Jika anda berniat membuat kolam terapi khusus untuk pengguna anak-anak, perlu dilakukan proses desain yang tepat.
Layaknya fasilitas kolam renang pada umumnya, kolam terapi anak juga dirancang untuk penggunaan khusus anak-anak.
Berbagai aspek perlu dipertimbangkan seperti ukuran, kedalaman, serta fasilitas apa saja yang mendukung untuk proses terapi pada anak.
Baca Juga
Di sini, kami coba memberikan gambaran bagaimana mendesain kolam terapi untuk anak yang tepat.
Daftar Isi
Ukuran Kolam Terapi Anak
Hal pertama yang diperhatikan saat mendesain kolam terapi anak dan kolam-kolam lainnya adalah ukuran. Ini harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Ukuran kolam akan menentukan berapa banyak orang yang dapat menggunakannya pada satu waktu.
Biasanya, kolam terapi digunakan oleh dua anak dan dua pengasuh pada satu waktu. Hal ini akan memberikan setiap anak ruang yang cukup dan waktu maksimal untuk memanfaatkan fitur-fitur kolam terapi yang berbeda.
Meskipun tidak ada standar formal untuk kolam terapi, bisa gunakan ukuran 6 x 4 meter. Ini memberikan ruang yang cukup untuk setiap anak dan pengasuhnya untuk bergerak tanpa merasa terhimpit atau terbatas.
Aspek lain dari ukuran yang perlu dipertimbangkan adalah kedalaman kolam. Untuk anak-anak usia sekolah dasar, kolam harus lebih dangkal agar mereka dapat berdiri dengan nyaman tanpa merasa tidak nyaman.
Untuk sekolah kelas 3 SD ke atas, bisa membuat kedalaman kolam yang lebih dalam untuk memenuhi kisaran ketinggian murid.
Fitur Pendukung Kolam Terapi
Ukuran adalah fitur utama yang harus diperhatikan ketika mendesain dan membuat kolam terapi anak. Meski begitu, ada banyak fitur pendukung yang akan menstimulasi proses terapi pada anak.
Tentunya, fitur-fitur yang kami sebutkan ini di luar fitur khusus yang memang diperlukan di kolam terapi seperti handrail, lift/kerekan, akses masuk, dan sebagainya.
1. Pengendalian Infeksi
Pengendalian infeksi adalah aspek yang perlu dipertimbangkan ketika membuat kolam terapi anak.
Karena kolam renang akan digunakan oleh banyak anak yang notabene lebih rentan terhadap penyakit, anda perlu memfasilitasi pencegahan penyebaran serangga dan penyakit.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menentukan material finishing. Material yang terbuat dari ubin (keramik dsb) sebenarnya tidak terlalu baik untuk pengendalian infeksi.
Ruang antara ubin dan area grout (nat) yang berbeda adalah area utama bagi bakteri untuk menempel dan tumbuh.
Inilah alasan mengapa sebenarnya kolam terapi stainless steel sangat baik. Baja tahan karat adalah bahan yang sangat kuat dan higienis yang tidak menggores atau mendorong pertumbuhan bakteri di permukaannya.
Baja tahan karat juga bagus karena biayanya jauh lebih murah dalam perawatan dan servis.
Meski begitu, penggunaan material keramik, mozaik, dan sebagainya masih aman digunakan asalkan dibarengi dengan perawatan rutin yang baik.
2. Lampu LED Underwater untuk Keamanan
Lampu LED Underwater sangat disarankan untuk digunakan di kolam terapi. Karena kolam jenis ini biasanya indoor, penting menggunakan penerangan yang cukup.
Anda bisa menggunakan lampu LED underwater yang bisa berubah warna. Ini juga akan menstimulasi anak untuk menyukai proses terapi dengan warna-warnanya yang cantik.
Prosedur Evakuasi
Prosedur Evakuasi juga sangat penting dipertimbangkan ketika membuat kolam terapi anak. Tentunya kita tidak ingin anak kita dalam bahaya saat menggunakan kola mini.
Seperti yang mungkin bisa anda bayangkan sebagai seorang dewasa, keluar dari kolam terapi saja membutuhkan waktu yang lebih lama.
Nah, akan lebih lama lagi untuk mengeluarkan anak-anak dari kolam terapi, terutama jika mereka memiliki keterbatasan fisik.
Trik yang bisa dilakukan untuk mempermudah anak keluar dari kolam dengan cepat adalah dengan membuat kolam dipasang setengah di dalam tanah dan setengah di luar.
Ini membuat kolam renang memiliki ketinggian yang sempurna untuk akses masuk dan keluar anak dari kolam.
Kolam terapi dengan desain seperti ini juga mencegah anak-anak berlari dan melompat langsung ke dalam kolam. <DP>











