Kolam terapi di berbagai layanan medis biasanya dibangun dalam ruangan alias indoor. Ini akan meningkatkan keamanan dan tentunya privasi para pasien sehingga proses terapi berjalan optimal.
Karena itu, ketika membuat kolam terapi indoor, anda perlu memperhatikan beberapa aspek yang akan kita jelaskan dalam artikel ini.
Daftar Isi
Ukuran Ruangan
Seberapa besar ruangan terapi pada akhirnya akan tergantung pada anggaran yang tersedia. Namun, pertimbangan pertama anda adalah penggunaan.
Baca Juga
Apakah anda akan menampung satu atau dua pasien atau akankah seluruh pasien bisa menggunakan ruangan tersebut dalam satu waktu? Ruangan harus sesuai dengan kebutuhan.
Setelah memiliki gambaran kasar tentang ukuran ruangan, mulailah membuat sketsa beberapa pertimbangan yang diperlukan, termasuk:
- Di mana kolam renang akan ditempatkan
- Apakah ada jalur yang jelas antara setiap kolam, area bilas dan ruang ganti
- Apakah jalur tersebut mudah dilalui oleh para pasien
Yang terbaik adalah memulai tahap perencanaan dengan lokasi kolam renang dan melakukan penyesuaian seiring berjalannya waktu.
Pertimbangkan juga lokasi pintu dan jendela, terutama jika anda ingin memanfaatkan pemandangan tertentu di luar.
Jumlah Pengguna
Ini masih berhubungan dengan poin pertama.Kalau hanya satu pasien yang menggunakan kolam terapi dalam satu waktu, mendesain ruangan yang lebih kecil sangat disarankan.
Namun, jika kolam terapi dibangun untuk fasilitas rumah sakit, pusat kebugaran, fasilitas tempat tinggal lansia, atau fasilitas lain yang cukup besar, ruangan yang besar sangat dibutuhkan.
Selanjutnya, pastikan juga ada jalur yang jelas dan ruang dek yang cukup untuk pengunjung dengan kondisi ortopedi atau kronis, serta akses yang mudah ke kamar mandi.
Jangan lupa untuk menyertakan ruang khusus untuk pemeliharaan dan peralatan mekanis.
Jika 20 orang atau lebih akan menggunakan ruangan tersebut, disarankan untuk menambah ruang decking dan menyediakan fasilitas lain seperti bangku, tempat bilas, dan drainase ekstra.
Jenis Kolam Renang
Hal pertama yang harus ditetapkan adalah tujuan dari kolam terapi. Apakah akan digunakan untuk rehabilitasi atau kebugaran?
Tujuan penggunaan kolam terapi ini akan sangat berhubungan dengan jenis kolam yang bisa anda pilih.
Seperti pembuatan kolam renang pada umumnya, kolam terapi indoor juga bisa dibuat dengan jenis in-ground maupun above ground (di dalam dan di “atas”tanah).
Kedua jenis konstruksi kolam renang ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
1. Kolam In-Ground
Kolam jenis ini bisa dibuat lebih besar dan dapat menampung lebih banyak pasien setiap harinya. Ukurannya yang besar membuat anda bisa menambahkan berbagai fitur tambahan di dalam kolam renang.
Kolam berukuran 12’x20 dapat menampung treadmill bawah air, sepeda statis, dan jet resistensi sekaligus.
Namun, instalasi kolam terapi in-ground lebih mahal dan membutuhkan konstruksi tambahan untuk mengakomodasi.
2. Kolam Above Ground
Kolam Above Ground cenderung lebih portabel dan lebih mudah dipasang, membutuhkan konstruksi minimal dan arsitektur yang lebih sedikit untuk mendukung.
Dengan begitu, pembuatan kolam jenis ini pasti lebih murah secara keseluruhan.
Karena ukurannya yang kecil, kolam ini sangat cocok untuk sesi empat mata antara dokter atau terapis dan pasien atau atlet.
Pertimbangan Desain
Sebuah kolam terapi membutuhkan peralatan dan sistem berikut agar dapat beroperasi. Hal ini harus diperhitungkan dalam tahap desain:
1. Sistem Dehumidifikasi dan Ventilasi
Meskipun ini mungkin bukan persyaratan utama, kemampuan untuk menghilangkan kelembaban dari ruangan kolam terapi indoor adalah nilai jangka panjang yang substansial.
Menggunakan sistem ini bisa menghilangkan kloramin dan produk sampingan kolam renang lainnya dari udara, mengurangi paparan dan membuat ruang kolam terapi indoor menjadi lingkungan yang lebih aman.
Sistem ini juga menghilangkan kondensasi dari jendela dan dinding, yang menurunkan kemampuan jamur untuk berkembang biak dan menimbulkan karat.
Selain itu, ventilasi yang baik membuat udara lebih nyaman untuk dihirup, sehingga membuat ruangan menjadi lebih nyaman untuk para pasien.
2. Sistem Pengolahan Air
Kolam terapi membutuhkan (dan harus mencakup) pompa sirkulasi, sistem filtrasi, pemanas air, dan sistem sanitasi, yang semuanya membutuhkan ruang tersendiri.
Anda mungkin memerlukan tangga ke area yang berisi barang-barang ini (biasanya disebut ruang mesin). Karena itu, perhatikan seberapa besar ukurannya.
3. Ruang untuk Peralatan
Jangan lupa untuk memperhitungkan ruang penyimpanan untuk peralatan terapi akuatik. Membuat ruangan khusus akan menjaga kondisi peralatan tetap baik.
4. Jalur Pemipaan Air
Jalur pemipaan dalam sirkulasi kolam terapi sudah pasti diperhitungkan ketika membuatnya. Namun, anda juga harus memperhitungkan jalur pemipaan air.
Air dalam kolam terapi akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas terapi yang dilakukan. Karena biasanya, terapi dilakukan juga dengan memanfaatkan sifat air, yakni daya apung.
Kolam terapi harus dapat mengakomodasi ketinggian air tertentu. Air yang terlalu tidak akan dapat mencapai daya apung yang cukup.
Drainase yang Memadai
Jika kolam renang hanya memiliki satu titik masuk yang ditentukan seperti tangga, memiliki main drain dan saluran pembuangan yang lebih kecil di setiap sisi kolam (gutter) sudah cukup.
Selain itu, biasanya pasien akan beristirahat sejenak ketika selesai melakukan satu sesi terapi. Ini berarti anda harus memperhitungkan tempat duduk dan tetesan air dari tubuh pasien.
Pastikan bangku dan area duduk di kolam terapi memiliki drainase yang memadai.
Area terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah jalan menuju kolam. Ini perlu dikeringkan dengan baik untuk mencegah tergelincir. Karena itu, gunakan drainase di antara kolam renang, area bilas, dan ruang ganti.
Ruang Ganti dan Bilas
Meski di area indoor, keberadaan kamar mandi dan kamar bilas penting untuk kolam terapi. Karena itu, jangan lupa sertakan ini dalam desain.
Dengan adanya kamar mandi dan kamar bilas akan meningkatkan kebersihan fasilitas secara keseluruhan.
Disarankan untuk meminta pasien untuk membilas sebelum memasuki kolam untuk menghilangkan sisa sabun, lotion, dan minyak agar perawatan kolam renang lebih mudah.
Selanjutnya, sangat penting untuk membuat fasilitas ini mudah terlihat, mudah diakses, dan aman. <DP>











