolam Terapi
Sebelum membuat sebuah banguann, pastinya anda memerlukan desain. Tahap ini sangat penting pada pembuatan kolam terapi karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan.
Anda bisa membuat kolam terapi di bawah tanah dengan galian (inground) ataupun above ground (di atas tanah) sesuai kebutuhan.
Untuk mempersingkat beberapa hal ini perlu diperhatikan ketika membuat kolam terapi saat proses desain.
- Jangan letakkan panel surya menghadap ke utara (barat daya adalah yang terbaik)
- Pastikan filter berukuran besar (untuk mengatasi kotoran yang terbawa air)
- Pastikan memiliki sanitasi yang memadai
- Terapkan dua sumber panas yang terpisah
- Miliki pompa air cadangan
- Jangan biarkan kolam renang tidak tertutup
- Isolasi kolam jika berada di atas tanah (above ground)
Ukuran Optimal
Berapa banyak orang yang akan menggunakan kolam renang pada waktu yang sama? Jika anda berencana menggunakannya sendiri, maka kolam berdiameter 5 meter (lihat nomor) atau 3,50 m x 3,50 m yang dapat menampung 15.000 liter air sudah cukup.
Ini akan memberikan ruang yang cukup untuk melakukan manuver tanpa takut akan menabrak sisi kolam.
Kedalaman air sangat penting. Kedalaman rata-rata kolam renang adalah 1,20 meter. Begitu Pula dengan kolam terapi.
Jenis kolam di bawah tanah (inground), akan lebih mudah untuk memvariasikan kedalamannya, sehingga memungkinkan untuk melakukan latihan dengan ketinggian yang berbeda.
Untuk bentuknya, dinding yang melengkung lebih disukai daripada yang bersudut. Aliran energi di kolam dengan lekukan akan bertahan lebih lama dan karena itu lebih efisien.
Lokasi Kolam
Sangat penting untuk mempertimbangkan dengan cermat lokasi kolam terapi yang akan anda buat.
Jika memutuskan untuk menggunakan sistem pemanas matahari atau solar panel, maka memposisikan lokasi menghadap ke barat daya akan memberi jumlah sinar matahari optimal yang diperlukan untuk memanaskan kolam.
Sebagai saran, gunakan juga pemanas untuk penggunaan di malam hari untuk mempertahankan suhu yang konstan.
Ingat, suhu air idealnya adalah 34 derajat Celcius. Setiap kesalahan yang dibuat pada tahap ini dapat membuat tagihan listrik dari pemanas naik.
Anda juga perlu mempertimbangkan arah angin, membangun penghalang angin yang bisa dikonsultasikan dengan kontraktor konvensional untuk mencegah kehilangan panas dan meminimalkan gangguan dari partikel udara.
Konsumsi Energi
Penggunaan energy di kolam terapi memang akan sangat banyak penggunanya di kolam terapi, seperti yang kami jelaskan di poin sebelumnya.
Jika kolam renang biasa biasanya hanya menggunakan listrik untuk menyalakan sistem sirkulasi dan perlengkapan, kolam terapi membutuhkan lebih dari itu.
Mulai dari pemanas, pengontrol suhu ruangan, penggerak peralatan terapi di kolam, dan fitur-fitur lainnya hampir semuanya menggunakan daya listrik.
Anda mungkin sudah melakukan riset tentang berbagai jenis sistem pemanas, penyaringan, dan sanitasi air yang tersedia untuk kolam terapi, tapi jangan lupakan power supply.
Pastikan ada daya 3 fase jika memungkinkan. Jika anda harus menggunakan daya listrik satu fase, pastikan sesuai ukuran kolam.
Semakin besar kolam terapi, semakin tinggi konsumsi energi, dan kabel listrik fase tunggal akan membatasi pengoperasian peralatan di dalamnya.











